Cerita di Balik Tantangan dan Sibuknya Biro Jodoh Chindo Match
– Mengurus satu orang yang sedang galau soal jodoh saja sudah cukup menyita energi. Apalagi jika yang dihadapi bukan satu atau dua, melainkan lebih dari seribu orang dengan cerita hidup, selera, dan standar pasangan yang beragam. Dari yang ingin serius menikah, sampai yang masih trauma tapi “siapa tahu cocok”.
Di titik inilah Chindo Match bekerja. Bukan sekadar biro jodoh, melainkan semacam ruang temu bagi 1.059 anggota yang sama-sama ingin mencari pasangan, tanpa drama aplikasi kencan yang serba cepat dan sering bikin lelah.
Di balik proses mempertemukan dua orang, ada tanggung jawab besar yang harus dijaga: mulai dari kepercayaan anggota, keamanan data pribadi, hingga mengelola ekspektasi bahwa jodoh bukan barang instan yang bisa dikirim besok pagi.
Di Chindo Match, cinta memang diupayakan, tapi tetap dengan kaki menapak realita, bahwa cocok itu proses, bukan hasil sekali swipe.
Tantangan dari menjadi penyedia titik temu para lajang disadari oleh Co-Founder Cindo Match, Angeline Chandra.
“Ngurus seribu orang itu enggak mudah ya, belum lagi menaruh kepercayaan pada peserta yang mungkin takut dapet yang zonk,” kata Angeline saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Setiap peserta datang membawa harapan, trauma, bahkan rasa lelah dari pengalaman mencari pasangan sebelumnya.
Ada yang sudah terlalu sering kecewa, ada yang masih ragu membuka hati, dan ada pula yang ingin cepat menemukan pasangan hidup.
Tantangan Cindo Match dalam menghadapi para peserta
Mengelola ekspektasi di tengah latar belakang yang berbeda
Co-Founder Cindo Match, Angeline Chandra saat ditemui Kompas.com di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Bagi Angeline, salah satu tantangan terbesarnya adalah mengingatkan pada anggota bahwa tidak semua pertemuan akan langsung berujung pada kecocokan.
“Saya selalu mengingatkan pada anggota kami, kemungkinan untuk dapat yang tidak sesuai dengan kita itu selalu ada karena mereka datang dari latar belakang yang berbeda,” ujar dia.
Di sinilah Cindo Match mencoba bersikap jujur sejak awal. Mencari pasangan bukan seperti berbelanja barang yang bisa dipilih sesuai keinginan, lalu langsung cocok.
Ada banyak faktor yang tidak bisa diprediksi, seperti perbedaan karakter, cara komunikasi, nilai hidup, hingga kesiapan emosional masing-masing orang.
Pendekatan ini membuat Cindo Match tidak menjual mimpi manis semata. Mereka tidak menjanjikan bahwa setiap orang pasti akan langsung menemukan jodohnya.
Yang ditawarkan adalah ruang untuk berkenalan dengan lebih aman, terarah, dan terbuka.
“Ketika mendaftar, kami juga minta data diri lengkap dan KTP untuk memverifikasi kebenaran data,” tutur Angeline.
Proses ini menjadi pondasi penting agar setiap orang yang masuk ke dalam komunitas Cindo Match adalah pribadi yang nyata, bukan akun palsu atau identitas fiktif.
Seleksi ketat demi rasa aman peserta
Suasana area Jodoh Market yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Kepercayaan adalah modal utama dalam layanan cari jodoh. Tanpa rasa aman, orang akan ragu membuka diri.
Itulah mengapa Angeline menegaskan bahwa setiap peserta yang bergabung sudah melalui proses seleksi.
“Tetapi, setiap peserta atau anggota komunitas yang bergabung, pasti sudah kami seleksi ketat dan terverifikasi kebenaran datanya,” terangnya.
Proses verifikasi ini menjadi pembeda besar antara Cindo Match dan banyak dating apps.
Jika di aplikasi kencan orang bisa dengan mudah memalsukan identitas, di Cindo Match hal itu dipersempit lewat pemeriksaan data dan KTP.
Langkah ini bukan hanya soal administrasi, tapi juga tentang membangun rasa saling percaya.
Peserta datang dengan keyakinan bahwa orang-orang yang mereka temui di sini adalah pribadi yang sungguh-sungguh ingin mencari pasangan, bukan sekadar main-main.
Di tengah maraknya kasus penipuan berkedok asmara, pendekatan ini terasa semakin relevan.
Bukan menjamin jodoh, tapi membuka kesempatan
Suasana area Jodoh Market yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Angeline juga menekankan satu hal penting, Cindo Match bukan pabrik pencetak jodoh.
“Saya memang tidak bisa menjamin pasti dapat jodoh dari layanan ini, tapi apa salahnya untuk mencoba berkenalan dulu. Kalau enggak cocok, sampaikan saja, no hard feelings,” imbuhnya.
Kalimat ini terasa sederhana, tapi justru menenangkan. Ia mengajak peserta untuk melihat proses mencari pasangan sebagai perjalanan, bukan target yang harus langsung tercapai.
Bagi banyak orang, kegagalan dalam perkenalan sering kali terasa menyakitkan. Namun, Cindo Match mencoba menggeser sudut pandang itu.
Tidak cocok bukan berarti gagal, melainkan bagian dari proses mengenal diri sendiri dan orang lain.
Di sini, peserta diajak untuk jujur pada perasaannya. Jika tidak cocok, tidak perlu memaksakan. Jika ingin berhenti, bisa disampaikan secara terbuka. Budaya komunikasi yang sehat inilah yang ingin dibangun.
Menjadi jawaban bagi yang lelah dengan dating apps
Suasana area Jodoh Market yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Tak bisa dipungkiri, banyak anggota Cindo Match datang dengan satu cerita yang sama, lelah dengan dating apps.
“Banyak anggota itu merasa sudah capek main dating apps karena banyak scam, entah dari foto atau niatan menipu. Harapannya dengan jasa ini bisa bantu mereka untuk mendapat pasangan dengan lebih terpercaya,” pungkas Angeline.
Kelelahan itu bukan hanya soal waktu yang terbuang, tapi juga soal energi emosional.
Terlalu sering berharap, lalu kecewa. Terlalu sering bertemu orang yang tidak sesuai ekspektasi, bahkan ada yang merasa tertipu.
Cindo Match mencoba menjadi ruang yang lebih aman. Dengan proses seleksi, verifikasi data, dan pendekatan komunitas, peserta merasa mereka tidak sendirian.
Ada sistem yang membantu menyaring, ada tim yang menjaga, dan ada nilai kejujuran yang dijunjung.
Bagi Angeline, setiap peserta adalah amanah. Mereka bukan sekadar angka atau data, tapi manusia dengan harapan besar tentang masa depan.
Ada yang ingin menikah, ada yang ingin membangun keluarga, ada pula yang hanya ingin menemukan pasangan yang bisa diajak bertumbuh bersama.
Tag: #cerita #balik #tantangan #sibuknya #biro #jodoh #chindo #match