Tak Hanya di Pusar, Ini Jenis Hernia yang Bisa Terjadi pada Anak
- Hernia pada anak tidak hanya satu jenis. Kondisi ini dapat muncul di beberapa area tubuh dengan penyebab dan karakteristik yang berbeda.
Dokter spesialis bedah anak, dr. Karmile Sp B.A., menjelaskan bahwa hernia pada anak bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kegagalan penutupan jaringan sejak dalam kandungan hingga kelemahan dinding tubuh, biasanya perut.
“Penyebabnya itu macam-macam. Bisa karena kelemahan dinding, tapi pada anak-anak paling sering karena kegagalan proses penutupan,” ujar dr. Karmile dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group terkait penanganan hernia pada anak di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Berikut beberapa jenis hernia yang dapat terjadi pada bayi dan anak.
1. Hernia Inguinal
Hernia inguinal merupakan jenis hernia yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak. Lokasinya berada di daerah selangkangan atau lipat paha.
Kondisi ini terjadi akibat saluran yang seharusnya menutup setelah bayi lahir ternyata tidak menutup sempurna.
Pada anak laki-laki, benjolan hernia inguinal dapat turun hingga ke kantong kemaluan (skrotum). Sementara pada anak perempuan, benjolan biasanya terlihat di lipat paha.
2. Hernia Umbilikalis
Jenis hernia lain yang cukup sering terjadi pada anak adalah hernia umbilikalis. Hernia ini muncul di daerah pusar dan sering juga disebut sebagai pusar bodong.
“Hernia umbilikalis lokasinya di daerah pusar. Pada bayi baru lahir sering sudah kelihatan,” ujar dr. Karmile.
Hernia umbilikalis umumnya terlihat jelas saat bayi menangis atau mengejan. Meski tampak mencolok, sebagian besar kasus hernia umbilikalis pada anak dapat menutup dengan sendirinya seiring pertumbuhan.
3. Hernia Epigastrik
Hernia epigastrik merupakan hernia yang muncul di daerah epigastrium atau ulu hati, yaitu area di antara dada dan pusar.
“Disebut hernia epigastrik karena memang lokasinya di daerah epigastrium, yaitu daerah ulu hati,” kata dr. Karmile.
Jenis hernia ini terjadi akibat adanya celah atau kelemahan pada dinding perut bagian atas.
4. Hernia Spigelian
Hernia spigelian tergolong lebih jarang ditemukan. Lokasinya berada di sisi perut, dekat dengan otot perut bagian luar.
Kondisi ini terjadi saat sebagian organ seperti usus menonjol melalui jaringan ikat perut.
“Hernia spigelian itu lokasinya di sisi perut, dekat otot yang sebelah luar,” jelas dr. Karmile.
5. Hernia Diafragmatika
Hernia diafragmatika termasuk jenis hernia yang cukup sering terjadi dan umumnya terjadi pada waktu bayi baru lahir.
Kondisi ini terjadi ketika diafragma, yaitu sekat antara rongga dada dan rongga perut, tidak menutup sempurna.
“Diafragma ini memisahkan rongga perut dan rongga dada. Kalau diafragmanya tidak menutup sempurna atau lemah, usus atau hati bisa naik ke rongga dada,” jelas dr. Karmile.
Hernia diafragmatika biasanya sudah terdeteksi sejak bayi lahir dan memerlukan penanganan medis khusus.
6. Hernia Hiatal
Selain itu, ada juga hernia hiatal. Pada kondisi ini, bagian lambung naik ke atas melalui lubang alami di diafragma.
“Kalau hernia hiatal, yang naik itu lambung. Lewat lubang alaminya, tapi ototnya lemah,” ujar dr. Karmile.
Hernia hiatal lebih sering dikenal pada orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak. Namun tidak perlu khawatir, hernia hiatal umumnya tidak berbahaya.
7. Hernia Akibat Trauma
Tidak semua hernia pada anak bersifat bawaan. Dalam beberapa kasus, hernia bisa terjadi akibat trauma atau benturan keras. Kondisi ini dikenal sebagai hernia dinding perut traumatik.
“Misalnya anak jatuh dari sepeda, perutnya terbentur stang, lalu berpengaruh terhadap otot perutnya,” kata dr. Karmile.
Setelah memahami jenis-jenis hernia, orangtua dapat mengambil langkah yang tepat saat menemukan benjolan pada anak, sekaligus menghindari kesimpulan yang keliru sebelum dilakukan pemeriksaan medis.
Tag: #hanya #pusar #jenis #hernia #yang #bisa #terjadi #pada #anak