Penjualan Matahari Putra Prima (MPPA) Rp 7,25 Triliun pada 2025, Naik 1,9 Persen
Ilustrasi warga berbelanja di Matahari Department Store.(DOK. Matahari Department Store)
13:36
17 Februari 2026

Penjualan Matahari Putra Prima (MPPA) Rp 7,25 Triliun pada 2025, Naik 1,9 Persen

Emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat pertumbuhan penjualan dan perbaikan margin laba bruto sepanjang tahun buku 2025, seiring upaya transformasi bisnis dan penguatan fundamental operasional ritel.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan perusahaan, penjualan bersih MPPA mencapai Rp 7,253 triliun pada 2025, meningkat 1,9 persen dibandingkan Rp 7,118 triliun pada tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didukung oleh permintaan pelanggan yang stabil serta implementasi berbagai inisiatif strategis yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun.

Baca juga: Matahari Department Store Konfirmasi Tutup Gerai yang Kinerjanya Buruk

Suasana bazar di Matahari Department Store, Mal Citraland Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (2/5/2021).Dokumentasi Manajemen Mal Ciputra Jakarta Suasana bazar di Matahari Department Store, Mal Citraland Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (2/5/2021).

Selain pertumbuhan penjualan, perusahaan juga mencatat peningkatan laba bruto sebesar 2,8 persen menjadi Rp 1,267 triliun, dibandingkan Rp 1,232 triliun pada 2024.

Perbaikan ini mencerminkan penguatan struktur margin perusahaan yang didorong oleh optimalisasi bauran penjualan dan peningkatan relevansi produk terhadap kebutuhan pelanggan.

CEO MPPA Adrian Suherman mengatakan kinerja tahun 2025 mencerminkan kemajuan dalam upaya memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

“FY 2025 mencerminkan kemajuan berkelanjutan kami dalam memperkuat fundamental MPPA. Kami mencatat pertumbuhan penjualan yang moderat dan peningkatan margin melalui pengelolaan biaya yang disiplin serta perbaikan strategi merchandising,” ujar Adrian dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Matahari Department Store Tutup 1 Gerai, Asosiasi Ritel Sebut Hal Lumrah

Laba operasional tetap positif meski turun

Di tengah pertumbuhan penjualan dan laba bruto, MPPA mencatat laba operasional sebesar Rp 26,083 miliar pada 2025. Angka ini masih positif, meskipun turun 23,1 persen dibandingkan Rp 33,921 miliar pada 2024.

Suasana bazar di Matahari Department Store, Mal Citraland Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (2/5/2021).Dokumentasi Manajemen Mal Ciputra Jakarta Suasana bazar di Matahari Department Store, Mal Citraland Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (2/5/2021).

Adrian menjelaskan penurunan laba operasional terjadi seiring investasi berkelanjutan pada berbagai inisiatif operasional untuk memperkuat daya saing jangka panjang.

Fokus investasi tersebut mencakup inovasi format ritel baru serta penyegaran penawaran produk agar tetap sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelanggan.

Di sisi lain, MPPA mencatat rugi bersih sebesar Rp 152,195 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan rugi Rp 118,112 miliar pada 2024.

Baca juga: Matahari Department Store Bakal Tebar Dividen Rp 200 Per Saham, Cek Jadwalnya

Perseroan menyebutkan kerugian tersebut terutama dipengaruhi oleh beban non-operasional, sementara kinerja operasional inti tetap menunjukkan ketahanan.

Adrian menegaskan, meskipun terdapat tekanan pada laba bersih, aktivitas operasional inti ritel tetap mencerminkan stabilitas bisnis.

Rebranding dan transformasi bisnis dorong keterlibatan pelanggan

MPPA menyatakan momentum transformasi bisnis semakin menguat sejak peluncuran inisiatif rebranding pada 28 Agustus 2025. Program ini disebut memberikan dampak positif terhadap keterlibatan pelanggan serta relevansi merek di pasar ritel modern Indonesia.

Menurut Adrian, langkah transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai berkelanjutan.

Baca juga: Simak Bocoran Dividen Matahari Department Store Tahun Depan

“Kami terus berinvestasi pada inisiatif yang mendukung transformasi jangka panjang. Respons positif terhadap inisiatif rebranding semakin memperkuat keyakinan kami bahwa upaya ini akan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” kata Adrian.

Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta, Selasa (19/9/2017). PT Matahari Department Store Tbk memastikan akan menutup dua gerai yang berlokasi di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai pada akhir bulan September 2017 akibat pusat perbelanjaan tersebut sepi pengunjung. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta, Selasa (19/9/2017). PT Matahari Department Store Tbk memastikan akan menutup dua gerai yang berlokasi di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai pada akhir bulan September 2017 akibat pusat perbelanjaan tersebut sepi pengunjung.

Rebranding menjadi salah satu strategi penting bagi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen, termasuk preferensi belanja, variasi produk, dan ekspektasi terhadap pengalaman berbelanja yang lebih relevan dan terintegrasi.

Fokus pada efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan

Ke depan, MPPA menegaskan akan terus mempercepat strategi yang berorientasi pada pelanggan, khususnya dengan memastikan ketersediaan produk segar dan kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.

Perusahaan juga akan memperkuat produktivitas gerai, menyempurnakan pilihan produk (assortments), serta meningkatkan kualitas eksekusi operasional dan layanan pelanggan di seluruh jaringan ritel.

Baca juga: Matahari Department Store (LPPF) Ekspansi Gerai di Tang City Mall

Strategi tersebut dilakukan melalui pendekatan ritel terintegrasi yang mencakup peningkatan kualitas operasional di berbagai aspek bisnis.

Selain itu, MPPA juga berupaya meningkatkan kapabilitas rantai pasok serta memperkuat keterlibatan digital guna mendukung efisiensi dan daya saing bisnis. Perusahaan menilai penguatan rantai pasok menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan produk sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Ekspansi selektif dan optimalisasi jaringan ritel

MPPA menyebutkan akan terus melakukan ekspansi secara selektif, termasuk menjangkau wilayah yang masih memiliki potensi pasar ritel modern atau underserved market.

Langkah ekspansi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan peluang pertumbuhan serta kebutuhan konsumen di masing-masing wilayah, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam industri ritel modern.

Baca juga: Matahari Putra Prima Berencana Gelar RUPSLB, Bakal Rombak Dewan Komisaris dan Direksi

Perseroan juga menegaskan akan tetap memprioritaskan disiplin operasional, efisiensi, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

“Didukung oleh penguatan kapabilitas rantai pasok, peningkatan keterlibatan digital, serta ekspansi selektif termasuk ke wilayah underserved, MPPA berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang baru,” demikian pernyataan perusahaan.

Penguatan fundamental bisnis ritel modern

Sebagai perusahaan ritel modern yang mengoperasikan jaringan Hypermart dan berbagai format ritel lainnya, MPPA berfokus menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan pengalaman belanja yang relevan, kompetitif, dan terintegrasi.

Transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mencakup berbagai aspek, mulai dari inovasi format gerai, optimalisasi produk, peningkatan pengalaman pelanggan, hingga penguatan operasional dan rantai pasok.

Baca juga: Ini Cara Menggunakan ShopeePay di Matahari Department Store

Melalui strategi tersebut, MPPA berupaya memperkuat fundamental bisnis sekaligus menyesuaikan model operasional dengan dinamika industri ritel yang terus berkembang.

Tag:  #penjualan #matahari #putra #prima #mppa #triliun #pada #2025 #naik #persen

KOMENTAR