Dunia Butuh 300.000 Pilot Baru hingga 2034, Terutama di Asia Pasifik
Permintaan tenaga pilot diperkirakan akan meningkat tajam dalam satu dekade mendatang seiring pertumbuhan lalu lintas udara global dan peremajaan armada penerbangan.
Dikutip dari Gulf News, Sabtu (7/2/2026), menurut CAE Aviation Talent Forecast, sekitar 300.000 pilot baru dibutuhkan di seluruh dunia hingga 2034 untuk mendukung ekspansi industri dan menggantikan pilot yang pensiun.
Laporan ini mencakup kebutuhan di sektor penerbangan komersial dan bisnis, serta tekanan yang muncul dari dinamika pasar tenaga kerja di sektor aviasi.
Baca juga: KNKT: Jadwal Terbang Pesawat Belum Pertimbangkan Beban Kerja Pilot
Ilustrasi pilot
Dalam rincian proyeksi tersebut, komponen utama permintaan berasal dari penerbangan komersial.
Laporan CAE menyebutkan sebanyak 267.000 pilot komersial diperlukan secara global selama dekade 2024–2034, terutama di wilayah Asia-Pasifik yang mencatat pertumbuhan pesat dalam jumlah perjalanan udara.
Sementara di penerbangan bisnis, sekitar 33.000 pilot dibutuhkan untuk menggantikan aviator yang pensiun sekaligus mempertahankan jalur pertumbuhan sektor ini.
Proyeksi lain dari lembaga seperti Statista menunjukkan adanya defisit sekitar 50.000 pilot pada 2025 akibat rebound pascapandemi, tingkat pensiun yang tinggi, serta ekspansi jumlah pesawat, yang diperkirakan akan berlanjut hingga 2027 dan seterusnya.
Baca juga: Pengamat Minta Kemenhub Tegaskan Aturan Pilot Fatigue
Laporan CAE juga merangkum berbagai proyeksi lain. Outlook industri oleh Boeing mengindikasikan kebutuhan hingga 660.000 pilot baru di seluruh dunia antara 2025 dan 2044.
Data yang sama menggarisbawahi bahwa jumlah pilot aktif global diperkirakan tumbuh dari sekitar 382.000 orang pada 2025 menjadi 520.000 pada 2034, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 3,5 persen per tahun.
Ilustrasi pilot.
Faktor pendorong permintaan pilot
Laporan tersebut mengidentifikasi beberapa faktor utama di balik lonjakan permintaan pilot:
1. Pensiun pilot
Sebagian besar angkatan kerja pilot saat ini mendekati usia pensiun wajib (65 tahun), sehingga kebutuhan untuk mengganti pilot yang keluar dari profesi meningkat.
Baca juga: Antisipasi Pilot Tertidur saat Penerbangan, Pengamat Sarankan Pesawat Komersial Dipasangi Ini
2. Pertumbuhan industri penerbangan
Jumlah pesawat komersial global diperkirakan meningkat dari sekitar 25.900 unit pada 2019 menjadi 47.080 unit pada 2041, mencerminkan ekspansi jaringan penerbangan dan rute baru.
3. Keterbatasan kapasitas pelatiihan
Batasan pada kapasitas pelatihan pilot dan tertundanya banyak calon pilot akibat pandemi selama beberapa tahun terakhir turut memperlambat masuknya tenaga baru yang memenuhi syarat.
Peran teknologi dan segmen baru
Selain penerbangan tradisional, munculnya segmen baru seperti air taxi berbasis teknologi eVTOL (electric vertical take-off and landing) juga ikut mendorong permintaan tenaga pilot.
Laporan CAE menyebutkan bahwa dengan masuknya teknologi ini hingga pertengahan 2030-an, kebutuhan pilot di segmen urban air mobility bisa mencapai puluhan ribu orang bergantung pada skenario adopsinya.
Baca juga: India Usulkan Aturan Larang Pilot dan Awak Kabin Pakai Parfum, Kenapa?
Misalnya, estimasi dari firma akuntansi KPMG menyebutkan kebutuhan sekitar 19.000 pilot untuk memenuhi permintaan air taxi hingga 2030, sementara proyeksi lebih optimistis menyebut angka hingga 60.000 pilot pada periode yang sama.
Tag: #dunia #butuh #300000 #pilot #baru #hingga #2034 #terutama #asia #pasifik