Apa Bedanya Superflu dengan Flu Biasa? Ini Penjelasannya
Gejala infeksi virus hanta.(Freepik/Prostooleh)
20:06
31 Desember 2025

Apa Bedanya Superflu dengan Flu Biasa? Ini Penjelasannya

Istilah superflu belakangan ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza di sejumlah negara.

Banyak orang mengaitkannya dengan flu yang terasa lebih berat, menular cepat, dan menyebabkan gejala yang lebih lama dibandingkan flu biasa.

Namun, apakah superflu benar-benar penyakit baru? Atau hanya istilah populer untuk menggambarkan kondisi influenza yang sedang melonjak?

Apa itu superflu?

Dalam literatur medis, tidak ada diagnosis bernama superflu.

Dikutip dari Today, lembaga kesehatan seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut bahwa istilah ini umumnya merujuk pada musim influenza dengan tingkat penularan tinggi, sering kali dipicu oleh dominasi virus influenza A, seperti subtipe H3N2.

Ketua Pengurus Pusat IDAI DR. Dr. Piprim Basarah Yanuarso juga mengatakan hal yang sama.

Ia menjelaskan bahwa superflu bukan merupakan terminologi medis, melainkan istilah yang kerap dipakai oleh orang awam yang menggambarkan infeksi influenza A H3N2 subclade K.

Pada musim tertentu, virus influenza dapat menyebar lebih cepat atau menyebabkan gejala yang terasa lebih berat, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit kronis.

Kondisi inilah yang kemudian populer disebut sebagai superflu, meskipun secara biologis tetap merupakan influenza biasa.

Perbedaan superflu dan flu biasa

Agar tidak keliru, penting membedakan antara influenza, yang sering disebut sebagai superflu, dengan flu biasa (common cold).

  • Penyebab penyakit

Flu biasa disebabkan oleh ratusan jenis virus, dengan rhinovirus sebagai penyebab paling umum.

Sementara itu, influenza disebabkan secara spesifik oleh virus influenza, terutama tipe A dan B.

  • Gejala yang muncul

Flu biasa umumnya menimbulkan gejala ringan seperti hidung meler atau tersumbat, bersin, batuk ringan, dan sakit tenggorokan. Demam jarang terjadi pada orang dewasa.

Sebaliknya, influenza termasuk yang kerap disebut superflu, biasanya datang secara tiba-tiba dengan gejala yang lebih berat, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering, menggigil, dan kelelahan ekstrem.

Ilustrasi flu. Kasus flu meningkat tajam dan ramai disebut ?super flu?, namun dokter menegaskan kondisi ini disebabkan varian yang lebih mudah menular, bukan virus baru.Freepik/benzoix Ilustrasi flu. Kasus flu meningkat tajam dan ramai disebut ?super flu?, namun dokter menegaskan kondisi ini disebabkan varian yang lebih mudah menular, bukan virus baru.

Apakah superflu cepat menular?

Varian subclade K diketahui memiliki kemampuan evolusi yang tinggi.

Hal tersebut membuat virus lebih cepat menular, sehingga berisiko meningkatkan jumlah kasus influenza di masyarakat, seperti di Amerika Serikat.

Lonjakan kasus ini sering dipengaruhi oleh faktor seperti penurunan kekebalan tubuh pascapandemi, rendahnya cakupan vaksinasi flu, atau mutasi kecil pada virus influenza yang membuatnya lebih mudah menular.

Cara mencegah influenza dan flu biasa

Pencegahan tetap menjadi langkah utama untuk menurunkan risiko tertular, baik flu biasa maupun influenza. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara rutin
  • Menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan
  • Menerapkan etika batuk dan bersin
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup dan gizi seimbang
  • Mendapatkan vaksin influenza tahunan, terutama bagi kelompok berisiko

CDC menegaskan bahwa vaksin flu tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah influenza berat dan komplikasinya.

Kapan harus ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, sesak napas, nyeri dada, muntah hebat, atau gejala flu yang memburuk setelah beberapa hari.

Penanganan medis yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi serius akibat influenza.

Tag:  #bedanya #superflu #dengan #biasa #penjelasannya

KOMENTAR