Ekspor RI ke AS Naik 16,6 Persen, ke China 6,8 Persen
Ilustrasi ekspor. (PIXABAY/AWADPALESTINE)
14:24
6 Februari 2026

Ekspor RI ke AS Naik 16,6 Persen, ke China 6,8 Persen

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) pada 2025 naik 16,66 persen, lebih tinggi dari nilai ekspor ke China.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kenaikan nilai ekspor ke AS utu juga diikuti dengan surplus ekspor impor paling tinggi dibanding ke negara lain.

“Kalau kita lihat surplus terbesar kita justru ke Amerika,” kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Kemendag, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,11 Persen pada 2025, Ditopang Ekspor dan Investasi

Budi melaporkan, nilai ekspor RI ke AS pada 2025 mencapai 30,958 juta dollar AS atau setara Rp 522.601.998.000 dengan kurs Rp 16.880 per 1 dollar AS.

Pertumbuhan ekspor paling tinggi kedua ke Thailand dengan angka 8,77 juta dollar AS, naik 13,73 persen dibanding 2024.

Kemudian ekspor ke Singapura juga meningkat 12,24 persen dengan angka 13,10 juta dollar AS.

Pertumbuhan ekspor ke Vietnam berada di posisi ketiga keempat dengan kenaikan 11,65 persen menjadi 10,62 juta dollar As.

Sementara itu, nilai pertumbuhan ekspor ke China berada di urutan keempat dengan kenaikan 6,85 persen dengan nilai total 67,038 juta dollar AS.

“Baik nah pasar utama kita adalah kalau kita lihat lima besar saja yaitu RRT, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Singapura,” ujar Budi.

Baca juga: Bulog Sebut Arab Saudi Buka Peluang Ekspor Beras Indonesia untuk Jemaah Haji

AS Penyumbang Surplus

Pada kesempatan tersebut, Busan juga melaporkan perdagangan dengan AS menjadi penyumbang surplus terbesar.

Dalam data di situs resmi Kemendag, nilai impor RI dari AS sepanjang 2025 mencapai 12,846 juta dollar AS, naik 6,87 persen, sementara nilai ekspor 30,958 juta dollar AS.

Dari transaksi itu, Indonesia surplus 18,112 juta dollar AS atau 24,76 persen dari tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat surplus terbesar kita justru ke Amerika,” tutur Budi.

India menjadi negara kedua penyumbang surplus kedua pada 2025 dengan nilai 13,49 juta dollar AS.

Nilai ekspor ke India pada 2025 mencapai 18,32 juta dolar AS, sementara nilai impornya 4,84 juta dollar AS.

Filipina menjadi penyumbang surplus ketiga dengan nilai 8,42 juta dollar AS.

Ekspor RI ke negara itu mencapai 10,22 juta dollar AS dan hanya mengimpor 1,80 juta dollar AS.

“Yang terjadi pada tahun 2025 justru surplus kita kalau dulu biasanya yang pertama India ya tapi sekarang justru nomor dua India dan nomor satu Amerika,” kata Budi.

Total surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai 2,51 miliar dollar AS.

Surplus itu terdiri dari sektor nonmigas 4,61 miliar dollar AS dan defisit migas sebesar 2,09 dollar AS.

“Capaian surplus bulan Desember ini menopang surplus perdagangan periode 2025 menjadi sebesar 41,05 miliar dollar AS,” sebagaimana dikutip dari paparan Busan.

Tag:  #ekspor #naik #persen #china #persen

KOMENTAR