Arab Saudi Target 5 Juta Jemaah 2030, Antrean Haji RI Bisa Turun dari 26 ke 10 Tahun
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak berpose setelah diwawancara KOMPAS.com dalam program Naratama di Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
14:50
17 Februari 2026

Arab Saudi Target 5 Juta Jemaah 2030, Antrean Haji RI Bisa Turun dari 26 ke 10 Tahun

- Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut tambahan kuota haji dari Arab Saudi bisa memangkas masa tunggu jemaah menjadi sekitar 10 tahun, dari rata-rata 26 tahun saat kuota normal.

Perhitungan tersebut mengacu pada rencana Arab Saudi meningkatkan kapasitas jemaah hingga 5 juta orang pada 2030. Saat ini daya tampung haji tercatat sekitar 2 juta jemaah tiap musim.

Baca juga: Arab Saudi Target Tampung 5 Juta Jemaah Haji pada 2030, Kuota RI Berpotensi Naik

Hal ini diungkapkan Dahnil dalam program Naratama Kompas.com, dikutip Selasa (17/2/2025).

"(Tambahan kuota besar-besaran) Itu secara otomatis akan memotong jumlah antrean yang tadinya misalnya 26 tahun sekarang, kalau ini bisa naik 100 persen atau 200 persen, berarti bisa ngantre 10 tahunan gitu nanti," kata Dahnil, dikutip Selasa.

Indonesia, kata dia, menjadi salah satu negara yang berpotensi mendapat tambahan kuota. Dahnil mengungkapkan, penambahan kuota yang berpotensi diterima Indonesia mencapai 100-200 persen dari kuota normal.

Tahun ini, Indonesia diketahui mendapat kuota haji yang paling besar dari negara itu, yakni sebanyak 221.000 jemaah. Kuota ini terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.

"(Daya tampungnya menjadi) 5 juta orang, sekarang 2 juta, berarti penambahan kuota kita itu bisa 100 sampai 200 persen. Jadi dari 200.000 (jemaah haji Indonesia) bisa 500 (ribu), bisa 600 (ribu). Dan itu secara otomatis akan memotong jumlah antrean yang tadinya misalnya 26 tahun," beber Dahnil.

Baca juga: Indonesia Sumbang 50 Persen Kematian Jemaah Haji, Istita’ah Kesehatan Diperketat

Kendati demikian ia menekankan, penambahan kuota haji tidak sesederhana itu. Kementerian Haji dan Umrah, lanjut Dahnil, harus bersiap dengan kompleksitas masalah yang akan dihadapi.

Penambahan kuota haji berimplikasi pada keuangan haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Begitu pun pada tata kelola dan persiapan yang perlu disediakan Kementerian Haji dan Umrah.

Baca juga: Dilema Pengetatan Cek Kesehatan Haji: Tekan Kematian, Antre hingga Lansia

Pihaknya perlu menambah jumlah hotel, tenda di Arafah-Muzdalifah-Mina, hingga menambah jumlah katering makanan. Penambahan itu berarti menempuh negosiasi panjang kembali dengan syarikah di Arab Saudi agar tidak ada satupun jemaah haji yang telantar dan tidak mendapat haknya.

"Kita senang tambah kuota karena akan memotong jumlah antrean. Tapi tambahan kuota itu jangan sampai terjadi itu di akhir-akhir mau menjelang musim haji. Penambahan kuota itu pasti berdampak pada tata kelola," tandas Dahnil.

Tag:  #arab #saudi #target #juta #jemaah #2030 #antrean #haji #bisa #turun #dari #tahun

KOMENTAR