Kemlu: 5 WNI Ditangkap Tentara Israel
Tentara Israel mengadang konvoi kapal kemanusiaan yang berlayar membawa bantuan logistik darurat menuju masyarakat Jalur Gaza. (Al Jazeera)
13:52
19 Mei 2026

Kemlu: 5 WNI Ditangkap Tentara Israel

Tentara Israel mengadang konvoi kapal kemanusiaan yang berlayar membawa bantuan logistik darurat menuju masyarakat Jalur Gaza. Penyerapan tersebut berujung pada penahanan 5 warga negara Indonesia atau WNI yang bertugas sebagai relawan perdamaian dunia.

Aksi penghadangan ini memicu gelombang protes diplomatik karena melanggar koridor hukum humaniter internasional. Sebanyak sembilan utusan kemanusiaan dari tanah air sebenarnya berada di dalam rombongan pelayaran tersebut.

“Berdasarkan informasi per pagi ini, sebanyak lima WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataannya yang disiarkan Selasa.

Kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan obat-obatan dan logistik untuk rakyat Palestina di Gaza ditahan Israel. Di antaranya, terdapat 2 jurnalis Republika dan 9 Aktivis asal Indonesia.Kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan obat-obatan dan logistik untuk rakyat Palestina di Gaza ditahan Israel. Di antaranya, terdapat 2 jurnalis Republika dan 9 Aktivis asal Indonesia.

Empat utusan kemanusiaan asal Indonesia saat ini dilaporkan masih terjebak di wilayah laut Mediterania. Posisi mereka yang terpecah di dua armada berbeda membuat situasi pelayaran menjadi sangat krusial.

“Keempat WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu juga dapat mengalami intersepsi oleh militer Israel,” ucap Yvonne Mewengkang.

Pemerintah bergerak cepat merespons insiden penangkapan ini dengan mengaktifkan jaringan diplomatik di Timur Tengah dan Eropa. Koordinasi intensif mulai berjalan dengan melibatkan jajaran kedutaan besar di Kairo, Roma, Amman, hingga Istanbul.

Langkah taktis disiapkan berupa penerbitan dokumen perjalanan darurat jika paspor para relawan dirampas. Tim medis juga disiagakan di pos terdekat untuk mengantisipasi penurunan kondisi kesehatan para sandera.

“Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian,” kata dia.

Diplomat Indonesia di lapangan terus berupaya melacak titik koordinat pasti lokasi penahanan para relawan. Validasi informasi terus berjalan sembari menunggu laporan resmi dari pihak otoritas wilayah setempat.

Pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan sepihak militer zionis terhadap konvoi logistik. Penahanan warga sipil yang membawa misi perdamaian dianggap sebagai bentuk pelanggaran hak asasi.

“Kemlu RI mendesak otoritas Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemsiaan internasional yang ditahan,” ujar Yvonne Mewengkang.

Tragedi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemblokiran bantuan ke wilayah konflik masih menjadi ancaman nyata. Hukum internasional seharusnya menjamin keselamatan setiap kapal yang membawa pasokan pangan dan obat-obatan.

Situasi tersebut juga menegaskan kembali pentingnya kesadaran rezim Zionis untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional, demikian Yvonne.

Misi pelayaran bertajuk Global Sumud Flotilla 2.0 ini digerakkan oleh koalisi internasional dari berbagai negara. Rombongan relawan Indonesia sendiri berada di bawah bendera Global Peace Convoy Indonesia.

Ketegangan di perairan internasional terus meningkat seiring ketatnya blokade laut yang diterapkan oleh militer Israel. Insiden pengadangan kapal bantuan kemanusiaan ini merupakan peristiwa berulang yang terus memicu perhatian global.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #kemlu #ditangkap #tentara #israel

KOMENTAR