7 Tips Tetap Bisa Tidur Nyenyak meski Pasangan Mendengkur di Samping
Tidur nyenyak menjadi dambaan setiap orang. Namun bagi banyak pasangan, suara dengkuran yang nyaring kerap menjadi penghalang utama.
Tak jarang, gangguan ini memicu rasa frustrasi hingga konflik kecil di pagi hari.
Namun, sebelum Anda memutuskan untuk pindah ke sofa, ada beberapa langkah strategis yang bisa diambil untuk menyelamatkan kualitas istirahat Anda sekaligus keharmonisan hubungan.
Dikutip dari laman kesehatan Healthline, berikut adalah tujuh tips efektif untuk tetap terlelap meski ada suara dengkuran di samping Anda.
1. Alihkan fokus dengan teknik relaksasi
Alih-alih merasa jengkel yang justru membuat Anda makin terjaga, cobalah teknik meditasi ringan.
Fokuslah pada ritme napas Anda sendiri atau gunakan metode visualisasi.
Dengan melatih otak untuk tidak "berburu" suara dengkuran, Anda secara perlahan bisa mengabaikan gangguan tersebut dan memasuki fase tidur.
2. Gunakan penutup telinga (earplugs)
Solusi klasik ini tetap menjadi salah satu yang paling efektif.
Gunakan penyumbat telinga yang nyaman, baik yang berbahan busa (foam) maupun silikon yang mengikuti bentuk lubang telinga.
Ini disebut akan meredam frekuensi suara dengkuran sehingga tidak terasa menusuk di telinga.
3. Manfaatkan white noise
Suara yang konsisten seperti bunyi kipas angin, mesin white noise, atau aplikasi suara alam (hujan dan ombak) dapat membantu menyamarkan suara dengkuran.
White noise bekerja dengan menciptakan "dinding suara" yang meratakan latar belakang kebisingan, sehingga lonjakan suara dengkuran yang tiba-tiba tidak akan mengejutkan Anda.
4. Ubah posisi tidur pasangan
Mendengkur kerap terjadi karena posisi tidur telentang yang menyebabkan pangkal lidah menutupi jalan napas.
Cobalah minta pasangan untuk tidur menyamping.
Anda juga bisa menyarankan mereka menggunakan bantal yang sedikit lebih tinggi untuk menjaga saluran udara tetap terbuka.
ilustrasi orang ngorok atau mendengkur.
5. Tidur lebih awal
Jika memungkinkan, cobalah untuk naik ke tempat tidur 15 hingga 20 menit lebih awal dari pasangan.
Jika Anda sudah berhasil memasuki fase tidur yang dalam (deep sleep) sebelum pasangan mulai mendengkur, kemungkinan besar Anda tidak akan mudah terbangun oleh suara di sekitar.
6. Pindah kamar saat darurat
Jangan menganggap tidur di kamar terpisah sebagai tanda keretakan hubungan.
Para ahli menyebutnya sebagai "Sleep Divorce", sebuah langkah fungsional demi kesehatan fisik dan mental.
Tidur di ruangan berbeda sesekali dapat membantu Anda memulihkan energi agar tetap produktif keesokan harinya.
7. Dorong pasangan untuk konsultasi medis
Penting untuk diingat bahwa mendengkur bukan sekadar masalah kebisingan, tetapi bisa menjadi gejala Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau gangguan pernapasan saat tidur.
Jika dengkuran disertai dengan henti napas sejenak atau rasa lelah berlebih di siang hari, ajaklah pasangan untuk memeriksakan diri ke dokter guna penanganan yang lebih tepat.
Tag: #tips #tetap #bisa #tidur #nyenyak #meski #pasangan #mendengkur #samping