Kasus Super Flu Meningkat, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi flu. Kasus flu meningkat tajam dan ramai disebut ?super flu?, namun dokter menegaskan kondisi ini disebabkan varian yang lebih mudah menular, bukan virus baru.(Freepik/benzoix)
17:36
30 Desember 2025

Kasus Super Flu Meningkat, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

- Meningkatnya kasus yang disebut sebagai Super Flu di Amerika Serikat belakangan ini menjadi perhatian para ahli kesehatan dunia. 

Meski istilah super flu kerap digunakan masyarakat awam, para pakar menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah diagnosis medis resmi. 

Namun, istilah ini merujuk pada infeksi virus influenza A H3N2 subklade K yang dinilai lebih agresif dan cepat menular dibandingkan flu musiman biasa.

Gejala Super Flu yang harus diwaspadai

Apa itu Super Flu?

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan, super flu bukan istilah yang diakui secara ilmiah di dunia medis.

“Super flu bukan merupakan terminologi medis. Istilah ini sering dipakai masyarakat untuk menggambarkan infeksi influenza A H3N2 subklade K,” ujar Piprim, seperti dilansir dari laporan Kompas.com sebelumnya, Selasa (30/12/2025).

Menurut Piprim, virus ini menjadi perhatian karena dinilai mampu menembus kekebalan yang sudah terbentuk sebelumnya, baik dari infeksi flu sebelumnya maupun dari vaksin.

Gejala Super Flu yang perlu diwaspadai

Baik pakar di Indonesia maupun Amerika Serikat menekankan bahwa gejala super flu umumnya mirip dengan influenza A pada umumnya, namun sering kali terasa lebih berat dan muncul secara mendadak.

Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr. Nastiti Kaswandani, gejala yang kerap muncul meliputi:

- Demam tinggi

- Kelelahan berat

- Nyeri otot atau myalgia

- Menggigil

- Pilek atau hidung tersumbat

- Nyeri tenggorokan

Sementara itu, ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Andrew Pekosz, Ph.D. menjelaskan, strain H3N2 memang dikenal lebih berat, terutama pada anak-anak dan lansia.

“H3N2 umumnya dianggap lebih parah di semua kelompok usia, terutama pada lansia dan anak-anak kecil. Ketika kami melihat aktivitas H3N2 di tahap awal, ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Pekosz, disadur dari TODAY.

Ia menambahkan, gejala flu akibat mutasi H3N2 subklade K dapat terasa sangat intens. Gejalanya seolah-olah menggambarkan kelelahan ekstrem dan hal ini sering dialami pasien

“Gejalanya muncul tiba-tiba dan rasanya seperti ditabrak truk,” katanya.

Gejala lain yang juga banyak dikeluhkan meliputi sakit kepala, batuk, hidung berair, hingga panas dingin hebat. Kondisi ini kerap membuat penderitanya tidak mampu beraktivitas selama beberapa hari.

Mengapa disebut lebih berbahaya?

Dr. Nastiti menambahkan, salah satu alasan virus ini dijuluki super flu adalah kecepatan penularannya.

“Cara penularannya melalui droplet atau percikan ludah, batuk, hingga bersin, atau kontak langsung dengan cairan napas yang terinfeksi. Penularannya sangat cepat,” kata Nastiti.

Ia menjelaskan, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada dua hingga tiga orang di sekitarnya. 

Bahkan, para ahli di Amerika menduga angka penularannya bisa lebih tinggi, meski masih membutuhkan penelitian lanjutan.

Mirip Covid-19 dan perlu waspada

Para ahli juga mengingatkan bahwa gejala super flu bisa sangat mirip dengan Covid-19 maupun infeksi virus pernapasan lainnya. 

Oleh karena itu, test menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis. Pekosz menekankan bahwa flu bukanlah penyakit ringan.

“Flu bukan sekadar pilek. Flu bisa sangat parah,” tegasnya.

Dalam kebanyakan kasus, flu dapat sembuh dalam waktu lima hingga tujuh hari.  Namun, jika disertai demam tinggi berkepanjangan, tanda dehidrasi, atau kesulitan bernapas, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis.

Pentingnya PHBS dan kewaspadaan dini

Menghadapi peningkatan kasus ini, dr. Piprim menekankan pentingnya kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sebagaimana yang telah dipraktikkan selama pandemi Covid-19.

“Pada prinsipnya, setiap penyakit menular hal pertama yang harus kita kerjakan adalah PHBS,” kata Piprim.

Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, memakai masker saat sakit, dan menghindari kerumunan dinilai masih sangat relevan untuk menekan penularan super flu.

Dengan memahami gejala sejak dini dan meningkatkan kewaspadaan, masyarakat diharapkan dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya dari dampak flu yang tidak bisa dianggap sepele ini.

Tag:  #kasus #super #meningkat #gejala #yang #perlu #diwaspadai

KOMENTAR