IHSG Menguat di Tengah Outflow Asing, Investor Menanti Arah Suku Bunga BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda pemulihan dengan kenaikan 3,49 persen dalam sepekan terakhir, meskipun tekanan eksternal dan aksi jual investor asing masih membayangi pasar domestik.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, mengatakan momentum penguatan ini muncul setelah pasar sempat diguncang isu terkait MSCI dan perubahan pandangan lembaga pemeringkat global terhadap sejumlah saham perbankan besar.
Di antaranya ditopang saham-saham konglomerasi seperti BUMI, RATU, BUVA.
Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Merah, Turun 0,64 Persen ke Level 8.212
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Sementara di sisi lain terjadi tekanan jual asing yang cukup besar pada Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan outflow mencapai Rp 3,8 triliun dalam sepekan terakhir membuatnya terkoreksi 6,19 persen. IHSG sendiri mengalami outflow 6,1 triliun dalam sepekan. Hal ini mencerminkan rotasi dan selektivitas investor di tengah dinamika sentimen global dan domestik," katanya dalam keterangan resmi pada Selasa (17/2/2026).
Kondisi ini, katanya, menunjukkan investor masih bersikap selektif dan melakukan rotasi portofolio di tengah ketidakpastian global dan domestik.
Hari sebut meski penguatan IHSG saat ini lebih banyak ditopang oleh saham-saham konglomerasi dan sektor tertentu, meskipun sentimen eksternal masih beragam.
“Investor juga perlu memerhatikan rilis data inflasi domestik, update neraca perdagangan, serta sentimen korporasi dari laporan keuangan emiten kuartal IV 2025 yang dapat memberikan arahan lanjutan terhadap arah IHSG,” ujarnya.
Baca juga: IHSG Hari Ini Dibuka Melemah 0,52 Persen ke Level 8.222
Menurut Hari, fokus utama pasar saat ini tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan diumumkan pada 19 Februari 2026.
Kebijakan tersebut dinilai akan menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek, terutama karena berdampak langsung terhadap sektor perbankan, likuiditas, dan permintaan kredit.
Ilustrasi suku bunga, suku bunga acuan, BI Rate.
Selain itu, pertumbuhan kredit yang tetap solid menjadi indikasi membaiknya aktivitas ekonomi riil dan berpotensi menopang sentimen positif di pasar saham.
Dari sisi teknikal, IHSG saat ini menghadapi tantangan untuk menembus level resistance 8.300, dengan area support berada di sekitar 8.120.
Baca juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat ke 8.440, Cek Saham Pilihan Analis
Selama belum mampu menembus batas atas tersebut, pergerakan indeks diperkirakan cenderung konsolidasi dengan volatilitas terbatas.
Selain faktor domestik, dinamika pasar global juga turut memengaruhi pergerakan IHSG.
Investor global mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk estimasi pertumbuhan ekonomi, belanja konsumen, dan laporan keuangan perusahaan.
Ketidakpastian terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menambah volatilitas di pasar global, meskipun prospek ekonomi masih dinilai stabil.
Baca juga: IHSG Ditutup Melemah, Turun 0,31 Persen ke Level 8.265,35
"Dalam kondisi ini, investor disarankan untuk lebih selektif dan fokus pada saham dengan fundamental kuat, khususnya sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas yang masih didukung permintaan global dan harga yang relatif stabil," katanya.
Strategi akumulasi bertahap di area support serta disiplin manajemen risiko dinilai penting untuk menjaga kinerja portofolio di tengah fase konsolidasi pasar.
IPOT merekomendasikan sejumlah saham dan instrumen investasi yang dinilai memiliki prospek positif, antara lain saham sektor perbankan, ritel, dan komoditas, serta produk ETF berbasis saham berdividen tinggi sebagai alternatif investasi defensif di tengah dinamika pasar.
Sementara itu, produk ETF dengan fokus dividen dinilai Heri menarik karena berpotensi memberikan imbal hasil stabil sekaligus meredam volatilitas portofolio.
Baca juga: IHSG Dibuka di Zona Hijau, Menguat 0,10 Persen ke Level 8.299
Ke depan, arah IHSG akan sangat ditentukan oleh kombinasi kebijakan moneter domestik, arus dana asing, dan perkembangan ekonomi global.
"Jika sentimen suku bunga dan fundamental ekonomi tetap kondusif, peluang penguatan indeks masih terbuka, meskipun investor tetap perlu mewaspadai potensi volatilitas jangka pendek," pungkas dia.
Tag: #ihsg #menguat #tengah #outflow #asing #investor #menanti #arah #suku #bunga