Kronologi Pegawai Dipecat gara-gara Tak Ikut Acara Makan-makan Kantor
- Sebuah kasus sengketa ketenagakerjaan unik terjadi di China.
Pasalnya, seorang pegawai dipecat hanya karena menolak permintaan atasan untuk ikut dalam acara makan malam tahunan perusahaan.
Kini, pegawai tersebut berhasil memenangkan gugatan.
Pengadilan menyatakan, pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan tidak sah dan melanggar hukum.
Lantas, bagaimana kronologi kasus tersebut?
Baca juga: Kesal Bonus Akhir Tahun Dipotong, Karyawan Bunuh Bos di Apartemen
Kronologi Pemecatan
Dikutip dari VN Express, kasus ini bermula saat seorang karyawan pria diminta oleh pihak manajemen untuk memberikan penampilan di panggung dalam acara makan-makan tahunan.
Namun, pria tersebut menolak permintaan itu dengan alasan masih memiliki beban pekerjaan yang harus diselesaikan.
Pihak manajemen ternyata tersinggung dan menilai sikap pria tersebut tidak sopan. Sehari setelah penolakan itu, ia langsung menerima surat PHK.
Pihak perusahaan berdalih bahwa penolakan karyawan tersebut adalah bentuk pembangkangan terhadap aturan internal.
Mereka mengategorikan tindakan itu sebagai kasus indisipliner yang serius.
Baca juga: Karyawan di Perusahaan Ini Bisa Dapat Apartemen Gratis jika Bertahan sampai 5 Tahun
Menang di Meja Hijau
Tak terima dengan keputusan sepihak tersebut, pegawau itu menempuh jalur hukum melalui proses arbitrase perburuhan. Kasus ini pun bergulir hingga ke meja hijau.
Dikutip dari Mothership, setelah melalui tahapan arbitrase, putusan pengadilan tingkat pertama, hingga mediasi di tingkat kedua, hakim akhirnya berpihak pada karyawan.
Pengadilan memutuskan bahwa pemecatan tersebut melanggar hukum ketenagakerjaan.
Atas putusan itu, perusahaan diwajibkan untuk memberikan kompensasi kepada mantan pegawainya.
Baca juga: Pegawai Dipecat karena Tak Hadiri Makan-makan Kantor, padahal Banyak Kerjaan
Sorotan serikat pekerja
Ilustrasi makan-makan
Kasus ini diungkap ke publik oleh Serikat Pekerja Shenzhen sebagai pengingat bagi para pemberi kerja.
Mereka menegaskan bahwa perusahaan harus bisa membedakan antara kewajiban kerja dan aktivitas sosial.
"Pengusaha tidak seharusnya menggunakan acara tahunan sebagai alasan menjatuhkan sanksi indisipliner," demikian pernyataan resmi serikat tersebut.
Menurut mereka, acara seperti rapat tahunan atau makan bersama yang tidak bersifat wajib dan tidak memiliki ketentuan sanksi bagi yang absen, harus dipandang sebagai hak, bukan kewajiban profesional.
Serikat Pekerja Shenzhen juga menekankan bahwa setiap karyawan memiliki hak untuk menolak kegiatan non-wajib tanpa perlu merasa terancam oleh sanksi apa pun, mulai dari pemotongan gaji hingga pemecatan.
(Sumber: Kompas.com/Aditya Jaya Iswara)
Tag: #kronologi #pegawai #dipecat #gara #gara #ikut #acara #makan #makan #kantor