Lewat Pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Bank Mandiri berperan mendorong perkembangan sektor UMKM. (Dok. Bank Mandiri)
13:54
27 Januari 2026

Lewat Pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan

 Bank Mandiri menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sekaligus kemandirian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air. Peran tersebut dijalankan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai program strategis yang menyasar penguatan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

Perseroan mengedepankan pendekatan menyeluruh, mulai dari pembiayaan terintegrasi hingga pendampingan usaha yang intensif bagi pelaku UMKM. Di saat bersamaan, Bank Mandiri juga membangun ekosistem keuangan agar pelaku usaha lokal mampu meningkatkan produktivitas serta daya saing.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan menjadi bagian dari mandat perseroan sebagai agen pembangunan nasional. 

Perusahaan menghadirkan dampak langsung yang dapat dirasakan masyarakat luas. "UMKM merupakan pilar utama dalam menopang ekonomi kerakyatan," ujar Riduan dalam siaran pers, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan, strategi pembiayaan inklusif yang dipadukan dengan penguatan ekosistem usaha menjadi satu kesatuan yang dirancang untuk memperluas kapasitas pelaku UMKM. Riduan meyakini sinergi tersebut akan menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Untuk memastikan manfaat pembangunan menjangkau desa, Bank Mandiri menggencarkan kolaborasi dengan berbagai lembaga lokal. Sinergi dilakukan bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di berbagai wilayah. Upaya itu turut diselaraskan dengan program strategis nasional, seperti penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dukungan konkret diberikan melalui layanan perbankan yang mempermudah tata kelola keuangan lembaga desa. Hingga kini, lebih dari 3.700 rekening tabungan telah dibuka untuk BUMDes dan BUMDesma guna menjaga keberlanjutan ekonomi desa.

Selain itu, Bank Mandiri juga mengelola lebih dari 4.700 rekening koperasi dan menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana program pemerintah demi kelancaran transaksi. Perseroan turut menggulirkan program Mandiri Sahabat Desa yang berfokus pada peningkatan literasi keuangan sebagai bagian dari upaya mendorong kesejahteraan masyarakat.

Program tersebut telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga penerima manfaat di ratusan desa. Implementasinya mencakup pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Bantuan juga diarahkan pada penanganan stunting bagi 500 penerima manfaat serta perbaikan sarana desa tertinggal yang menyasar 350 orang. Selain itu, program ini menyentuh pemberdayaan 800 warga desa secara umum dan 100 orang dari kelompok masyarakat perkebunan. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses ekonomi masyarakat pedesaan.

Sejalan dengan itu, Bank Mandiri terus memperluas akses pembiayaan guna memperkuat inklusi keuangan nasional. Penyaluran kredit UMKM tercatat mencapai Rp 74,9 triliun sepanjang Januari–November 2025. Capaian tersebut ditopang optimalisasi jaringan Mandiri Agen yang menjangkau nasabah hingga pelosok.

Layanan Laku Pandai telah dimanfaatkan lebih dari 3,5 juta nasabah dengan total 65 juta transaksi sampai akhir 2025. Di sisi lain, inovasi digital melalui aplikasi Livin’ Merchant dimaksimalkan untuk mengelola transaksi pelaku usaha secara terintegrasi. Sistem kasir digital ini telah digunakan lebih dari 3 juta pelaku usaha untuk memodernisasi pengelolaan bisnis.

Pembinaan UMKM juga dilakukan lewat program Rumah BUMN sebagai wadah peningkatan kapasitas usaha mikro agar dapat naik kelas dan menembus pasar lebih luas. Hingga kini, lebih dari 7.900 pelaku UMKM mendapat pendampingan melalui modernisasi dan digitalisasi usaha.

Daya saing produk lokal turut diperkuat melalui Mandiri Mikro Fest dan berbagai pelatihan intensif guna membuka peluang pasar global. Sebanyak 561 pelaku usaha mengikuti program ini, didominasi sektor makanan dan minuman sebesar 55 persen, serta industri kerajinan dan fesyen sebesar 38 persen, sejalan dengan potensi unggulan ekonomi desa. Upaya ini diarahkan untuk mendorong kapasitas ekspor produk Indonesia agar lebih kompetitif di pasar internasional.

Riduan memastikan perseroan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga keberlanjutan pembangunan desa. Ia berharap sinergi terintegrasi tersebut mampu memperluas kapasitas ekonomi inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #lewat #pemberdayaan #umkm #bank #mandiri #perkuat #ekonomi #kerakyatan

KOMENTAR