Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Agar Gigi Tidak Ompong pada Orang Dewasa
- Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa gigi goyang hanya terjadi pada anak-anak yang sedang mengalami pergantian gigi susu. Namun, pada orang dewasa, kondisi ini bisa jadi tanda gangguan serius di kesehatan gigi dan gusi.
Jika gigi terasa longgar tanpa cedera atau benturan, kondisi ini harus diwaspadai. Karena itu bisa berkaitan dengan kerusakan jaringan penyangga gigi.
Pada usia dewasa, gigi goyang sering disebabkan penyakit gusi bernama periodontitis. Infeksi ini menyerang gusi dan merusak tulang yang menopang gigi secara perlahan. Jika penyangga gigi melemah, maka gigi kehilangan kestabilannya.
Kerusakan yang tidak segera ditangani akan semakin parah. Akhirnya berujung pada kehilangan gigi secara permanen.
Menurut Dokter Gigi Spesialis Periodonsia Bethsaida Hospital Dental Center Gading Serpong, drg. R. A. Syanti W. Astuty, Sp.Perio, FISID, MM, bahwa gigi yang mulai goyang merupakan sinyal peringatan tubuh. Kondisi ini menunjukkan masalah serius pada gusi dan tulang penyangga gigi.
"Penanganan yang tepat bisa membantu menyelamatkan gigi Anda," ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/12).
Kata Syanti, penyebab gigi goyang pada orang dewasa berbeda dengan anak-anak. Gigi goyang bisa muncul akibat benturan, penyakit sistemik seperti diabetes, infeksi gusi periodontitis, atau kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism). Jika dibiarkan tanpa perawatan, risiko gigi tanggal pun semakin besar.
Penanganan gigi goyang pada orang dewasa memerlukan pemeriksaan dokter gigi profesional. Tindakan berbeda bisa diberikan tergantung penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Perawatan meliputi pembersihan karang gigi atau scaling, stabilisasi dengan menyambungkan gigi goyang ke gigi lain, hingga prosedur bedah periodontal bila perlu.
Selain itu, perawatan mandiri di rumah sangat penting. Cara itu mencegah kondisi gigi makin memburuk. Misalnya, menyikat gigi lembut, menggunakan benang gigi, berkumur air garam, dan memilih makanan bertekstur lunak.
Setelah pemeriksaan lengkap, dokter gigi menentukan terapi paling sesuai. Perawatan bisa berupa menstabilkan gigi agar kokoh kembali, membersihkan plak dan karang penyebab infeksi, terapi perbaikan jaringan dan tulang, serta menyesuaikan gigitan agar tekanan merata.
drg. Syanti menekankan, gigi goyang masih bisa diperbaiki asalkan penanganan tepat dan masalah terdeteksi dini. Dengan begitu, komplikasi yang lebih serius dapat dicegah.
Pencegahan sangat penting dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Kebiasaan sederhana sehari-hari berdampak besar pada kestabilan gigi. Menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik benar membantu jaga kebersihan mulut.
Scaling rutin enam bulan sekali menghilangkan karang gigi yang tak bisa dibersihkan sikat biasa. Menghindari kebiasaan menggigit benda keras atau menggertakkan gigi mencegah tekanan berlebih. Penderita diabetes harus mengontrol gula darah dengan baik karena pengaruhnya pada kesehatan gusi.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Pitono, mengatakan bahwa fasilitas Dental Center mereka menggunakan teknologi modern seperti 3D CBCT, Waterlase, laser dentistry, dan CAD CAM dentistry. Teknologi ini mendukung perawatan lebih presisi dan nyaman bagi pasien.
Dengan dukungan dokter gigi umum dan spesialis berpengalaman, berbagai masalah gigi termasuk gigi goyang bisa ditangani menyeluruh. "Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pasien," ujarnya.
"Melalui teknologi terkini dan keahlian dokter spesialis, Bethsaida Hospital Dental Center berupaya memberikan perawatan yang sesuai kebutuhan setiap pasien," pungkasnya.
Tag: #mengenalpenyebab #cara #mengatasi #agar #gigi #tidak #ompongpada #orang #dewasa