Manfaat Vitamin B3 Termasuk Tekan Risiko Kanker Kulit
Ilustrasi vitamin. Konsumsi vitamin B6 berlebihan dari suplemen dapat menyebabkan neuropati sensorik. Dokter IPB dan pakar kesehatan internasional mengingatkan pentingnya konsumsi suplemen secara bijak.(Freepik)
20:06
26 Januari 2026

Manfaat Vitamin B3 Termasuk Tekan Risiko Kanker Kulit

- Suplemen vitamin B3 atau nicotinamide yang selama ini dikenal sebagai penunjang kesehatan kulit dan metabolisme tubuh, kini disebut berpotensi menurunkan risiko kanker kulit. 

Temuan ini datang dari sebuah studi berskala besar yang dipublikasikan di JAMA Dermatology dan melibatkan puluhan ribu pasien di Amerika Serikat.

Penelitian tersebut memperkuat dugaan bahwa intervensi sederhana melalui suplemen yang mudah diakses masyarakat bisa berperan dalam pencegahan kanker, khususnya kanker kulit non-melanoma seperti karsinoma sel basal (BCC) dan karsinoma sel skuamosa kutaneus (cSCC).

Dalam dunia medis, kedua jenis kanker kulit ini dikenal sebagai yang paling sering terjadi, terutama pada kelompok usia lanjut dan mereka yang memiliki paparan sinar matahari tinggi sepanjang hidupnya.

Pengaruh vitamin B3 terhadap penurunan risiko kanker kulit

Studi besar pada ribuan pasien kanker kulit

Dilansir US News (26/1/2026), penelitian ini menganalisis data kesehatan lebih dari 33.800 veteran Amerika Serikat yang didiagnosis kanker kulit non-melanoma. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 12.287 pasien mengonsumsi nicotinamide, sementara 21.479 lainnya tidak.

Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang rutin mengonsumsi nicotinamide dosis 500 mg dua kali sehari, selama minimal satu bulan, memiliki risiko 14 persen lebih rendah untuk mengalami pertumbuhan kanker kulit baru dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi suplemen tersebut.

Efek perlindungan ini menjadi jauh lebih signifikan ketika suplemen dimulai sejak awal perjalanan penyakit. 

Jika nicotinamide dikonsumsi segera setelah diagnosis kanker kulit pertama, risiko munculnya kanker kulit baru turun hingga 54 persen. Angka ini dinilai sangat berarti dalam konteks pencegahan jangka panjang.

“Kami melihat manfaat paling besar ketika nicotinamide digunakan lebih awal,” ujar Dr. Lee Wheless, asisten profesor dermatologi dan kedokteran di Vanderbilt University Medical Center, yang juga menjadi salah satu penulis studi ini.

Lebih efektif untuk kanker kulit yang lebih agresif

Menariknya, manfaat nicotinamide paling kuat terlihat pada kanker kulit jenis cSCC, yang dikenal lebih agresif dibandingkan BCC. 

Kanker kulit cSCC memiliki risiko lebih tinggi untuk menyebar ke jaringan lain bila tidak ditangani dengan cepat.

Efektivitas nicotinamide menurun ketika suplemen baru dikonsumsi setelah pasien mengalami beberapa kali kanker kulit. Semakin dini konsumsi dimulai, semakin besar peluang manfaat pencegahannya.

Namun, pada kelompok pasien transplantasi organ yang memiliki risiko kanker kulit sangat tinggi, hasilnya sedikit berbeda. 

Secara keseluruhan, nicotinamide tidak menunjukkan penurunan risiko signifikan, meski penggunaan dini tetap dikaitkan dengan penurunan kejadian cSCC.

Hal ini menunjukkan bahwa kondisi sistem imun seseorang sangat berpengaruh terhadap efektivitas perlindungan dari vitamin B3.

Lebih aman dibanding obat pencegah kanker lain

Keunggulan lain dari nicotinamide terletak pada keamanannya. Dibandingkan terapi pencegahan kanker kulit lain seperti fluorourasil topikal atau acitretin yang dapat menyebabkan iritasi hebat hingga risiko gangguan hati, nicotinamide tergolong aman dan tidak memerlukan pemantauan laboratorium rutin.

“Tidak seperti obat pencegah kanker kulit lain yang memiliki efek samping signifikan, nicotinamide tersedia bebas di pasaran dan relatif aman digunakan,” jelas Wheless.

Ia juga menambahkan, belum ada pedoman resmi tentang kapan sebaiknya nicotinamide mulai digunakan untuk pencegahan kanker kulit di masyarakat umum. 

“Tetapi, hasil penelitian ini bisa mengubah pendekatan praktik medis, dari menunggu hingga pasien mengalami banyak kanker kulit, menjadi memulai lebih awal,” sambungnya.

Tetap perlu seleksi dan konsultasi medis

Meski menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa nicotinamide bukan solusi tunggal untuk pencegahan kanker kulit. 

Hanya sekitar separuh pasien kanker kulit yang berpotensi mengalami kekambuhan berulang, sehingga penting untuk menentukan siapa yang benar-benar akan mendapat manfaat terbesar.

Selain itu, perlindungan utama dari kanker kulit tetaplah perilaku pencegahan dasar, seperti menggunakan tabir surya, mengenakan pakaian pelindung, serta menghindari paparan matahari langsung di jam-jam puncak.

Dengan temuan ini, vitamin B3 tidak hanya dipandang sebagai suplemen pendukung kesehatan, tetapi juga sebagai kandidat kuat dalam strategi pencegahan kanker kulit berbasis nutrisi. 

Sebuah langkah kecil yang berpotensi membawa dampak besar bagi kesehatan kulit, terutama pada kelompok usia lanjut dan mereka yang berisiko tinggi.

Tag:  #manfaat #vitamin #termasuk #tekan #risiko #kanker #kulit

KOMENTAR