CTP Kebut Integrasi Tarif Tol Cibitung Cilincing dengan Sejumlah Ruas Tol di Jakarta
PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), mengupayakan integrasi tarif Jalan Tol Cibitung?Cilincing (JTCC) dengan sejumlah ruas tol di Jakarta(DOKUMENTASI CTP)
19:00
12 Februari 2026

CTP Kebut Integrasi Tarif Tol Cibitung Cilincing dengan Sejumlah Ruas Tol di Jakarta

– PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), mengupayakan integrasi tarif Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) dengan sejumlah ruas tol di Jakarta. Langkah ini ditargetkan meningkatkan aksesibilitas, menekan biaya logistik, serta memperkuat konektivitas kawasan industri ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Plt Direktur Utama CTP Erwan Dwi Winanto mengatakan, pengelolaan JTCC difokuskan untuk memperkuat integrasi kawasan industri di sekitar Jakarta dengan pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan dan pengoperasian JTCC yang menjadi bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2).

“Pengelolaan JTCC diarahkan untuk memperkuat integrasi kawasan industri di sekitar Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Erwan dalam keteranganan tertulis, Kamis (11/2/2026).

Baca juga: Jasamarga Lakukan Perbaikan Bertahap di Ruas Tol Jakarta - Cikampek

JTCC memiliki panjang 34,76 kilometer dan menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok. CTP yang merupakan bagian dari entitas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, bertindak sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemegang konsesi ruas ini. Konstruksi telah rampung dan JTCC beroperasi penuh sejak 2023.

Pada tahun kedua operasional penuh, JTCC resmi tersambung dengan jaringan JORR2. Konektivitas tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur eksisting, mempercepat waktu tempuh angkutan barang, serta menyediakan alternatif rute bagi kendaraan logistik maupun pengguna jalan lainnya.

Secara strategis, keberadaan JTCC menjadi penghubung utama kawasan industri di Bekasi, Cikarang, Karawang, dan wilayah sekitarnya dengan Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan rantai distribusi yang lebih singkat dan terukur, biaya logistik diharapkan dapat ditekan sehingga meningkatkan daya saing industri.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menilai integrasi koridor logistik menjadi kunci efisiensi distribusi nasional.

“Integrasi ini tidak hanya akan meningkatkan kelancaran pengiriman barang, tetapi juga membuka ruang bagi penyesuaian dan penyelarasan tarif tol agar lebih terjangkau dan kompetitif bagi pelaku usaha,” kata Mahendra.

Untuk mendukung fungsi logistik, CTP juga menyiapkan sejumlah pengembangan infrastruktur. Salah satunya pembangunan rest area yang terintegrasi dengan logistic hub di KM 92 serta penambahan pintu tol guna memperluas akses masyarakat di sekitar trase JTCC.

Selain itu, JTCC direncanakan memiliki akses langsung ke Terminal Kalibaru melalui proyek New Port Eastern Access (NPEA) di KM 108. Akses ini diproyeksikan menjadi jalur distribusi khusus menuju kawasan pelabuhan, sehingga arus kendaraan logistik tidak bercampur dengan lalu lintas umum.

Dengan skema tersebut, potensi kemacetan dapat ditekan dan pergerakan barang menjadi lebih efisien. Melalui integrasi tarif dan penguatan konektivitas, Pelindo berharap JTCC dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai infrastruktur penopang logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing kawasan industri di timur Jakarta dan sekitarnya.

Tag:  #kebut #integrasi #tarif #cibitung #cilincing #dengan #sejumlah #ruas #jakarta

KOMENTAR