IHSG Dibuka Melemah 1,03 Persen ke Level 8.882
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Sejak awal sesi, IHSG langsung bergerak di zona merah dan turun ke bawah level psikologis 9.000.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga sekitar pukul 09.20 WIB, IHSG berada di level 8.879,90, turun 95,41 poin atau 1,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
IHSG bergerak di kisaran 8.852 hingga 8.916, dengan tekanan jual terlihat cukup merata di sejumlah sektor saham berkapitalisasi besar.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, sejumlah indeks utama turut bergerak di zona merah. Indeks LQ45 turun 1,03 persen ke posisi 870,22, sementara KOMPAS100 melemah 1,35 persen ke level 1.227,32.
Indeks saham berbasis syariah juga mencatatkan koreksi. Jakarta Islamic Index (JII) turun ke level 605,89, sedangkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah ke posisi 326,01.
Tekanan juga terlihat pada indeks lainnya. IDX30 turun ke level 443,39, JII70 melemah ke posisi 223,41, dan IDX80 turut bergerak di zona merah seiring aksi jual yang masih mendominasi pasar.
Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini terjadi setelah indeks pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat.
Pada Senin (26/1/2026), IHSG berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,27 persen ke level 8.975,33, meski secara umum tekanan jual masih cukup terasa di pasar.
Kondisi tersebut membuat pergerakan IHSG ke depan dinilai masih rawan koreksi. Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG saat ini masih berada pada fase gelombang koreksi wave [iv] dari wave 5.
Menurut Herditya, fase tersebut mengindikasikan tekanan koreksi belum sepenuhnya mereda, sehingga pasar saham domestik masih relatif rentan terhadap pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.
Karena itu, investor perlu mewaspadai potensi koreksi yang dapat membawa IHSG bergerak turun ke kisaran 8.708 hingga 8.790.
“Kami perkirakan, posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG masih rawan terkoreksi. Waspadai area koreksi yang berada di 8.708–8.790,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.
Dalam pergerakan harian, level 8.852 dan 8.816 menjadi area support terdekat yang berpotensi menahan tekanan jual.
Sementara itu, area 9.039 dan 9.120 menjadi zona resistance yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi berlanjutnya penguatan.
Pandangan senada disampaikan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.
Ia memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak terbatas dengan rentang support dan resistance di kisaran 8.840–9.000.