Bukan Flu Biasa, Virus Nipah Bisa Menyerang Otak dan Berujung Fatal
Ilustrasi sesak napas. Virus Nipah dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat hingga peradangan otak yang berisiko fatal dan belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus.(rawpixel.com / roungroat)
19:06
26 Januari 2026

Bukan Flu Biasa, Virus Nipah Bisa Menyerang Otak dan Berujung Fatal

Virus Nipah menyebabkan penyakit serius pada manusia, mulai dari infeksi pernapasan akut hingga peradangan otak atau ensefalitis yang dapat berujung kematian.

Penyakit akibat virus ini dikenal berisiko tinggi karena dapat berkembang cepat dan menyerang sistem saraf pusat.

World Health Organization (WHO) mencatat tingkat kematian infeksi virus Nipah dalam berbagai wabah mencapai 40–75 persen.

Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk menangani penyakit yang disebabkan virus Nipah.

Penyakit yang disebabkan virus Nipah

Melansir World Health Organization (WHO), infeksi virus Nipah pada manusia dapat menyebabkan penyakit dengan spektrum gejala yang luas, mulai dari tanpa gejala hingga kondisi yang berujung fatal.

Secara umum, virus Nipah menyebabkan infeksi pernapasan akut dan peradangan otak atau ensefalitis.

  • Infeksi pernapasan akut

Dikutip dari laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI, Kamis (5/10/2026), pada tahap awal virus Nipah sering menimbulkan gejala mirip flu.

Pasien dapat mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan sakit tenggorokan.

Dalam sejumlah kasus, infeksi berkembang menjadi gangguan pernapasan yang lebih berat, seperti sesak napas dan pneumonia.

Mengutip laporan The Independent, gangguan pernapasan ini dapat muncul bersamaan atau mendahului gejala gangguan saraf.

  • Ensefalitis atau radang otak

Salah satu penyakit paling serius yang disebabkan virus Nipah adalah ensefalitis, yaitu peradangan pada otak.

WHO menyebut ensefalitis sebagai komplikasi utama yang membedakan virus Nipah dari banyak penyakit menular lainnya.

Gejala ensefalitis akibat virus Nipah meliputi penurunan kesadaran, kebingungan, disorientasi, kejang, hingga koma.

Kondisi ini dapat berkembang dengan cepat dan berisiko menyebabkan kematian.

Risiko kematian dan dampak jangka panjang

Mengutip Global Times, tingkat kematian akibat infeksi virus Nipah dalam berbagai wabah sebelumnya dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen.

WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai priority pathogen karena potensi wabah dan dampaknya yang serius terhadap kesehatan publik.

Selain risiko kematian, sebagian pasien yang selamat dapat mengalami gangguan saraf jangka panjang. Gangguan tersebut mencakup kejang berulang, perubahan perilaku, dan penurunan fungsi neurologis.

Penyakit yang berkaitan dengan penularan zoonosis

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar buah dari genus Pteropus.

Penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, atau penularan antarmanusia.

Mengapa penyakit akibat virus Nipah sulit ditangani?

Ilustrasi virus nipah. Virus Nipah dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat hingga peradangan otak yang berisiko fatal dan belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus.Shutterstock/Jarun Ontakrai Ilustrasi virus nipah. Virus Nipah dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat hingga peradangan otak yang berisiko fatal dan belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan antivirus khusus untuk virus Nipah. Perawatan pasien masih bersifat suportif, dengan fokus menangani gejala dan komplikasi yang muncul.

Kondisi ini membuat penyakit akibat virus Nipah berisiko tinggi berkembang menjadi berat, terutama bila diagnosis dan perawatan terlambat.

Pentingnya mengenali penyakit akibat virus Nipah

Meski hingga kini belum ada laporan kasus virus Nipah di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan.

Pemahaman mengenai penyakit apa saja yang dapat disebabkan virus Nipah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular berisiko tinggi.

Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa virus Nipah bukan sekadar penyakit pernapasan biasa, melainkan infeksi serius yang dapat menyerang otak dan mengancam nyawa.

Tag:  #bukan #biasa #virus #nipah #bisa #menyerang #otak #berujung #fatal

KOMENTAR