Pembuat Iklan Pop-Up Internet Mengaku Dosa ke Netizen
Ilustrasi Iklan pop-up. Iklan jenis ini kerap muncul tiba-tiba dan menutupi layar, mengganggu aktivitas pengguna yang sedang membaca atau menonton sesuatu. (inc.com)
09:06
30 Januari 2026

Pembuat Iklan Pop-Up Internet Mengaku Dosa ke Netizen

- Iklan pop-up menjadi salah satu simbol paling dibenci dalam sejarah internet. Iklan jenis ini kerap muncul tiba-tiba dan menutupi layar, mengganggu aktivitas pengguna yang sedang membaca atau menonton sesuatu.

Di sejumlah situs, iklan pop-up bahkan sulit ditutup. Tidak jarang, iklan tersebut mengarahkan pengguna ke situs lain tanpa izin, termasuk ke laman ilegal seperti judi online atau slot, yang semakin memperburuk pengalaman berselancar di internet.

Tokoh di balik lahirnya iklan pop-up, Ethan Zuckerman, pun mengakui inovasinya itu dibenci oleh pengguna internet.

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Pop Up Iklan di HP dan Tablet Samsung

Zuckerman bahkan menyebutnya sebagai sebuah “dosa besar” dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Pengakuan itu ia tuliskan dalam sebuah esai panjang berjudul The Internet’s Original Sin yang dimuat oleh The Atlantic pada 2014.

"Pada akhirnya, kami malah menciptakan salah satu alat yang paling dibenci dalam dunia periklanan, yaitu iklan pop-up," tulis Zuckerman dalam esainya.

“Sayalah yang menulis kode untuk membuka jendela dan menjalankan iklan di dalamnya. Saya minta maaf. Niat kami sebenarnya baik,” lanjut dia.

Cerita kelahiran iklan pop-up

Ilustrasi pencipta iklan pop-up, Ethan Zuckerman, melihat ciptaannya (iklan pop-up) mengganggu ketika berselancar di internet.Chloe Zola via Readers Digest Ilustrasi pencipta iklan pop-up, Ethan Zuckerman, melihat ciptaannya (iklan pop-up) mengganggu ketika berselancar di internet.

Zuckerman menceritakan bahwa ide iklan pop-up lahir pada akhir 1990-an, saat ia bekerja di startup teknologi Tripod.com. Platform meng-hosting halaman pribadi yang kala itu populer di kalangan lulusan baru perguruan tinggi.

Awalnya, Tripod bukanlah perusahaan yang bertumpu pada iklan. Perusahaan tersebut sempat mencoba berbagai model bisnis, mulai dari layanan berlangganan berbayar, penjualan produk, hingga kerja sama dengan penerbit buku dan majalah.

Namun, iklan pada akhirnya menjadi satu-satunya model bisnis yang mampu membuat Tripod bertahan, sekaligus mengantarkannya menuju proses akuisisi.

Untuk menarik pengiklan besar, tim Tripod kemudian mengembangkan cara baru agar iklan tidak langsung muncul di dalam halaman pengguna.

Baca juga: Sering Terganggu Iklan di HP Android? Coba Blokir dengan Cara Ini

Dari situlah konsep pop-up muncul, yakni iklan yang tampil di jendela terpisah tapi tetap menumpuk di atas halaman yang dibuka pengguna.

Zuckerman mengungkap, pemicu langsung lahirnya iklan pop-up adalah kepanikan sebuah perusahaan otomotif besar. Perusahaan tersebut keberatan karena iklannya muncul di halaman pengguna yang berisi konten dewasa.

Metode pop-up dianggap sebagai solusi agar iklan tetap tampil, tanpa terlihat memiliki keterkaitan langsung dengan isi halaman. Akhirnya, Zuckerman pun menulis kode untuk meluncurkan jendela dan menjalankan iklan di dalamnya. Lahirlah iklan pop-up yang kita kenal sekarang ini.

Pria yang kini bekerja sebagai akademisi di Universitas Massachusetts dan fokus pada topik Kebijakan Publik, Komunikasi, dan Informasi ini juga mengakui bahwa dampak jangka panjang inovasinya itu jauh lebih besar dari yang dibayangkan.

Pasalnya, iklan pop-up tidak hanya mengganggu pengalaman pengguna internetan, tetapi juga membuka jalan menuju era internet berbasis pelacakan. Demi menayangkan iklan yang lebih tepat sasaran, perilaku pengguna mulai dianalisis, dilacak, dan dimonetisasi secara masif.

Zuckerman menyebut praktik tersebut sebagai titik awal perubahan wajah internet, dari ruang berekspresi yang relatif bebas menjadi ekosistem yang dipenuhi pengawasan, baik oleh perusahaan teknologi, pengiklan, bahkan pihak-pihak lain.

Apa yang awalnya dimaksudkan sebagai solusi bisnis, pada akhirnya membentuk fondasi industri periklanan digital modern, yang hingga kini kerap dikritik karena dianggap terlalu invasif. Atas hal ini, Zuckerman pun meminta maaf kepada pengguna internet, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari FastCompany.

Tag:  #pembuat #iklan #internet #mengaku #dosa #netizen

KOMENTAR