Jelang Ramadhan, Mahasiswa STIK 83 Bangun 12 Sumur Bor di Aceh
Dua orang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) sedang membangun sumur bor di sejumlah wilayah Provinsi Aceh dalam rangka pengabdian masyarakat.(Dokumentasi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).)
19:42
12 Februari 2026

Jelang Ramadhan, Mahasiswa STIK 83 Bangun 12 Sumur Bor di Aceh

- Menjelang bulan suci Ramadhan, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS membangun 12 sumur bor di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dalam rangka pengabdian masyarakat.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan akses air bersih pascabencana banjir bandang.

Pembangunan sumur bor dimulai dari Kota Langsa, kemudian diperluas ke beberapa kabupaten dan kota lain, yakni Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Nagan Raya, dan Aceh Barat.

"Pengabdian Masyarakat tahun ini, Mahasiswa S1 STIK Angkatan 83/WPS diberangkatkan ke Aceh untuk dua tujuan penting. Pertama, menjalankan misi kemanusiaan di wilayah bencana. Kedua, sebagai ruang pembentukan watak dan kepekaan sosial bagi para calon pemimpin Polri,” kata Ketua STIK Irjen Pol Eko Rudi Sudarto dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Usai Dicopot dari Posisi Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Diperiksa Mabes Polri

Eko menjelaskan, 12 titik sumur bor yang dibangun merupakan respons atas kebutuhan mendesak warga terhadap air bersih.

Menurutnya, menjelang Ramadhan kebutuhan air meningkat untuk bersuci, memasak, dan keperluan ibadah lainnya.

Eko menerangkan, kepemimpinan di tubuh Polri tidak hanya dibentuk melalui pendidikan akademik dan latihan teknis, tetapi juga melalui pengalaman langsung bersentuhan dengan masyarakat yang menghadapi persoalan nyata.

Ia menyebut, Aceh menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian bagi para mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat terdampak bencana.

"Pembangunan 12 sumur bor tersebut terlaksana dengan dukungan penuh jajaran Polres setempat di bawah koordinasi Polda Aceh. Sinergi ini mempercepat proses identifikasi titik-titik prioritas serta memastikan sumur yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak," jelasnya.

Baca juga: Menko Polkam Apresiasi TNI-Polri atas Respons Cepat Penembakan Pesawat di Papua

Secara teknis, pembangunan sumur bor diawali dengan survei kondisi geologis di masing-masing wilayah untuk memastikan ketersediaan sumber air tanah serta kelayakan distribusi.

Langkah itu dilakukan agar sumur dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Di sejumlah lokasi, warga menyambut baik pembangunan sumur bor tersebut.

Akses air bersih yang sebelumnya harus diperoleh dari jarak jauh kini diklaim lebih mudah dijangkau.

Program ini juga disebut sebagai bagian dari pendekatan humanis dalam pembinaan calon perwira Polri, dengan menanamkan empati sosial dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

"Para mahasiswa STIK yang kelak akan menduduki posisi strategis di kepolisian diharapkan memiliki empati sosial yang kuat dan memahami secara langsung persoalan masyarakat di lapangan," katanya.

Tag:  #jelang #ramadhan #mahasiswa #stik #bangun #sumur #aceh

KOMENTAR