Harga Emas Dunia Menguat Tipis Setelah Koreksi Tajam
- Harga emas dunia mengalami fluktuasi signifikan dalam dua hari terakhir. Setelah sempat ambruk pada Kamis (29/1/2026) akibat aksi ambil untung usai mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, harga emas kini kembali menguat tipis pada perdagangan Jumat (30/1/2026) pagi.
Mengutip Reuters, pada Kamis kemarin harga emas spot terkoreksi 1,3 persen ke level 5.330,20 dollar AS per troy ons pukul 13.30 waktu AS. Harga sempat jatuh lebih dari 5 persen ke posisi terendah harian di 5.109,62 dollar AS, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di angka 5.594,82 dollar AS.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga ditutup melemah 0,3 persen di posisi 5.318,40 dollar AS per troy ons.
Baca juga: Apakah Harga Emas Akan Terus Naik Sepanjang 2026?
Namun, memasuki perdagangan Jumat hingga pukul 06.18 WIB, harga emas di pasar spot tercatat menguat 0,30 persen ke posisi 5.409,64 dollar AS per troy ons, menandakan adanya minat beli kembali di pasar setelah koreksi tajam sebelumnya.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengungkapkan, aksi ambil untung cukup signifikan setelah emas mencapai rekor tertinggi. Namun harga emas masih menunjukkan potensi penguatan dalam jangka menengah.
Sepanjang Januari 2026, harga emas di pasar spot tercatat melesat sekitar 24 persen, dengan kenaikan 7 persen hanya dalam sepekan terakhir.
Performa ini menjadi penguatan bulanan terbaik sejak era 1980-an. Hal tersebut memicu UBS merevisi proyeksi harga emas menjadi 6.200 dollar AS per troy ons untuk tiga kuartal pertama 2026, sebelum diperkirakan turun ke level 5.900 dollar AS pada akhir tahun.
Baca juga: Harga Emas Terus Menanjak, Geopolitik Jadi Penentu Arah
Permintaan emas semakin meluas, mencakup investor kripto dan bank sentral. Direktur Utama GoldSilver Central, Brian Lan, menilai logam mulia kini menjadi sorotan utama karena investor mencari aset dengan potensi imbal hasil tinggi.
Ketegangan geopolitik turut menopang harga emas. Presiden AS Donald Trump menekan Iran untuk kembali ke meja perundingan nuklir, sementara Teheran mengancam pembalasan terhadap AS, Israel, dan sekutunya.
Dari sisi korporasi, CEO grup kripto Tether menyatakan akan mengalokasikan 10–15 persen portofolio investasinya ke emas fisik. Sementara itu, kepemilikan pada SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar dunia, mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.
Dalam ranah kebijakan moneter, Bank Sentral AS (The Fed) pada Rabu (28/1/2026) memutuskan mempertahankan suku bunga.
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 30 Januari 2026: Rp 3,48 Juta per Gram
Pasar kini menanti keputusan Presiden Trump terkait pengganti Ketua The Fed Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir Mei mendatang. Para pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya baru akan dilakukan pada Juni.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 2,1 persen ke 114,14 dollar AS per troy ons setelah sempat mencapai 121,64 dollar AS. Meski melemah, perak mencatat lonjakan lebih dari 60 persen sepanjang Januari, didorong defisit pasokan dan aksi beli spekulatif.
Analis Marex, Guy Wolf, menilai pasar perak, platinum, dan paladium relatif kecil dibandingkan emas atau indeks saham S&P 500, sehingga rentan terhadap spekulasi yang membuat harga bergerak jauh dari fundamental permintaan fisik.
Harga platinum spot juga melemah 3,2 persen ke 2.602,85 dollar AS per troy ons setelah mencetak rekor 2.918,80 dollar AS awal pekan ini. Sementara paladium turun 3,7 persen ke level 1.996,65 dollar AS per troy ons.
Tag: #harga #emas #dunia #menguat #tipis #setelah #koreksi #tajam