Ancaman Boikot Piala Dunia 2026, Miliaran Dolar Bisa Terbuang Sia-sia
Gelaran Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung hari justru terancam batal karena banyaknya ancaman boikot dari sejumlah negara.
Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada semakin terdesak karena rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang ingin merebut Greenland dengan alasan keamanan nasional.
Parahnya lagi, ia juga mengancam akan mengenakan tarif pada negara-negara yang tidak "setuju" dengan rencananya.
Pejabat Asosiasi Sepak Bola Jerman, Oke Gottlich, mengatakan kepada surat kabar Hamburger Morgenpost jika federasi seharusnya mulai mempertimbangkan boikot Piala Dunia 2026 karena tingkah politik Donald Trump.
"Saya benar-benar bertanya-tanya kapan waktunya untuk memikirkan dan membicarakan hal ini [boikot] secara konkret," ujarnya dikutip dari Sportbible.
"Bagi saya, saatnya (boikot) telah tiba."
Jika skenario itu terjadi, maka akan ada kekacauan besar yang akan terjadi dan dialami oleh sepak bola dunia.
Seorang pakar keuangan sepak bola menjelaskan mengapa boikot Piala Dunia dari salah satu negara besar Amerika Selatan akan menyebabkan "kerusakan yang tak terhitung" bagi sepak bola dunia dan badan pengatur FIFA.
Lionel Messi menandai potensi laga kandang terakhirnya bersama Timnas Argentina dengan mencetak gol cantik ke gawang Venezuela. Partai Argentina vs Venezuela merupakan lanjutan dari ronde laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol dan bergulir di Estadio Monumental, Buenos Aires, pada Jumat (5/9/2025) pagi hari WIB.
Amerika Selatan Pegang Peran Krusial
Seorang pakar keuangan sepak bola Rob Wilson mencoba menjabarkan potensi kerugian yang terjadi jika ada peserta yang memutuskan untuk memboikot Piala Dunia 2026.
Wilson sempat menguraikan implikasi potensial dari boikot bila dilakukan oleh dua kekuatan besar sepak bola dunia, Argentina atau Brasil.
"Itu akan menyebabkan kerusakan besar jika salah satu negara besar Amerika Selatan memutuskan untuk memboikot Piala Dunia, tim-tim lain mungkin akan mengikuti jejak mereka, dan kemudian Anda bisa berakhir dengan sebuah benua dan federasinya juga ikut menarik diri," katanya kepada BettingLounge.
Menurutnya, tim dari Amerika Selatan merupakan pemain besar di Piala Dunia dan cukup ikonik di turnamen ini.
"Negara-negara Amerika Selatan adalah pemain terbesar di sini. Argentina adalah juara bertahan. Brasil adalah salah satu negara Piala Dunia yang paling ikonik."
"Jika tim-tim ini menarik diri dari kompetisi, maka Anda akan mengalami kerugian yang signifikan," sambungnya.
Jika boikot tercetus dari negara Amerika Selatan, kemungkinan negara dari asosiasi lain juga akan ikut melakukan hal yang sama.
"Misalnya, negara-negara Amerika Selatan bersatu dan memboikot kompetisi secara sepihak, di situlah masalahnya menjadi sangat rumit karena Anda telah menyingkirkan seluruh asosiasi dan negara," jelasnya.
Miliaran Dolar Terbuang Sia-sia
Wilson menghitung kerugian jika boikot terjadi. Ia mengatakan jika kerugian bisa mencapai 2 miliar dolar AS (Rp33,5 triliun).
"Hanya dari pendapatan penyiaran saja, Anda mungkin kehilangan pendapatan penyiaran sekitar 700 juta dolar hingga 1 miliar dolar, dan kemudian ada kerugian di sisi pemasaran," lanjutnya.
"Anda tidak dapat mengaktifkan perjanjian sponsor Anda di wilayah-wilayah tersebut. Hal itu bahkan akan mengurangi jumlah uang yang dapat disumbangkan FIFA ke wilayah-wilayah berkembang, yang mana terdapat beberapa negara berkembang besar di Amerika Selatan."
Boikot akan membuat jumlah pertandingan berkurang sehingga biaya pertandingan akan semakin membengkak.
"Yang perlu kita ingat juga adalah jika terjadi boikot, jumlah pertandingan yang akan dimainkan akan berkurang, sehingga biaya penyelenggaraan juga akan terbebani."
"Pengurangan jumlah pertandingan jelas akan berdampak di tingkat kota dan itu akan bergantung pada negara mana yang akan memboikot Piala Dunia. Angka-angkanya bisa menjadi sangat buruk dengan cepat," sambungnya.
Boikot di panggung Piala Dunia juga akan merusak wajah sepak bola dunia termasuk nilainya secara filosofis.
Terburuk, Piala Dunia akan kehilangan banyak "pemain" besarnya di waktu yang akan datang.
"Boikot semacam ini akan mengurangi legitimasi kompetisi apa pun, termasuk Piala Dunia. Hal itu merendahkan nilainya secara filosofis. Ketika AS atau Rusia memboikot Olimpiade, Anda tidak benar-benar tahu apakah Anda masih bersaing dengan yang terbaik di dunia."
"Itu menimbulkan banyak kerusakan, terutama jika Piala Dunia kehilangan beberapa pemain besarnya."
"Hal itu akan menimbulkan kerusakan yang tak terhitung bagi sepak bola dunia," tambah Wilson.
Tag: #ancaman #boikot #piala #dunia #2026 #miliaran #dolar #bisa #terbuang