Penjualan Rumah Primer Melorot Bikin Kenaikan Harga Properti Melambat
Foto udara perumahan di kawasan Depok, Jawa Barat, Minggu (6/10/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
17:18
27 November 2024

Penjualan Rumah Primer Melorot Bikin Kenaikan Harga Properti Melambat

- Kenaikan harga properti residensial di pasar primer melambat. Sejalan dengan tren penjualan yang menurun. Mayoritas masyarakat masih memilih skema kredit pemilikan rumah (KPR) dalam membeli hunian.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso menuturkan, indeks harga properti residensial (IHPR) triwulan III 2024 secara tahunan tumbuh 1,46 persen. Lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,76 persen year-on-year (YoY).

"Pertumbuhan IHPR yang terbatas tersebut disebabkan oleh perlambatan harga seluruh tipe rumah," ungkapnya, kemarin (26/11).

Harga rumah tipe besar melambat dari 1,47 persen YoY pada triwulan II
2024 menjadi tumbuh 1,04 persen YoY. Kemudian, pertumbuhan harga rumah tipe kecil terbatas sebesar 1,97 persen YoY dari triwulan sebelumnya sebanyak 2,09 persem YoY. Begitu pula, rumah tipe menengah dari 1,45 persen ke 1,33 persen.

"Secara spasial, dari 18 kota yang diamati, tujuh kota mengalami perlambatan IHPR secara tahunan pada triwulan lI 2024. Perlambatan paling dalam terjadi di Kota Pontianak, dikuti Kota Padang," kata Ramdan.

Penjualan properti residensial di pasar primer juga merosot secara tahunan. Tecermin dari penjualan yang terjun bebas minus 7,14 persen YoY. Setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh 7,30 persen YoY. Penurunan penjualan rumah terjadi pada tipe rumah kecil dan menengah yang masing-masing terkontraksi 10,05 persen YoY dan dan minus 8,80 persen YoY.

Secara triwulanan, penjualan rumah primer minus 7,62 persen. Melanjutkan kontraksi triwulan sebelumnya sebesar 12,80 persen quartal-to-quartal (QtQ).

"Sejumlah faktor yang menghambat pengembangan dan penjualan properti residensial primer adalah kenaikan harga bangunan, masalah perizinan, proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR, dan perpajakan. Sementara, tingginya suku bunga KPR dianggap oleh responden tidak menghambat pengembangan dan penjualan properti," beber Ramdan.

Mayoritas pembelian rumah primer, lanjut dia, dilakukan dengan cara KPR dengan pangsa 75,80 persen. Berdasar analisis uang beredar BI, penyaluran kredit properti tumbuh 7,2 persen YoY. Setelah pada bulan sebelumnya meningkat 7,6 persen YoY.

"Realisasi KPR pada triwulan III 2024 secara triwulanan juga tidak setinggi triwulan sebelumnya. Yang mana hanya tumbuh sebesar 1,70 persen (QtQ) melambat dibandingkan realisasi triwulan II 2024 sebesar 2,55 persen (QtQ)," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P Napitupulu memastikan akan mempercepat proses pengajuan KPR. Suku bunga juga dibuat lebih efisien.

Terkait program 3 juta rumah, Nixon menjelaskan dibagi 2 juta di desa dan 1 juta di kota. Skema KPR keduanya tentu berbeda. KPR di desa lebih mengarah ke pembiayaan renovasi.

"Bukan model developer bangun rumah. Karena yang paling banyak persoalan di desa, rumahnya sudah ada tapi tidak layak huni. Budget-nya berkisar Rp 30 jutaan, lebih ke arah membuat jadi layak huni. Terbanyak masalahnya adalah sanitasi," ucapnya.

Yang di kota, menggunakan model FLPP. Mengingat, banyak milenial di daerah urban belum memiliki rumah karena harganya terlalu mahal. Maka cara yang dia usulkan yaitu memanfaatkan lahan milik negara yang tidur diberikan hak pengelolaan lahan (HPL) dan hak guna bangunan (HGB) 30 tahun. Bahkan bisa diperpanjang sampai 80 tahun.

"Dengan cara ini, harga cost lahan akan turun karena memakai lahan yang tidak optimal. Kita juga usulkan lahan BUMN dan BUMD. Selain itu modal TOD di dekat stasiun kereta api. Itu paling laku. Karena orang kota maunya akses kantor dan rumah terjangkau," ujar Nixon.

BTN juga tengah melakukan finalisasi pada terhadap skema KPR tenor 30 tahun. Agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Jadi affordable, kemampuan orang mengangsur. Caranya jangka waktu dipanjangin, dan harga rumah dimurahin. Karena harga rumah itu yang menjadi pokok kredit," imbuhnya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #penjualan #rumah #primer #melorot #bikin #kenaikan #harga #properti #melambat

KOMENTAR