Probolinggo–Situbondo Masih Tersedia? Ini 5 PO Bus yang Rutin Nge-Line
Ilustrasi: PO AKAS ASRI. (Railway Enthusiast Digest)
13:35
27 Januari 2026

Probolinggo–Situbondo Masih Tersedia? Ini 5 PO Bus yang Rutin Nge-Line

 

- Ketersediaan bus antarkota di jalur Pantura Timur Jawa Timur kerap menjadi pertanyaan, terutama bagi penumpang yang mengandalkan transportasi umum untuk mobilitas harian maupun perjalanan lanjutan ke Banyuwangi dan Bali.

Salah satu rute yang sering dipertanyakan adalah Probolinggo–Situbondo.
Meski tidak seramai dulu, faktanya rute ini masih dilayani sejumlah PO bus, baik yang menjadikannya sebagai trayek utama maupun sekadar lintasan.

Perbedaannya terletak pada kepastian jadwal dan sistem naik penumpang, yang perlu dipahami sejak awal. Untuk menjawab kebutuhan informasi tersebut, berikut 5 PO bus yang masih rutin melintas dan melayani rute Probolinggo–Situbondo, sehingga bisa menjadi rujukan sebelum berangkat.

1. AKAS ASRI – Trayek Lokal yang Paling Konsisten

AKAS ASRI masih menjadi tulang punggung angkutan darat Probolinggo–Situbondo. PO ini mengoperasikan bus AKDP kelas Bisnis dengan konfigurasi kursi 2-2 dan dikenal memiliki frekuensi keberangkatan tinggi.

Armada AKAS ASRI beroperasi hampir sepanjang hari, sehingga penumpang tidak terlalu bergantung pada jam tertentu. Bus ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, pekerja, hingga penumpang lanjutan menuju wilayah tapal kuda.

Dari sisi kepastian, AKAS ASRI tergolong paling mudah ditemukan dan relatif stabil dibanding PO lainnya.

2. AKAS IV – Alternatif AKDP yang Masih Bertahan

Masih dari jalur yang sama, AKAS IV juga tercatat rutin nge-line di lintasan Probolinggo–Situbondo. Kelas layanan yang disediakan umumnya Bisnis seat 2-2, dengan pola operasi yang mirip AKAS ASRI.

Bus ini banyak beroperasi pada jam-jam padat, terutama sore hingga malam hari. Meski fasilitasnya sederhana, AKAS IV tetap menjadi pilihan karena jadwalnya cenderung lebih bisa diprediksi.

Keberadaan AKAS IV menegaskan bahwa rute Probolinggo–Situbondo masih memiliki permintaan yang cukup stabil.

3. Gunung Harta – Rutin Melintas sebagai Bus AKAP

Gunung Harta termasuk bus jarak jauh yang cukup konsisten melintas di jalur Probolinggo–Situbondo. Armada ini merupakan bagian dari trayek panjang Jepara–Denpasar.

Bus yang lewat umumnya menggunakan kelas Eksekutif dengan seat 2-2, sehingga menawarkan kenyamanan lebih untuk perjalanan malam. Namun karena statusnya bus perlintasan, jam kedatangan tidak baku dan sangat bergantung pada kondisi lalu lintas.

Meski begitu, hampir setiap hari Gunung Harta tetap melintas, membuatnya sering dimanfaatkan penumpang jarak pendek.

4. Kramat Djati – Stabil di Jalur Pantura Timur

Nama Kramat Djati juga masih aktif di jalur Pantura Timur, termasuk lintasan Probolinggo–Situbondo. Bus ini merupakan armada Tegal–Denpasar yang secara rutin melewati wilayah tapal kuda Jawa Timur.

Dengan kelas Eksekutif seat 2-2, Kramat Djati menawarkan perjalanan yang relatif nyaman, terutama di malam hari. Namun seperti bus AKAP lainnya, keberangkatan tidak mengikat jadwal lokal.

Bagi penumpang yang fleksibel soal waktu, Kramat Djati tetap menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan.

5. Sinar Jaya – Masih Aktif Melintas, Meski Bukan Trayek Utama

Sebagai salah satu PO besar nasional, Sinar Jaya juga masih rutin melintasi Probolinggo dan Situbondo sebagai bagian dari rute panjang Tegal–Denpasar. Armada yang lewat umumnya menggunakan kelas Eksekutif dengan konfigurasi kursi 2-2.

Dari segi kenyamanan, standar layanan Sinar Jaya tergolong baik, meski tarifnya relatif lebih tinggi dibanding bus AKDP.
Karena bukan trayek utama, waktu melintas sangat bergantung pada kondisi perjalanan dari kota asal, sehingga penumpang perlu siap menunggu.

Namun dari sisi konsistensi, Sinar Jaya termasuk PO yang masih bisa diandalkan di jalur ini.

Mengapa Banyak Bus Tidak Memiliki Jadwal Tetap?

Perlu dipahami bahwa hanya PO AKAS yang menjadikan Probolinggo–Situbondo sebagai rute utama. PO lainnya berstatus bus perlintasan, sehingga jam naik-turun penumpang bersifat situasional.

Selain itu, jarak Probolinggo–Situbondo yang relatif dekat, sekitar dua hingga dua setengah jam perjalanan, membuat sebagian penumpang memilih bus kecil AKDP atau moda lain.

Kondisi inilah yang membuat rute ini kerap dianggap 'tidak tersedia', padahal armadanya masih ada, hanya polanya yang berubah.

Kesimpulan

Menjawab keraguan banyak calon penumpang, bus Probolinggo–Situbondo masih tersedia hingga saat ini. Setidaknya ada lima PO yang rutin nge-line, baik sebagai trayek utama maupun lintasan.

Jika mengutamakan kepastian, bus AKAS masih menjadi pilihan paling aman. Namun bila mengincar kenyamanan ekstra dan siap menyesuaikan waktu, bus AKAP seperti Gunung Harta, Kramat Djati, dan Sinar Jaya tetap bisa dimanfaatkan.

Dengan memahami pola operasional masing-masing PO, perjalanan di jalur Pantura Timur ini tetap bisa direncanakan dengan lebih tenang dan efisien.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #probolinggositubondo #masih #tersedia #yang #rutin #line

KOMENTAR