Manfaat Pakai Plester saat Tidur, Risiko, dan Cara Menggunakannya
Ilustrasi(FREEPIK)
15:06
21 Januari 2026

Manfaat Pakai Plester saat Tidur, Risiko, dan Cara Menggunakannya

- Ada dua tipe orang saat tidur, yaitu mereka yang mendengkur dan mereka yang harus tidur di samping orang yang mendengkur.

Apa pun itu, keduanya sama-sama punya dampak negatif. Tidur di sebelah orang yang mendengkur bisa membuat kualitas istirahat terganggu, sedangkan bagi orang yang mendengkur, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kesehatan.

“Hal ini dapat membuat mulut menjadi kering, yang kemudian memicu masalah kesehatan mulut seperti gigi berlubang, peradangan gusi, dan bau mulut,” ujar drg. Rafael Boruchov, yang berpraktik New York City, dalam NBC Select, Rabu (21/1/2026).

“Kondisi ini juga bisa menurunkan kualitas tidur karena berkontribusi pada dengkuran, sleep apnea, atau gangguan pola pernapasan, yang semuanya menghambat tidur nyenyak," lanjut dia.

Salah satu solusi yang belakangan populer adalah mouth taping, yakni menutup mulut dengan plester alias mouth taping agar seseorang bernapas lewat hidung saat tidur.

Mouth taping untuk mencegah dengkuran

Apa itu mouth taping?

Mouth taping adalah tindakan menempelkan plester di bibir sebelum tidur dengan tujuan mendorong pernapasan melalui hidung.

“Tujuannya adalah mencegah bernapas lewat mulut saat tidur, yang dapat meningkatkan kesehatan mulut dan kesehatan tubuh secara keseluruhan," jelas drg. Boruchov.

Namun, metode ini bukan berarti menempelkan lakban sembarangan di mulut. Para ahli menyarankan penggunaan plester medis yang lembut agar tidak menimbulkan iritasi atau rasa sakit saat dilepas.

Mengapa harus bernapas melalui hidung?

Kata drg. Boruchov, bernapas melalui hidung dianggap lebih baik karena mendorong aliran oksigen lebih baik, serta dapat menurunkan risiko dengkuran dan gangguan tidur lainnya. Alhasil, kualitas tidur pun meningkat.

Sebaliknya, kebiasaan bernapas lewat mulut dapat menyebabkan mulut dan tenggorokan kering, menimbulkan rasa tidak nyaman, serta meningkatkan risiko gigi berlubang dan penyakit gusi.

“Bernapas dengan mulut terbuka juga berkaitan dengan gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea karena saluran napas tidak dikelola secara efektif," ujra drg. Vishala Patel dari Edge Dental Designs.

Apa saja manfaat mouth taping?

Menurut drg. Boruchov dan drg. Patel, sejumlah manfaat yang mungkin diperoleh mencakup:

  • Mendorong pernapasan melalui hidung.
  • Mengurangi risiko gigi berlubang dan penyakit gusi.
  • Menyaring dan melembapkan udara yang dihirup.
  • Meningkatkan asupan oksigen saat tidur.
  • Mencegah dengkuran.
  • Meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.
  • Apakah mouth taping aman?

Mouth taping bisa tergolong aman, tetapi tidak cocok untuk semua orang.  Mereka yang mengalami kesulitan bernapas melalui hidung, misalnya akibat deviasi septum, alergi, gangguan sinus, atau hidung tersumbat,  tak disarankan mencoba teknik ini.

Alternatif selain mouth taping

Jika mouth taping terasa kurang cocok untukmu, ada alternatif lain yang bisa dipertimbangkan.

“Beberapa alternatif yang aman antara lain menggunakan nasal strip atau alat pelebar hidung untuk membantu membuka saluran napas dan mempermudah pernapasan lewat hidung,” kata drg. Boruchov.

Alternatif lainnya adalah menerapkan kebiasaan tidur yang baik, seperti meninggikan posisi kepala, atau menjaga postur tubuh yang baik di siang hari karena dapat membantu memperbaiki pernapasan hidung.

Selain itu, drg. Boruchov menambahkan bahwa menangani penyebab utama, seperti alergi atau masalah sinus, dapat menghilangkan kebutuhan akan mouth taping.

Cara menggunakan mouth tape

Bagi yang tertarik mencoba mouth taping, langkah-langkahnya relatif sederhana. Hal pertama yang perlu disiapkan adalah plester.

Tentunya, kamu harus memilih yang terasa cukup menempel, tetapi tidak terlalu lengket agar tidak mengiritasi kulit.

“Jenis plester terbaik untuk mouth taping adalah plester medis hipoalergenik yang lembut di kulit, seperti micropore tape atau plester khusus mulut yang dirancang untuk tidur. Plester ini biasanya mudah dilepas dan tidak menyebabkan iritasi,” kata drg. Boruchov.

Sebelum menempelkan plester, pastikan wajah benar-benar kering. Artinya, beri jeda setelah rutinitas perawatan kulit malam hari sampai semua produk terserap sempurna.

Setelah itu, tempelkan sepotong kecil plester melintang di bibir sesaat sebelum tidur. Penting untuk hanya menutup bagian tengah bibir, dengan tetap menyisakan ruang di bawah lubang hidung untuk bernapas. Selalu pastikan plester bisa dilepas dengan mudah jika diperlukan.

Perlu diketahui pula bahwa butuh waktu untuk merasa nyaman menggunakan mouth tape saat tidur.

“Mulailah secara bertahap. Cobalah dalam durasi singkat terlebih dahulu untuk melihat bagaimana reaksi tubuh," tutur drg. Patel.

Jika terasa tidak nyaman, bisa jadi plester dipasang terlalu kencang. Plester sebaiknya ditempel tanpa menarik atau membatasi apapun. Jika muncul rasa tidak nyaman, ingatlah bahwa plester selalu bisa dilepas kapan saja.

Tag:  #manfaat #pakai #plester #saat #tidur #risiko #cara #menggunakannya

KOMENTAR