Shio Gibran Sama dengan Presiden, Intip Ramalan Feng Shui Keduanya di Tahun Kuda Api 2026
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (ist)
16:33
17 Februari 2026

Shio Gibran Sama dengan Presiden, Intip Ramalan Feng Shui Keduanya di Tahun Kuda Api 2026

Baca 10 detik
    • Presiden Prabowo dan Wapres Gibran sama-sama memiliki Shio Kelinci.
    • Pakar Feng Shui Yulius Fang sebut Shio Kelinci alami fase ciong di Tahun Kuda Api 2026.
    • Tahun Kuda Api menuntut pemimpin lebih bijak dan menghindari keputusan emosional.

Pakar Feng Shui Yulius Fang mengatakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka punya shio yang sama yaitu Shio Kelinci. Keduanya diminta melakukan introspeksi keputusan politik di Tahun Kuda Api 2026.

Perhitungan ini didapatkan Yulius berdasarkan dimulainya Tahun Kuda Api pada perayaan Imlek 2577 Kongzili, Selasa (17/2/2026). Yulius menjelaskan berdasarkan perspektif feng shui, tahun ini disebut membawa energi api yang kuat, penuh ambisi, percepatan, sekaligus tekanan.

“Pak Prabowo dan Pak Gibran sama-sama bershio Kelinci. Di Tahun Kuda Api ini, keduanya mengalami ciong. Ciong itu artinya perubahan dan ujian,” ujar Yulius saat berbincang dengan Suara.com beberapa waktu lalu.

Menurut Yulius, istilah ciong kerap dipersepsikan sebagai pertanda buruk. Padahal dalam feng shui ciong lebih dimaknai sebagai fase benturan energi yang mendorong seseorang untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki arah.

“Ciong bukan berarti pasti jatuh. Tapi ada tekanan, ada kondisi yang membuat seseorang harus lebih hati-hati dan introspeksi terhadap kebijakan yang diambil,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam konteks kepemimpinan negara, energi tersebut bisa muncul dalam bentuk kritik publik, dinamika politik yang memanas, hingga tekanan global.

“Api itu sifatnya cepat panas, emosional, reaktif. Jadi keputusan yang tergesa-gesa bisa memicu respons besar dari masyarakat,” katanya.

Yulius menyebut tahun kuda api sebagai periode yang menuntut kedewasaan dalam mengambil keputusan. Energi api kecil dan api besar yang berpadu menciptakan situasi ekstrem baik dalam hal popularitas maupun tekanan.

“Kalau kebijakan tidak dikomunikasikan dengan baik, bisa memicu gelombang ketidakpuasan. Tapi kalau dikelola dengan bijak, justru bisa memperkuat posisi kepemimpinan,” ujarnya.

Ia menilai introspeksi menjadi kunci penting bagi pemimpin di tengah energi tahun yang fluktuatif.

“Perlu ada evaluasi, apakah keputusan yang diambil sudah benar-benar berpihak pada rakyat. Tahun ini menuntut pemimpin untuk lebih mendengar,” kata Yulius.

Menurutnya, dalam feng shui, shio Kelinci juga berkaitan dengan hubungan antara pemimpin dan masyarakat.

“Kalau dianalisis dari shio tahun lahir, itu menggambarkan relasi dengan ‘bos’-nya. Dalam konteks presiden, bosnya adalah rakyat. Jadi penting untuk menjaga hubungan itu tetap harmonis,” jelasnya.

Selain aspek kebijakan, Yulius juga menyinggung potensi tekanan yang berdampak pada kondisi fisik dan mental pemimpin.

“Elemen api juga berkaitan dengan stres dan overwork. Jadi penting untuk mendelegasikan tugas-tugas yang tidak esensial dan menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ia menyarankan agar keputusan besar di tahun ini diambil dengan pertimbangan matang, bukan karena dorongan situasional atau tekanan sesaat.

“Jangan reaktif. Tahun api itu cepat sekali memicu emosi. Maka harus lebih tenang dalam merespons kritik atau tekanan,” tambahnya.

Meski memprediksi adanya fase ciong, Yulius menegaskan Tahun Kuda Api 2026 juga bisa menjadi momentum pembenahan.

“Kalau bisa melewati tekanan dengan bijak, justru ini jadi tahun pembuktian. Kepemimpinan yang kuat itu lahir dari ujian,” ujarnya.

Ia menilai introspeksi bukanlah tanda kelemahan, melainkan strategi untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika.

“Tahun ini bukan soal siapa paling kuat, tapi siapa paling bijak mengelola api. Karena api bisa menghangatkan, tapi juga bisa membakar,” pungkas Yulius.

Editor: Husna Rahmayunita

Tag:  #shio #gibran #sama #dengan #presiden #intip #ramalan #feng #shui #keduanya #tahun #kuda #2026

KOMENTAR