IBC: Kapasitas SDM  Kunci Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi sumber daya manusia (FREEPIK/MACROVECTOR)
22:20
26 Januari 2026

IBC: Kapasitas SDM Kunci Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

- Indonesian Business Council (IBC) menyatakan, penguatan human capability atau kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor paling krusial dalam mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Chief Operating Officer (COO) IBC William Sabandar menyampaikan, IBC secara konsisten membangun dialog dengan berbagai asosiasi bisnis seperti Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Kolaborasi ini diarahkan untuk merancang sebuah movement peningkatan produktivitas yang berjalan seiring dengan agenda pemerintah, khususnya bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Kami melihat isu produktivitas ini sangat erat kaitannya dengan human capability,” kata William di Jakarta, Senin (26/1/2026). “Indonesia punya segalanya, termasuk sumber daya alam, tapi kalau capability-nya tidak dibangun, itu akan menjadi gap,” ujar William.

Menurutnya, peran sektor swasta menjadi sangat penting dalam menutup kesenjangan tersebut.

Oleh karena itu, melalui pertemuan rutin lintas asosiasi, IBC mendorong terbentuknya gerakan bersama untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

“Kami merancang sebuah movement untuk improving atau increasing productivity, dan kami melihat private sector punya peran yang sangat besar di sini,” katanya.

Sejalan dengan itu, IBC bersama pemerintah juga membentuk task force guna mendorong inisiatif-inisiatif nyata yang dapat langsung diimplementasikan.

William menekankan, target pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak dapat dicapai jika hanya mengandalkan peran pemerintah semata. “Untuk mendorong pertumbuhan tinggi, ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah alone,” jelas dia.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi optimal di tengah ketidakpastian global, IBC menggelar Indonesia Economic Summit (IES) 2026.

Forum ini tidak hanya menghasilkan masukan reformasi kebijakan bagi pemerintah, tetapi juga melahirkan sejumlah inisiatif konkret yang melibatkan sektor swasta secara aktif.

William menjelaskan, “Karena itu kami bekerja sama dengan Bappenas untuk mendorong satu sesi khusus, dan mudah-mudahan bisa menghasilkan inisiatif-inisiatif produktivitas yang akan dijalankan oleh sektor swasta bersama pemerintah di bawah koordinasi Bappenas,” pungkasnya.

IES 2026 akan digelar pada 3–4 Februari 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Forum tersebut juga akan menghadirkan sekitar 100 pembicara dari Indonesia dan berbagai negara.

Dari dalam negeri, forum ini akan dihadiri antara lain oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Selain itu, sejumlah menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga perwakilan Danantara.

Dari internasional, hadir pula pimpinan lembaga global, investor, dan sovereign wealth fund dari Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Utara, termasuk perwakilan Bank Dunia, OECD, ADB, AIIB, EIB, serta sovereign fund seperti Khazanah dan Mubadala.

Tag:  #kapasitas #kunci #produktivitas #pertumbuhan #ekonomi

KOMENTAR