Seorang Pria di Inggris Alami Stroke Usai Konsumsi Minuman Energi Berlebihan, Ini Alasannya
Seorang pria berusia 54 tahun, pekerja gudang asal Sherwood, Nottingham, Inggris, dilaporkan mengalami stroke setelah mengonsumsi minuman energi secara berlebihan.
Dikutip dari CNN International, pria tersebut diketahui rutin mengonsumsi minuman energi dalam jumlah besar setiap hari.
Padahal, sebelum kejadian, ia tidak memiliki riwayat penyakit serius dan menjalani gaya hidup yang tergolong sehat.
Ia disebut rutin berolahraga lari, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, serta tidak menggunakan narkoba.
Namun, suatu hari ia tiba-tiba mengalami kelemahan pada sisi kiri tubuh, mati rasa, dan kesulitan bergerak.
Pemeriksaan medis menunjukkan tekanan darahnya sangat tinggi, yakni sekitar 254/150 mmHg.
"Tekanan darahnya sangat tinggi, tetapi secara fisik ia tampak sangat sehat. Inilah mengapa hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap," ujar Dr. Sunil Munshi, dokter konsultan di Nottingham University Hospitals NHS Trust, dikutip dari CNN International, Senin (29/12/2025).
Konsumsi minuman energi dalam jumlah ekstrem
Gejala stroke ringan berupa kelemahan pada lengan atau salah satu sisi tubuh.
Berdasarkan laporan medis, pria tersebut mengonsumsi beberapa kaleng minuman energi setiap hari dalam jangka waktu tertentu.
Jumlah ini jauh melampaui batas asupan kafein harian yang direkomendasikan.
Beberapa jenis minuman energi diketahui dapat mengandung hingga 500 miligram kafein per sajian.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan teh yang rata-rata mengandung sekitar 30 miligram kafein dan kopi sekitar 90 miligram.
Penulis utama studi, Dr. Martha Coyle, dokter residen di Nottingham University Hospitals NHS Trust, menjelaskan bahwa pedoman di Inggris merekomendasikan batas konsumsi kafein harian sekitar 400 miligram, setara dengan dua hingga empat cangkir kopi.
Namun, dalam kasus ini, pria tersebut diperkirakan mengonsumsi sekitar 1.200 hingga 1.300 miligram kafein per hari, atau hampir tiga kali lipat dari batas yang dianjurkan.
Tak hanya kafein, kandungan lain ikut berperan
Menurut para dokter, risiko kesehatan dari minuman energi tidak hanya berasal dari kafein.
Minuman ini juga mengandung berbagai zat lain seperti taurin, gula dalam jumlah tinggi, serta senyawa stimulan tambahan.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa kombinasi zat-zat ini dapat memengaruhi sistem kardiovaskular, termasuk tekanan darah, detak jantung, serta proses pembekuan darah.
Dokter Coyle menyebutkan bahwa konsumsi minuman energi dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan aktivitas trombosit, yaitu sel darah yang berperan dalam pembekuan.
Aktivitas trombosit yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah, yang pada kondisi tertentu dapat memicu stroke.
"Ketika trombosit menggumpal, terutama dalam kondisi glukosa tinggi, hal itu dapat menyebabkan pembekuan darah," ungkapnya.
"Anak muda sering bersedia mencoba minuman energi, terutama jika dikombinasikan dengan obat-obatan lain seperti kokain atau metamfetamin, yang memiliki efek serupa, dan semua obat-obatan ini bersama-sama dapat menyebabkan kekacauan," jelas Dokter Coyle.
Selain itu, lonjakan tekanan darah secara ekstrem juga dapat merusak pembuluh darah, terutama di otak, sehingga memperbesar risiko terjadinya stroke meski pada orang yang sebelumnya tampak sehat.
Dampak jangka panjang bagi kesehatan
Minuman energi umumnya mengandung kafein dalam kadar tinggi, gula, taurin, serta vitamin dan bahan herbal.
Meski sebagian bahan tersebut aman jika dikonsumsi dalam batas wajar, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping serius.
Kafein bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat.
Dalam dosis tinggi, kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, gangguan irama jantung, kecemasan, hingga gangguan tidur.
Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memberi beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah.
Sementara itu, kandungan gula yang tinggi juga dapat memicu lonjakan gula darah dan berdampak buruk pada kesehatan pembuluh darah dalam jangka panjang.
Siapa yang perlu lebih waspada?
Para ahli mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki toleransi yang sama terhadap kafein.
Remaja, penderita hipertensi, orang dengan gangguan jantung, ibu hamil, serta individu yang sensitif terhadap kafein termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati.
Tag: #seorang #pria #inggris #alami #stroke #usai #konsumsi #minuman #energi #berlebihan #alasannya