Langkah Toleransi Liga Inggris, Pemain Bisa Buka Puasa di Tengah Pertandingan
Ekspresi Mohamed Salah saat melambaikan tangan kepada para suporter usai duel Premier League Liverpool vs Brighton berlangsung di Stadion Anfield, pada Sabtu (13/12/2025) malam WIB.(AFP/PAUL ELLIS)
14:48
17 Februari 2026

Langkah Toleransi Liga Inggris, Pemain Bisa Buka Puasa di Tengah Pertandingan

Sikap toleransi kembali diperlihatkan oleh Premier League dan Liga Sepak Bola Inggris jelang kembalinya bulan Ramadan.

Menurut laporan dari BBC, seluruh kompetisi di Inggris kembali melanjutkan prosedur untuk memudahkan para pemain Muslim untuk berbuka puasa dengan menghentikan laga sejenak.

Ramadan akan dimulai pada pekan ini dan akan berlangsung selama satu bulan. Semua umat Muslim tentu diwajibkan untuk menahan diri untuk makan dan minum dari subuh hingga matahari terbenam.

Waktu matahari terbenam di Inggris biasanya dimulai pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat. Pertandingan yang kemungkinan akan dijeda yaitu laga yang digelar pada Sabtu pukul 17.30 dan Minggu pukul 16.30.

Baca juga: Man United Pimpin Perburuan Scott McTominay, Sang Pemain Ingin Kembali ke Liga Inggris?

Pada musim sebelumnya, kapten tim dan ofisial pertandingan sepakat mengambil jeda singkat agar pemain atau ofisial Muslim dapat berbuka puasa.

Sebelum laga, kedua tim dan perangkat pertandingan terlebih dahulu membahas kebutuhan jeda serta menentukan perkiraan waktunya.

Jeda ini tidak boleh dimanfaatkan sebagai cooling break atau time-out taktis.

Pertandingan juga tidak akan dihentikan saat bola masih aktif, melainkan pada momen yang tepat seperti tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam.

Baca juga: Dennis Bergkamp Peringatkan Arsenal jika Ingin Juara Liga Inggris

Izinkan Pemain Muslim Berbuka Puasa

Pada 2021 lalu, Liga Inggris membuat kebijakan yang sangat membantu bagi para pemain Muslim yaitu mengizinkan mereka berbuka puasa di tengah pertandingan.

Momen jeda pertandingan pertama kali terjadi pada laga Leicester City vs Crystal Palace pada April 2021 lalu.

Pertandingan dihentikan ketika tendangan gawang saat laga berjalan setengah jam untuk memberi kesempatan kepada Wesley Fofana dari Leicester City dan Cheikhou Kouyate dari Crystal Palace berbuka puasa.

Baca juga: Juergen Klopp Tolak Man United dan Chelsea Usai Tinggalkan Liverpool

Kebijakan ini tentu sangat bermanfaat bagi para pemain Muslim dan kembali dilanjutkan pada musim berikutnya.

Pada musim ini, jumlah pemain Muslin juga cukup banyak di Premier League seperti Mohamed Salah, Ibrahima Konate, William Saliba, Rayan Ait-Nouri, hingga Amad Diallo.

Rayan Cherki (kanan) merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Tottenham Hotspur vs Manchester City di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 1 Februari 2026. (Foto oleh Ben STANSALL / AFP) AFP/BEN STANSALL Rayan Cherki (kanan) merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Tottenham Hotspur vs Manchester City di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 1 Februari 2026. (Foto oleh Ben STANSALL / AFP)

Toleransi Beragama di Liga Inggris

Kebijakan tersebut mendapat dukungan sekaligus pujian dari beberapa pemain Muslim di Liga Inggris.

Tak sedikit yang menghargai upaya otoritas liga demi memberikan kesempatan para pemain menaati ajaran agama masing-masing.

"Di Liga Premier, Anda bebas melakukan apa pun yang sesuai dengan keinginan Anda. Mereka tidak akan pernah melakukan apa pun yang bertentangan dengan keyakinan Anda dan ini sangat bagus," kata Abdoulaye Doucoure, kepada BBC Sport pada tahun 2023.

Baca juga: Van Dijk: Saya Selalu Ingin Mo Salah Tetap Bertahan di Liverpool

Doucoure yang pernah bermain untuk Everton mengatakan jika selama bermain di Inggris, ia tidak pernah melewatkan puasa satu hari pun.

Bahkan, ibadahnya juga mendapat dukungan dari klub termasuk saat mengatur pola makanan yang disesuaikan dengan jam berpuasanya.

"Saya berpuasa setiap hari, saya tidak pernah melewatkan satu hari pun. Itu sudah menjadi hal yang biasa dan sangat mudah bagi saya. Latihan tetap sama selama Ramadan, tetapi ketika kami pergi (untuk laga tandang), kami mungkin perlu makan lebih larut daripada yang lain, jadi koki menyiapkan makanan untuk kami, memastikan semuanya sesuai seperti di rumah. Kami mendapatkan makanan halal sehingga tidak ada masalah," jelas Doucoure.

Baca juga: Arsenal Jaga Peluang Quadruple, Mikel Arteta Cemas Badai Cedera Pemain Kunci

Selain itu, pujian juga sempat diutarakan oleh mantan pemain Liverpool, Sadio Mane pada tahun 2022 lalu.

Mane mengatakan bahwa Liverpool mengubah jadwal latihan mereka untuk mendukung para pemain Muslim mereka selama bulan Ramadan.

Tag:  #langkah #toleransi #liga #inggris #pemain #bisa #buka #puasa #tengah #pertandingan

KOMENTAR