Kurang Tidur Bisa Mempercepat Kerusakan Jantung, Ini Kata Dokter
Ilustrasi tidur kurang berkualitas.(canva.com)
21:06
26 Januari 2026

Kurang Tidur Bisa Mempercepat Kerusakan Jantung, Ini Kata Dokter

– Selama ini, merokok kerap dianggap sebagai kebiasaan paling merusak kesehatan jantung. 

Padahal, para ahli justru menyoroti satu kebiasaan lain yang dampaknya bisa lebih cepat mempercepat penuaan jantung, yakni kurang tidur

Kebiasaan ini sering diremehkan, karena dianggap bagian dari gaya hidup modern, padahal efeknya menyentuh hampir seluruh sistem tubuh.

 

Menurut Dr. Beverly J. Fang, dokter spesialis psikiatri dan pengobatan tidur di University of Maryland Medical Center, kurang tidur kronis berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah. 

“Risikonya lebih tinggi pada durasi tidur yang sangat pendek, kurang dari lima jam per malam. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan ini bisa lebih kuat pada perempuan,” jelasnya, disadur Parade, Senin (26/1/2026).

Kurang tidur memicu tekanan darah tinggi dan kerusakan pembuluh darah

Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan momen penting bagi tubuh untuk menyeimbangkan kembali sistem saraf dan hormon. 

Saat seseorang kurang tidur, sistem saraf simpatik atau respons “fight, flight, freeze” menjadi lebih aktif. Akibatnya, denyut jantung dan tekanan darah meningkat secara terus-menerus.

Fang menjelaskan, kurang tidur juga meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang berperan besar dalam naiknya tekanan darah. 

“Normalnya, tekanan darah akan turun saat kita tidur. Jika waktu tidur tidak cukup, proses ini terganggu dan tekanan darah tetap tinggi lebih lama,” katanya.

Sementara itu, seorang kardiolog dan pendiri Natural Heart Doctor, Dr. Jack Wolfson menambahkan, kualitas tidur yang buruk menurunkan fungsi endotelium, lapisan tipis pembuluh darah yang berperan penting dalam menjaga kelenturan arteri. 

“Pembuluh darah kehilangan kemampuan memproduksi nitric oxide sehingga menjadi lebih kaku dan sulit rileks. Dalam jangka panjang, ini meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung,” ujarnya.

Peradangan dan penuaan biologis jantung terjadi lebih cepat

Kurang tidur juga memicu peradangan kronis dalam tubuh. Wolfson menegaskan, bahkan kehilangan tidur dalam jangka pendek dapat meningkatkan peradangan, apalagi jika terjadi bertahun-tahun. 

“Peradangan ini merusak pembuluh darah, mempercepat pembentukan plak, dan meningkatkan kekakuan arteri,” katanya.

Lebih jauh lagi, kondisi tersebut membuat plak yang sudah ada menjadi tidak stabil. 

“Plak yang tidak stabil berisiko pecah secara tiba-tiba, dan inilah pemicu paling umum serangan jantung,” tambah Wolfson.

Selain itu, kurang tidur mengacaukan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Fang menyebut gangguan ritme ini menyebabkan pola tekanan darah menjadi tidak normal serta mengacaukan metabolisme. 

Semua proses tersebut berkontribusi pada penuaan biologis jantung yang lebih cepat, bahkan bisa melampaui dampak merokok.

“Merokok memang racun kuat bagi jantung, tetapi kurang tidur kronis adalah pengacau sistem tubuh secara menyeluruh,” ungkap dia.

Kondisi ini memicu peradangan, ketidakseimbangan hormon, gangguan metabolisme, hingga mempercepat penuaan biologis.

Dampak lebih lanjut dari kebiasaan kurang tidur

Dampak kurang tidur tidak berhenti pada tekanan darah dan pembuluh darah. Kebiasaan ini juga memengaruhi berat badan, yang menjadi faktor risiko besar penyakit jantung. 

Fang menilai, kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar, sekaligus menurunkan leptin yang memberi sinyal kenyang.

Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lapar dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan karbohidrat. 

Kurang tidur juga mengganggu sensitivitas insulin, sehingga meningkatkan risiko diabetes. Kondisi ini semakin memperbesar beban kerja jantung.

Wolfson menambahkan, ketika tubuh lelah, motivasi untuk bergerak dan berolahraga pun menurun. Pola ini membuat risiko obesitas semakin tinggi, yang pada akhirnya mempercepat kerusakan jantung.

Tidur cukup sebagai investasi kesehatan jantung

Oleh karena itu, tidur cukup bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan investasi kesehatan jantung jangka panjang. 

Wolfson menyarankan untuk tidur setelah gelap dan bangun mengikuti sinar matahari, membatasi penggunaan gawai di malam hari, serta memastikan tubuh mendapat paparan cahaya matahari di siang hari.

Kurang tidur mungkin terlihat sepele dibanding merokok, tetapi dampaknya jauh lebih luas dan sistemik. 

Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, jantung akan menua lebih cepat dari seharusnya. Menjadikan tidur berkualitas sebagai prioritas bukan hanya soal kenyamanan, melainkan langkah nyata untuk menjaga jantung tetap sehat hingga usia lanjut.

 

Tag:  #kurang #tidur #bisa #mempercepat #kerusakan #jantung #kata #dokter

KOMENTAR