Holding BUMN Farmasi Mau Dirombak, Kimia Farma Lepas dari Bio Farma
- Danantara Indonesia akan merombak struktur holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi pada tahun ini. Nantinya PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan dilepas dari PT Bio Farma (Persero).
Melalui skema tersebut, Kimia Farma akan langsung berada di bawah kendali Danantara. Sementara untuk skema pengelolaan PT Kimia Farma Apotek (KFA), anak usaha Kimia Farma, masih dalam tahap kajian.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan, ke depannya Bio Farma tidak lagi menjadi induk perusahaan bagi Kimia Farma maupun Kimia Farma Apotek. Langkah ini diambil karena masing-masing entitas memiliki model bisnis yang berbeda.
"Kimia Farma akan langsung berada di bawah Danantara. Untuk Kimia Farma Apotek saat ini masih kami review apakah akan dibuat independen," ujar Dony dalam acara diskusi di Plataran, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Bos Danantara Ungkap Sederet Masalah di Balik Kerugian Kimia Farma
PT Kimia Farma Tbk (KAEF)Menurut Dony, Bio Farma akan difokuskan pada pengembangan riset dan produksi vaksin. Induk BUMN sektor farmasi ini memiliki basis utama pada kegiatan riset, yang diharapkan lebih berfokus pada pengembangan vaksin-vaksin baru.
Sedangkan Kimia Farma bergerak di bidang manufaktur obat. Tantangan utamanya mencakup kemampuan memproduksi obat, memasarkan agar produknya terserap pasar, serta mengoptimalkan utilisasi pabrik untuk menekan biaya pokok produksi (COGS).
Sementara Kimia Farma Apotek menjalankan bisnis ritel farmasi. Fokusnya pada pemilihan lokasi yang strategis, perhitungan jumlah pelanggan di wilayahnya, hingga pengembangan basis data pelanggan untuk mendukung kinerja bisnis.
"Ke depannya kita mereview bisnis model dari Kimia Farma Apotik, menjadi lebih modern, sehingga SKU (stock keeping unit/jenis produk)-nya tidak hanya obat saja, tetapi juga masuk ke hal-hal yang beauty dan lain-lain," ucapnya.
Baca juga: Kimia Farma Apotek Lakukan Restrukturisasi Keuangan dengan 5 Bank
Selain memperjelas fokus bisnis, transformasi ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja BUMN farmasi. Dony menilai, salah satu tantangan utama Kimia Farma Apotek saat ini adalah belum optimalnya integrasi sistem digital, meski memiliki ribuan gerai.
Dia menuturkan, selama ini perusahaan belum memiliki sistem teknologi informasi yang memadai untuk memantau stok, jenis produk, hingga tingkat penjualan di setiap apotek.
"Kita tidak punya sistem IT technology. Sekarang kita sedang melakukan proses mendata ulang, dan mengimplementasikan teknologi IT system di Kimia Farma Apotik," kata Dony.
Ia meyakini, dengan pengelolaan yang lebih profesional dan fokus pada kompetensi inti, keberadaan BUMN farmasi dapat berperan menurunkan harga obat di dalam negeri
"Industri obat ini sangat dibutuhkan di Indonesia, maka untuk kemudian kita bisa menurunkan harga obat, tentunya melalui keberadaan BUMN ini," ucapnya.
Tag: #holding #bumn #farmasi #dirombak #kimia #farma #lepas #dari #farma