Sering Sesak dan Pusing Saat Jalan Kaki? Dokter Ungkap Tanda Intensitas Terlalu Berat
Ilustrasi olahraga. Sesak napas, pusing, atau nyeri dada saat jalan kaki bisa menjadi sinyal tubuh kelelahan dan tanda intensitas olahraga perlu segera dikurangi.(Pexels/Liliana Drew)
15:42
24 Desember 2025

Sering Sesak dan Pusing Saat Jalan Kaki? Dokter Ungkap Tanda Intensitas Terlalu Berat

Jalan kaki dikenal sebagai olahraga ringan yang aman dilakukan banyak orang, tetapi sensasi sesak napas, pusing, atau nyeri dada saat berjalan tidak boleh dianggap wajar dan perlu menjadi tanda untuk segera menurunkan intensitas aktivitas.

Ahli ilmu faal olahraga klinis dan dokter tim PERSIS Solo, dr. Iwan Wahyu Utomo, AIFO.K, mengatakan bahwa meski jalan kaki tergolong olahraga sederhana, tubuh tetap memberi sinyal jika intensitasnya sudah melewati batas aman.

Menurut Iwan, setiap orang perlu memahami kondisi tubuh sebelum memulai atau meningkatkan intensitas jalan kaki, terutama terkait kesehatan jantung, paru-paru, dan alat gerak.

Tanda jalan kaki sudah terlalu berat untuk tubuh

Iwan menjelaskan, jalan kaki yang aman seharusnya dilakukan dengan ritme stabil dan tetap terasa nyaman meski tubuh berkeringat dan sedikit lelah.

“Kalau saat jalan kaki muncul sesak napas yang berat, pusing berputar, nyeri dada, atau rasa mau jatuh, itu bukan capek biasa dan harus segera berhenti,” katanya saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (19/12/2025).

Ia menambahkan, lelah ringan masih wajar selama tubuh tetap terasa rileks dan tidak muncul keluhan mengganggu, tetapi tanda-tanda seperti terengah-engah berlebihan, nyeri otot tajam, kaku sendi, atau engkel terasa sakit menunjukkan intensitas perlu dikurangi.

Cara menentukan intensitas jalan kaki yang aman

Menurut Iwan, intensitas jalan kaki yang aman ditandai dengan kemampuan tubuh tetap bergerak secara dinamis tanpa jeda panjang dan tanpa keluhan fisik yang mengkhawatirkan.

“Kalau masih bisa menikmati jalan, melihat sekitar, dan bernapas dengan cukup nyaman, itu tandanya intensitas aman,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa jalan kaki ideal dilakukan dengan kecepatan stabil selama durasi tertentu, bukan berjalan lalu berhenti berulang kali karena kelelahan berlebihan.

Jika saat berjalan muncul keluhan seperti pusing, nyeri dada, atau sesak napas yang tidak biasa, Iwan menyarankan untuk segera menghentikan aktivitas dan tidak memaksakan diri melanjutkan.

Pentingnya menyesuaikan jalan kaki dengan kondisi tubuh

Iwan menegaskan bahwa setiap individu memiliki batas kemampuan yang berbeda, sehingga tidak ada standar kecepatan atau jarak yang bisa disamaratakan untuk semua orang.

Bagi orang yang baru mulai berolahraga, memiliki riwayat penyakit, atau sedang dalam masa pemulihan cedera, jalan kaki sebaiknya dimulai dengan durasi singkat dan intensitas ringan, lalu ditingkatkan secara bertahap.

“Jalan kaki itu tujuannya menyehatkan, bukan menyiksa tubuh,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa olahraga yang baik selalu memberi efek segar setelah dilakukan, bukan meninggalkan rasa pusing, nyeri, atau kelelahan berlebihan yang menetap.

Tag:  #sering #sesak #pusing #saat #jalan #kaki #dokter #ungkap #tanda #intensitas #terlalu #berat

KOMENTAR