Kasus 'Super Flu' di New York Melonjak, Kunjungan UGD Tertinggi dalam 10 Tahun
Ilustrasi flu. Kasus flu meningkat tajam dan ramai disebut ?super flu?, namun dokter menegaskan kondisi ini disebabkan varian yang lebih mudah menular, bukan virus baru.(Freepik/benzoix)
13:12
29 Desember 2025

Kasus 'Super Flu' di New York Melonjak, Kunjungan UGD Tertinggi dalam 10 Tahun

Lonjakan kasus influenza tengah terjadi di New York City dan menjadi yang terparah dalam satu dekade terakhir.

Dikutip dari New York Post, data awal rumah sakit yang dihimpun melalui sistem pengawasan sindromik kota menunjukkan bahwa jumlah kunjungan ke unit gawat darurat (UGD) akibat gejala flu pada pekan 20 Desember menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun.

Fenomena ini membuat banyak pihak menyebutnya sebagai “super flu”.

Meski bukan istilah medis resmi, para pakar menilai lonjakan kali ini patut diwaspadai karena penyebarannya sangat cepat dan berdampak besar pada layanan kesehatan.

“Kami belum mencapai puncaknya,” ujar Dr. Caitlin Rivers, epidemiolog penyakit menular dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, kepada The New York Times, dikutip pada Senin (29/12/2025).

Menurutnya, tren peningkatan kasus masih berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Lonjakan terjadi di hampir seluruh wilayah kota

Musim flu tahun ini dimulai lebih awal dan terus meningkat sepanjang Desember.

Data menunjukkan lonjakan kasus terjadi di hampir seluruh wilayah New York City.

Di Manhattan, jumlah kasus flu melonjak hingga 104 persen pada periode 6–13 Desember.

The Bronx mencatat kenaikan 98 persen, disusul Staten Island sebesar 75 persen, Queens 65 persen, dan Brooklyn 58 persen.

Dalam satu pekan terakhir saja, tercatat 9.857 kunjungan ke UGD untuk penyakit yang dikategorikan sebagai flu-like illness atau penyakit mirip flu.

Angka ini melampaui jumlah kunjungan pada musim flu 2017–2018 maupun 2024–2025, yang sebelumnya oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) diklasifikasikan sebagai musim flu dengan tingkat keparahan tinggi.

Tak hanya itu, hasil tes laboratorium juga menunjukkan hal serupa.

Pada pekan kedua Desember, New York City mencatat 24.607 hasil tes flu positif, lebih tinggi dibandingkan minggu mana pun pada musim flu tahun sebelumnya.

Tingkat kehadiran siswa di sekolah pun dilaporkan menurun menjelang libur Natal.

Penyebab “super flu” tahun ini

Ilustrasi anak sakit.FREEPIK Ilustrasi anak sakit.

Para ahli menilai ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap parahnya musim flu tahun ini.

Salah satunya adalah menurunnya angka vaksinasi flu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, efektivitas vaksin flu musim ini lebih rendah dari perkiraan. Vaksin flu diproduksi enam hingga sembilan bulan sebelumnya berdasarkan prediksi ilmiah terhadap strain yang akan dominan.

Namun, virus flu terus bermutasi, sehingga tidak selalu selaras dengan vaksin yang tersedia.

Tahun ini, lonjakan kasus dipicu oleh subclade K, mutasi dari virus influenza A (H3N2). Sayangnya, vaksin flu musim ini tidak sepenuhnya cocok dengan strain dominan tersebut.

Biasanya, vaksin flu memiliki efektivitas sekitar 40–60 persen. Namun pada musim ini, efektivitasnya pada orang dewasa diperkirakan hanya 32–39 persen.

Meski demikian, efektivitas vaksin pada anak-anak dilaporkan lebih tinggi, yakni 72–75 persen.

“Strain dominan tahun ini tidak terlalu selaras dengan vaksin, sehingga lebih banyak orang yang rentan tertular flu,” kata Neil Maniar, Direktur Program Magister Kesehatan Masyarakat di Northeastern University.

Gejala dan langkah pencegahan kasus flu

Gejala flu yang dilaporkan tahun ini umumnya serupa dengan musim sebelumnya, seperti demam, kelelahan, nyeri otot, menggigil, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, hingga gangguan pencernaan seperti muntah dan diare.

Meski efektivitas vaksin lebih rendah, para ahli tetap merekomendasikan vaksinasi flu sebagai langkah perlindungan, terutama untuk mencegah gejala berat dan komplikasi.

Jika sudah terinfeksi, penderita disarankan cukup beristirahat, minum banyak cairan, serta mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri sesuai anjuran.

Segera periksakan diri ke dokter jika muncul sesak napas, atau bila kondisi tidak membaik setelah beberapa hari.

Lonjakan flu di New York menjadi pengingat bahwa influenza bukan penyakit ringan dan tetap memerlukan kewaspadaan, terutama di tengah musim penularan yang masih berpotensi meningkat.

Tag:  #kasus #super #york #melonjak #kunjungan #tertinggi #dalam #tahun

KOMENTAR