Kemenkes Catat Kasus Influenza Nasional Menurun dalam Dua Bulan Terakhir
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat tren kasus influenza di Tanah Air mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.
Kondisi ini terpantau meski influenza A(H3) masih menjadi varian yang dominan berdasarkan hasil surveilans nasional.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa penurunan tersebut terlihat dari pemantauan kasus influenza yang dilakukan secara rutin melalui sistem surveilans nasional.
“Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir,” ujar dr. Prima dalam keterangan resmi Kemenkes, dikutip pada Jumat (2/1/2025).
Varian A(H3) masih dominan
Berdasarkan hasil surveilans, influenza A(H3) menjadi varian yang paling banyak ditemukan di Indonesia.
Meski demikian, Kemenkes menegaskan tidak terdapat peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.
Subclade K dari influenza A(H3N2) sendiri telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Kasus subclade K tersebar di delapan provinsi
Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Provinsi dengan jumlah kasus terbanyak meliputi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Mayoritas kasus tercatat pada kelompok perempuan dan usia anak. Meski demikian, Kemenkes menilai situasi influenza nasional masih dalam kondisi terkendali.
Ilustrasi superflu. 4 kelompok anak yang berisiko tinggi jika terkena superflu.
Hasil WGS tak temukan varian baru
Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa secara nasional, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini masih bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Secara global, influenza A(H3) memang dilaporkan meningkat di sejumlah negara, terutama di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025 seiring masuknya musim dingin. Namun, tren kasus di kawasan Asia justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
Kemenkes perkuat surveilans dan pencegahan
Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan dalam merespons dinamika perkembangan influenza, baik di tingkat nasional maupun global.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.
Vaksin influenza dinilai tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, hingga kematian akibat influenza.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari, masyarakat disarankan segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
Tag: #kemenkes #catat #kasus #influenza #nasional #menurun #dalam #bulan #terakhir