Kenapa QRIS Tap Belum Bisa Dipakai di iPhone? Ini Penjelasan BI
Kemudahan transaksi bagi para pengunjung pusat perbelanjaan di Samarinda kembali meningkat. Salah satu mal di Jalan Pulau Irian kini mulai menerapkan sistem pembayaran QRIS Tap (tanpa scan QR). Selasa (25/11/2025).(Pandawa Borniat/kompas.com)
15:40
22 Februari 2026

Kenapa QRIS Tap Belum Bisa Dipakai di iPhone? Ini Penjelasan BI

- Pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mengalami perkembangan, termasuk melalui fitur terbaru QRIS Tap yang mengandalkan teknologi near field communication (NFC).

Namun, penggunaan QRIS Tap saat ini belum dapat diakses oleh pengguna iPhone karena keterbatasan akses NFC dari Apple.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, pihaknya meminta pengguna iPhone untuk bersabar karena Apple hingga kini belum membuka fitur NFC untuk pihak ketiga.

Baca juga: Transaksi Makin Mudah, QRIS Segera Bisa Dipakai di China dan Korsel

“Pengguna QRIS mohon bersabar untuk iPhone ya. Karena saat ini memang Apple itu belum membuka NFC fiturnya gitu ya. Dia hanya membuka untuk Apple Pay,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2026.

Menurut dia, Apple Indonesia maupun kantor pusat Apple telah berkomunikasi dengan BI untuk membahas kemungkinan pembukaan akses NFC bagi QRIS Tap.

“Nah, sebetulnya untuk pihak Apple Indonesia maupun Apple eh headquarter-nya sudah datang dan mereka juga akan mendalami mereka akan membuka dan akan mendalami fitur QRIS Tap gitu ya untuk melihat kemungkinan untuk membuka fitur NFC-nya seperti yang sudah mereka lakukan di Uni Eropa,” kata Filianingsih.

Apa itu QRIS Tap?

Bank Indonesia memperkenalkan QRIS Tap sebagai pengembangan dari sistem pembayaran QRIS yang sebelumnya mengandalkan pemindaian kode QR.

Baca juga: Per Maret-April 2026, QRIS Bisa Digunakan di China dan Korea Selatan

Daftar negara yang bisa pakai QRIS.DOK. NETZME Daftar negara yang bisa pakai QRIS.

Jika QRIS konvensional bekerja dengan memindai kode statis atau dinamis, QRIS Tap memungkinkan transaksi dilakukan dengan mendekatkan ponsel ke mesin pembaca berbasis NFC.

Secara teknis, QRIS Tap memanfaatkan teknologi NFC pada ponsel pintar Android yang telah mendukung fitur tersebut. Pengguna cukup membuka aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS, memilih metode QRIS Tap, lalu menempelkan ponsel ke terminal pembaca.

Proses ini membuat transaksi berlangsung lebih cepat tanpa perlu memindai kode QR secara visual.

Bank sentral menjelaskan, QRIS Tap dirancang untuk meningkatkan kecepatan dan kenyamanan transaksi, khususnya pada sektor dengan frekuensi tinggi seperti transportasi publik, ritel modern, hingga sektor perhotelan dan restoran.

Baca juga: Bikin QRIS untuk Jualan Kini Bisa di Aplikasi GoPay

Peluncuran QRIS Tap dilakukan sebagai bagian dari strategi digitalisasi sistem pembayaran nasional, sekaligus mendukung integrasi pembayaran berbasis domestik yang lebih efisien.

Pertumbuhan transaksi QRIS Tap

Filianingsih mengungkapkan, penggunaan QRIS Tap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, khususnya pada sektor transportasi dan area hospitality.

“Nah, untuk QRIS Tap ini memang terus tumbuh untuk sektor transportasi maupun merchant untuk hotel dan restoran. Jadi, hospitality area ini juga mulai menggunakan QRIS Tap,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini QRIS Tap telah memproses lebih dari 475.000 transaksi. Angka tersebut tumbuh sekitar 7,9 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Baca juga: Pemerintah Bidik Perluas Ekspor dan QRIS ke Negara Anggota APEC

“Kalau kita lihat ini memproses lebih dari 475.000 transaksi dan ini tumbuh sekitar 7,9 persen month to month,” tutur Filianingsih.

Dari sisi nominal transaksi, pertumbuhan juga tercatat positif. Nilai transaksi QRIS Tap meningkat 6,4 persen secara bulanan, dengan total sekitar Rp 4,6 miliar.

Ilustrasi QRIS Tap.DOK. BANK MANDIRI Ilustrasi QRIS Tap.

“Nah, nominal juga meningkat tumbuh 6,4 persen month to month atau sekitar 4,6 miliar,” ujarnya.

Perbedaan ticket size

BI juga mencatat adanya perbedaan rata-rata nilai transaksi atau ticket size antara sektor transportasi dan sektor lain seperti restoran maupun ritel.

Baca juga: Wisata ke Korea Makin Mudah, QRIS Bisa Dipakai Mulai April 2026

“Tiket size ini memang berbeda antara transportasi itu tiket size-nya itu sekitar 5.000-an. Sementara kalau untuk restoran atau retail yang lain itu sekitar 70.000-an,” kata Filianingsih.

Perbedaan tersebut mencerminkan karakteristik penggunaan QRIS Tap yang beragam. Pada sektor transportasi, nilai transaksi relatif kecil karena digunakan untuk pembayaran tiket perjalanan harian, seperti bus atau moda transportasi publik lainnya.

Sebaliknya, di sektor restoran dan ritel, nilai transaksi cenderung lebih tinggi karena mencakup pembelian makanan, minuman, maupun produk ritel lainnya.

Kendala di ekosistem iPhone

Meski mencatat pertumbuhan, adopsi QRIS Tap di Indonesia masih belum merata pada seluruh ekosistem perangkat. Pengguna iPhone belum dapat memanfaatkan fitur ini karena keterbatasan akses NFC.

Baca juga: BI: Transaksi QRIS Didominasi UMKM, Volume dan Nilainya Terus Naik

Sebagaimana disampaikan Filianingsih, Apple saat ini hanya membuka akses NFC untuk layanan Apple Pay. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah wilayah lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, Apple memang menghadapi tekanan regulator di kawasan Uni Eropa yang mendorong pembukaan akses NFC bagi pengembang pihak ketiga.

Hal itu membuka peluang bagi sistem pembayaran lain untuk memanfaatkan NFC di perangkat iPhone di wilayah tersebut.

Mekanisme dan keamanan

Cara pakai QRIS Tap.DOK. Humas BRI Cara pakai QRIS Tap.

QRIS Tap tetap berada dalam kerangka standar nasional QRIS yang terintegrasi dengan sistem pembayaran domestik. Transaksi dilakukan melalui aplikasi penyedia jasa pembayaran (PJP) yang telah berizin dan terhubung dengan infrastruktur BI.

Baca juga: BI Targetkan QRIS Dapat Digunakan di 8 Negara Tahun Ini, China dan Korea Selatan Mulai Kuartal I 2026

Saat pengguna menempelkan ponsel ke terminal NFC, sistem akan membaca identitas transaksi dan memproses pembayaran secara real time. Konfirmasi transaksi kemudian muncul pada aplikasi pengguna maupun perangkat merchant.

Karena berada dalam ekosistem QRIS, transaksi QRIS Tap tetap tunduk pada standar keamanan dan pengawasan yang berlaku dalam sistem pembayaran nasional.

Hal ini mencakup kewajiban autentikasi pengguna melalui PIN, biometrik, atau metode lain sesuai kebijakan masing-masing aplikasi pembayaran.

QRIS sendiri diluncurkan oleh BI pada 17 Agustus 2019 sebagai standar nasional kode QR untuk pembayaran.

Baca juga: Musisi Jalanan Malioboro Kini Bisa Terima Apresiasi Lewat QRIS

Sejak saat itu, jumlah merchant dan pengguna QRIS terus bertambah, mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ritel modern, hingga sektor transportasi.

Pengembangan QRIS Tap menjadi salah satu langkah lanjutan untuk mempercepat transaksi, khususnya pada sektor dengan kebutuhan kecepatan layanan tinggi.

Ke depan, pengembangan fitur ini masih bergantung pada kesiapan infrastruktur, dukungan merchant, serta kompatibilitas perangkat pengguna, termasuk kemungkinan pembukaan akses NFC oleh Apple.

Untuk saat ini, QRIS Tap baru dapat dimanfaatkan oleh pengguna ponsel Android yang memiliki fitur NFC aktif dan aplikasi pembayaran yang mendukung layanan tersebut.

Baca juga: Jangan Mau Dikenakan Biaya Admin Saat Bayar Pakai QRIS, Ini yang Harus Dilakukan

Sementara itu, BI menyatakan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memperluas interoperabilitas sistem pembayaran digital nasional, termasuk melalui inovasi QRIS Tap.

Tag:  #kenapa #qris #belum #bisa #dipakai #iphone #penjelasan

KOMENTAR