Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia, Sempat Derita TB Ginjal
Lucky Widja sempat menderita TB ginjal di tahun 2022. TB ginjal yang diderita Lucky Widja sejak 2022 perlahan merusak fungsi ginjalnya hingga berujung pada kondisi serius yang sulit dipulihkan.(Instagram @luckywidja)
12:12
26 Januari 2026

Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia, Sempat Derita TB Ginjal

Vokalis band Element, Lucky Widja, meninggal dunia setelah berjuang melawan TB ginjal, penyakit yang ia derita sejak 2022 dan perlahan merusak fungsi ginjalnya.

Infeksi tuberkulosis yang menyerang ginjal tersebut membuat kondisi Lucky memburuk hingga ia harus menjalani perawatan intensif, termasuk terapi cuci darah.

Kasus yang dialami Lucky menyoroti bahaya TB ginjal yang kerap luput terdeteksi dan dapat berujung pada gagal ginjal bila tidak ditangani sejak dini.

TB ginjal yang dialami Lucky Widja

Diberitakan Kompas.com, Senin (26/1/2026), berdasarkan penuturan Lucky Widja, ia baru mengetahui menderita TB ginjal setelah berpindah dokter dan menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan.

Sebelumnya, Lucky mengaku sering mengalami pingsan mendadak dan penurunan berat badan drastis, dari kisaran 82–84 kilogram menjadi sekitar 64 kilogram.

Ia menjelaskan bahwa infeksi tuberkulosis tidak hanya menyerang satu organ, melainkan seluruh saluran kemih, mulai dari ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra.

Dokter yang menanganinya menyebut kondisi ginjal Lucky sudah cukup parah, dengan satu ginjal mengecil dan ginjal lainnya mengalami pembengkakan, tanda kerusakan fungsi ginjal yang berlangsung lama.

Apa itu TB ginjal dan mengapa berbahaya

Suasana rumah duka vokalis band Element, Lucky Widja di kawasan Cipete, Senin (26/1/2026). TB ginjal yang diderita Lucky Widja sejak 2022 perlahan merusak fungsi ginjalnya hingga berujung pada kondisi serius yang sulit dipulihkan.Kompas.com/Disya Shaliha Suasana rumah duka vokalis band Element, Lucky Widja di kawasan Cipete, Senin (26/1/2026). TB ginjal yang diderita Lucky Widja sejak 2022 perlahan merusak fungsi ginjalnya hingga berujung pada kondisi serius yang sulit dipulihkan.

TB ginjal merupakan bagian dari tuberkulosis ekstra paru yang terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebar melalui aliran darah dan menetap di ginjal.

Tinjauan ilmiah yang dimuat dalam American Journal of Tropical Medicine and Hygiene menyebutkan bahwa TB ginjal sering kali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya tidak khas dan menyerupai infeksi saluran kemih biasa.

Keluhan seperti nyeri pinggang ringan, urin berdarah, sering buang air kecil, atau infeksi berulang kerap tidak langsung dikaitkan dengan tuberkulosis, sehingga diagnosis sering terlambat.

TB ginjal bisa berujung gagal ginjal

Penelitian dalam International Journal of Mycobacteriology menjelaskan bahwa TB ginjal yang tidak ditangani secara optimal dapat menyebabkan kerusakan jaringan ginjal permanen.

Infeksi kronis ini dapat memicu penyempitan ureter, gangguan aliran urine, hingga hilangnya fungsi ginjal secara bertahap.

Dalam banyak kasus, TB ginjal yang terlambat terdiagnosis berakhir pada gagal ginjal kronis dan membutuhkan terapi pengganti ginjal seumur hidup.

Kapan pasien TB ginjal harus menjalani cuci darah?

Cuci darah atau hemodialisis menjadi pilihan terapi ketika ginjal tidak lagi mampu menyaring racun dan cairan berlebih dari darah.

Mengutip National Kidney Foundation, hemodialisis diperlukan saat fungsi ginjal tersisa sekitar 10–15 persen atau ketika muncul gejala uremia yang mengancam nyawa.

Pada kondisi seperti yang dialami Lucky Widja, kerusakan ginjal akibat infeksi TB kronis membuat cuci darah menjadi terapi penopang kehidupan yang tidak terhindarkan.

Melansir Cleveland Clinic, hemodialisis tidak menyembuhkan penyakit ginjal, tetapi membantu mempertahankan keseimbangan tubuh ketika ginjal sudah tidak dapat pulih.

Pentingnya deteksi dini TB ginjal

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, (Selasa, 2/8/2022), TB tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai organ lain, termasuk ginjal.

TB ginjal tergolong penyakit yang jarang dan sering terlambat dikenali karena gejalanya tidak spesifik pada tahap awal.

Deteksi dini, kepatuhan minum obat anti-tuberkulosis, serta pemantauan fungsi ginjal menjadi kunci mencegah kerusakan organ yang berujung pada gagal ginjal.

Kewaspadaan terhadap gejala TB ginjal

Perjalanan kesehatan Lucky Widja menunjukkan bahwa TB ginjal dapat berkembang secara perlahan namun berdampak sangat serius.

Di balik kepergiannya, kisah Lucky menjadi pengingat bahwa tuberkulosis bukan penyakit ringan dan dapat merusak organ vital bila tidak ditangani secara tepat dan menyeluruh.

Kisah ini sekaligus menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala TB ekstra paru serta perlunya pemeriksaan medis lanjutan ketika keluhan tidak kunjung membaik.

Tag:  #vokalis #element #lucky #widja #meninggal #dunia #sempat #derita #ginjal

KOMENTAR