Pertamina Patra Niaga Kelola 4.700 Ton Sampah per Tahun, Libatkan 2.470 Masyarakat
- Dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional pada 21 Februari, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), inisiatif pengelolaan sampah perusahaan saat ini telah berjalan di 58 lokasi di seluruh Indonesia. Dari pelaksanaan tersebut, sebanyak 4,7 ribu ton sampah per tahun berhasil dikumpulkan.
Dari jumlah tersebut, 2,3 ribu ton per tahun telah dikelola dan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang serta pengolahan organik.
Baca juga: Dorong Ekonomi Sirkular, CCEP Reaktivasi 12 Bank Sampah
Ilustrasi pengelolaan limbah FOG dengan skala rumahan
Program tersebut melibatkan 2.470 masyarakat dan menghasilkan total nilai pendapatan masyarakat mencapai Rp 3,2 miliar dari akumulasi seluruh program.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan Hari Sampah Nasional menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kolaborasi multipihak dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui program TJSL, Pertamina Patra Niaga mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur, bernilai ekonomi, dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Sabtu (22/2/2026).
TPS 3R Resik di Boyolali
Salah satu implementasi pengelolaan terpadu dijalankan melalui unit Fuel Terminal Boyolali dengan program TPS 3R Resik di Desa Butuh.
Baca juga: Prabowo Mau Proyek Sampah Jadi Listrik Beroperasi 2 Tahun Lagi
Ilustrasi pengelolaan sampah.
Fasilitas ini mampu mengelola 480 ton sampah per tahun yang berasal dari 310 kepala keluarga dan 115 pelaku usaha di sekitar desa.
Sistem pengelolaan yang dijalankan secara konsisten dan partisipatif tersebut menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp 36 juta per tahun.
Program ini juga disebut memperkuat kualitas kebersihan serta kesehatan lingkungan desa melalui pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle (3R).
Kembangkan 15 bank sampah berbasis maggot
Selain pengelolaan terpadu di tingkat desa, Pertamina Patra Niaga juga membina 15 bank sampah yang mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik.
Baca juga: Indonesia Darurat Sampah, Prabowo Bangun 34 Poyek Waste to Energi Senilai Rp 58 T
Inisiatif ini membentuk rantai pasok pengolahan sampah organik yang berkelanjutan dengan produk turunan berupa pupuk kompos, eco-enzyme, dan pakan ternak.
Program tersebut berkontribusi dalam mengurangi volume sampah organik, menghasilkan produk ramah lingkungan, membuka peluang usaha lokal, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Bank Sampah Horas Bah di Medan
Dampak pemberdayaan juga dirasakan melalui program Kampung Pesisir Berdaya yang dijalankan oleh unit Fuel Terminal Medan dengan pengelolaan Bank Sampah Horas Bah.
Kegiatan Bank Sampah Horas Bah mampu mengumpulkan hingga 10 ton sampah per tahun dan menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp 1,925 juta per bulan.
Baca juga: Metode Waste to Energy Dinilai Jadi Solusi Kelola Sampah di Jakarta dan Tangsel
Ketua kelompok program Bank Sampah Horas Bah, Dian Syahputra, menyampaikan keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program.
“Perubahan tidak datang dari satu orang, tetapi dari keberanian untuk bergerak bersama. Tugas kita adalah menjaga dan melestarikan agar lingkungan serta ekonomi pesisir tetap lestari,” ujar Dian.
Kandidat PROPER Emas
Atas konsistensi dan dampak yang dihasilkan, implementasi program TPS 3R Resik dan Bank Sampah Horas Bah saat ini menjadi kandidat PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pencapaian tersebut mencerminkan pengelolaan lingkungan yang melampaui kepatuhan, sekaligus memperlihatkan integrasi antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pelaksanaan TJSL perusahaan.
Baca juga: Debottlenecking Dimulai, Purbaya Tangani Masalah Sampah dan Tekstil
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya untuk terus memperluas dampak program pengelolaan sampah sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Tag: #pertamina #patra #niaga #kelola #4700 #sampah #tahun #libatkan #2470 #masyarakat