Indonesia Impor Bioetanol Dari AS, Bahlil: Boleh, Sampai Produksi Kita Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (YouTube: Kementerian ESDM)
09:54
22 Februari 2026

Indonesia Impor Bioetanol Dari AS, Bahlil: Boleh, Sampai Produksi Kita Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons rencana  Indonesia mengimpor bioetanol dari Amerika Serikat (AS).

Rencana impor bioetanol ini menjadi bagian dari kesepakatan dagang kedua negara.

Menurut Bahlil, langkah tersebut merupakan strategi transisi sembari mendorong penguatan produksi dalam negeri.

Terlebih, saat ini pemerintah memang sedang menyiapkan kebijakan pencampuran etanol dalam bensin secara wajib atau mandatory blending.

"Salah satu strategi untuk kita mendorong ketahanan energi dan kedaulatan energi kita, adalah kita akan menerapkan bagian daripada bensin kita akan campur dengan etanol, mandatory," kata Bahlil dalam konferensi pers secara daring, dikutip Minggu (22/2).

Tak hanya mendorong ketahanan energi, Bahlil juga mengatakan bahwa kesepakatan untuk melakukan impor bioetanol dari Negara Paman Sam sebagai bentuk untuk menciptakan peluang usaha baru di dalam negeri.

"Tujuannya sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru yang ada di Indonesia," imbuhnya.

Kendati begitu, Bahlil memastikan bahwa impor tersebut berpeluang dihentikan jika kemudian dari sisi produksi bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Itu sebabnya, saat ini Bahlil sendiri memperbolehkan impor bioetanol, termasuk dari Amerika Serikat.

"Sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja, termasuk di impor dari Amerika," ujar Bahlil.

"Sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi. Ini paralel aja sebenarnya, paralel aja biasa," tukasnya.

Sebelumnya, Indonesia menyepakati tidak akan menutup keran impor Bioetanol dari Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan itu sebagai bagian dari Kesepakatan Dagang antara Indonesia dan AS yang diteken pada Kamis (19/2) waktu AS.

Sebaliknya, pemerintah Indonesia juga menyepakati untuk terus memasok bioetanol dalam campuran bahan bakar transportasi ke Amerika Serikat (AS).

Bahkan, Indonesia juga akan menjalankan kebijakan pasokan bahan bakar transportasi yang dicampur bioetanol secara bertahap.

Dalam hal ini, Indonesia akan menerapkan kebijakannya untuk memasok bahan bakar transportasi yang dicampur dengan hingga lima persen bioetanol (E5) pada tahun 2028 dan hingga 10 persen bioetanol (E10) pada tahun 2030.

Di sisi lain, Indonesia juga akan berupaya menerapkan kebijakannya tentang penggunaan campuran bioetanol dalam bahan bakar transportasi hingga 20 persen bioetanol (E20) dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan dan kesiapan infrastruktur pendukung.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #indonesia #impor #bioetanol #dari #bahlil #boleh #sampai #produksi #kita #penuhi #kebutuhan #dalam #negeri

KOMENTAR