Kasatgas Tito Tutup Kunjungan ke Aceh dengan Shalat Subuh Berjemaah di Banda Aceh
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera seusai shalat subuh berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh, Minggu (22/2/2026).(Dok. Kemendagri)
10:54
22 Februari 2026

Kasatgas Tito Tutup Kunjungan ke Aceh dengan Shalat Subuh Berjemaah di Banda Aceh

- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menutup lawatan ke sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh dengan shalat subuh berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh, Minggu (22/2/2026).

Dalam sambutannya, Tito mengatakan bahwa sejak jauh hari telah merencanakan untuk menjalankan ibadah puasa hari pertama di Aceh Tamiang.

Kegiatan safari Ramadhan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga untuk memantau langsung progres terkini rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh.

Baca juga: Selama Ramadhan, Masjid di Aceh Sediakan Kuliner Kanji Rumbi Gratis

“Sambil melihat perkembangan di Aceh Tamiang, kemudian buka puasa bersama pengungsi di hunian sementara (huntara). Dilanjutkan dengan shalat tarawih dan diskusi bersama bupati dan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) terkait permasalahan-permasalahan yang masih ada,” ujar Tito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa kunjungannya ke berbagai daerah di Aceh merupakan tindak lanjut amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto sebagai Kasatgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera.

Bagi Tito, tugas yang diberikan Presiden tersebut merupakan bagian dari ibadah dalam membantu masyarakat.

Sejak bencana melanda tiga provinsi di Sumatera, ia mengaku langsung tergerak untuk meninjau beberapa daerah di Aceh.

Baca juga: 29 Desa Hilang Akibat Bencana Sumatera, Aceh Terbanyak

Saat itu, Tito tidak menyangka dampak bencana begitu luas hingga terasa di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), serta mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak.

“Setelah melihat skalanya, saya ditunjuk sebagai Kasatgas. Saya harus membantu (daerah terdampak bencana),” tegasnya.

Progres pemulihan

Setelah beberapa bulan berlalu, Tito menyampaikan bahwa progres pemulihan mulai terasa di hampir semua daerah. Hal ini ditandai dengan jaringan listrik mulai normal, roda perekonomian sudah bergerak, hingga akses jalan dan sungai mulai terhubung.

Saat ini, kata Tito, pemerintah terus mengoptimalkan percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersabar dan mengambil hikmah atas berbagai peristiwa yang telah terjadi.

Baca juga: Awal Puasa 2026, Ini Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Alquran

“Kalau kata orang Inggris ada satu (ungkapan), every cloud has a silver lining. Setiap awan yang gelap, itu pasti ada lapisan cerah di baliknya yang berwarna perak. Itu memberikan tanda juga, tanda yang terang,” ucap Tito.

Pada kesempatan tersebut, Tito juga menyerahkan ratusan paket bantuan perlengkapan ibadah secara simbolis kepada masyarakat, salah satunya wakaf Al Quran dari Presiden Prabowo untuk masyarakat Aceh.

Sebagai informasi, kegiatan shalat subuh berjemaah itu turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, jajaran forkopimda Kota Banda Aceh, para tokoh masyarakat, serta pihak terkait lain.

Tag:  #kasatgas #tito #tutup #kunjungan #aceh #dengan #shalat #subuh #berjemaah #banda #aceh

KOMENTAR