Tak Perlu Takut Cedera, Dokter Jelaskan Kenapa Jalan Kaki Justru Paling Aman
Ilustrasi jalan kaki. Jalan kaki kerap dianggap sepele, tetapi dokter menegaskan aktivitas ini justru menjadi olahraga paling aman dengan risiko cedera paling rendah bagi banyak orang.(Unsplash)
12:06
26 Desember 2025

Tak Perlu Takut Cedera, Dokter Jelaskan Kenapa Jalan Kaki Justru Paling Aman

Banyak orang takut berolahraga karena khawatir cedera, padahal jalan kaki justru menjadi aktivitas fisik yang paling aman dan minim risiko bagi tubuh.

Dokter spesialis ilmu faal olahraga klinis, dr. Iwan Wahyu Utomo, AIFO.K, menilai anggapan bahwa olahraga selalu identik dengan cedera tidak sepenuhnya benar, terutama jika pilihan aktivitasnya adalah jalan kaki.

Menurut dia, jalan kaki merupakan bentuk olahraga paling masuk akal bagi banyak orang karena gerakannya alami dan sudah menjadi bagian dari aktivitas harian.

“Jalan kaki itu sering dianggap sepele, padahal justru paling aman dan paling realistis untuk dijadikan olahraga,” kata Iwan saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (19/12/2025).

Gerakan alami, risiko cedera lebih rendah

Iwan menjelaskan, jalan kaki termasuk aktivitas fisik dengan risiko cedera rendah karena tidak memberikan tekanan berlebihan pada sendi dan otot.

Berbeda dengan olahraga berdampak tinggi seperti lari cepat, tenis, atau olahraga kompetitif lain, jalan kaki tidak melibatkan gerakan eksplosif yang berisiko menimbulkan cedera mendadak.

“Kalau jalan kaki, tumpuan tubuh masih bisa dikontrol, ritmenya stabil, dan tidak ada lonjakan beban yang ekstrem di persendian,” ujarnya.

Menurut dia, cedera saat jalan kaki umumnya terjadi bukan karena aktivitasnya, melainkan karena faktor lain seperti kondisi lutut yang sudah bermasalah, kelelahan berlebihan, atau intensitas yang dipaksakan.

Aman untuk pemula hingga orang dengan penyakit tertentu

Keamanan jalan kaki juga menjadi alasan mengapa olahraga ini direkomendasikan untuk pemula, orang yang jarang berolahraga, hingga mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Iwan menyebut, jalan kaki kerap menjadi pilihan awal bagi pasien dengan obesitas, diabetes, maupun orang yang baru pulih dari sakit.

“Untuk orang obesitas, jalan kaki itu pilihan terbaik karena risiko cederanya jauh lebih rendah dibanding olahraga lain yang bebannya berat di kaki,” kata dia.

Meski begitu, ia menekankan bahwa jalan kaki tetap harus dilakukan secara bertahap.

Orang yang baru mulai berolahraga disarankan tidak langsung memaksakan durasi panjang, melainkan memulai dari 10 menit, lalu meningkat secara perlahan sesuai kemampuan tubuh.

Kenali tanda tubuh tidak siap

Iwan mengingatkan, meskipun tergolong aman, jalan kaki tetap harus dihentikan jika tubuh memberi sinyal tertentu.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas berlebihan, pusing, nyeri dada, atau nyeri sendi yang muncul saat berjalan.

“Kalau muncul keluhan seperti sesak, pusing berputar, atau nyeri dada, itu tanda harus berhenti dan jangan dipaksakan,” ujarnya.

Selama jalan kaki dilakukan dengan intensitas stabil, tanpa keluhan serius, dan sesuai kondisi tubuh, risiko cedera relatif sangat kecil.

“Yang penting jalan kaki itu dinamis, stabil, dan dilakukan dengan rileks,” katanya.

Dengan karakteristik tersebut, jalan kaki bukan hanya aman, tetapi juga menjadi pintu masuk paling realistis untuk membangun kebiasaan hidup aktif tanpa rasa takut cedera.

Tag:  #perlu #takut #cedera #dokter #jelaskan #kenapa #jalan #kaki #justru #paling #aman

KOMENTAR