Wall Masih Tertekan Saham Teknologi, Nasdaq Terdampar di Zona Merah
Ilustrasi Wall Street, bursa saham AS New York Stock Exchange.(UNSPLASH/ADITYA VYAS)
08:24
5 Februari 2026

Wall Masih Tertekan Saham Teknologi, Nasdaq Terdampar di Zona Merah

- Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street  pada perdagangan Rabu (4/2/2026) waktu setempat masih dibayangi tekanan dari saham-saham teknologi, seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa reli saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mendekati titik jenuh.

Mengutip Reuters Kamis (5/2/2026), indeks S&P 500 turun 35,59 poin atau 0,51 persen ke level 6.882,22.

Nasdaq Composite anjlok 350,61 poin atau 1,51 persen ke 22.903,13.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average justru menguat 246,56 poin atau 0,51 persen ke 49.487,55.

Sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar mengalami koreksi tajam.

Saham Advanced Micro Devices (AMD) jatuh setelah proyeksi pendapatan kuartalannya peleset dari ekspektasi pasar.

Perusahaan juga memberi sinyal menghadapi persaingan ketat dengan raksasa chip AI, Nvidia.

Saham Nvidia ikut melemah dan menyeret indeks semikonduktor PHLX berakhir di zona merah.

Tekanan juga melanda Palantir Technologies, yang terkoreksi setelah sehari sebelumnya melonjak tajam berkat laporan penjualan kuartalan yang kuat.

Saham Alphabet turut melemah menjelang rilis laporan keuangan.

Investor mencermati sejauh mana investasi besar Google di bidang AI mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Manajer portofolio Argent Capital, Jed Ellerbroek, menilai pasar masih kesulitan menentukan valuasi wajar saham-saham AI.

“Skala pembangunan infrastruktur dan kecepatan adopsi AI belum pernah terjadi sebelumnya. Pasar tiba-tiba menjadi lebih skeptis dan khawatir mengenai arah valuasi saham ke depan,” ujarnya.

Tekanan juga dirasakan saham-saham perangkat lunak.

Snowflake dan Datadog melemah di tengah kekhawatiran bahwa perkembangan AI yang sangat cepat dapat mengganggu pemain lama di industri tersebut. “Perangkat lunak lama yang kaku menjadi sasaran empuk AI. Kami cenderung bearish terhadap sektor software secara umum,” kata Josh Chastant dari GuideStone Funds.

Di tengah pelemahan saham pertumbuhan, investor mulai beralih ke saham-saham bernilai (value stocks) yang relatif tertinggal dari reli teknologi.

Indeks S&P 500 Value tercatat naik untuk hari kelima berturut-turut, sementara indeks S&P 500 Growth kembali tertekan.

Di luar sektor teknologi, saham Super Micro Computer melonjak setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan tahunan, didorong permintaan kuat terhadap server yang dioptimalkan untuk AI.

Saham Eli Lilly juga menguat dan membantu menahan pelemahan S&P 500, setelah perusahaan farmasi tersebut memproyeksikan laba 2026 di atas ekspektasi Wall Street.

Dari sisi data ekonomi, rilis laporan ketenagakerjaan pemerintah Amerika Serikat untuk Januari ditunda akibat penutupan sebagian pemerintahan selama empat hari yang baru berakhir pada Selasa.

Sementara itu, laporan ketenagakerjaan ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta AS pada Januari berada di bawah perkiraan.

Penurunan tercatat terjadi di sektor jasa profesional, bisnis, serta manufaktur.

Tag:  #wall #masih #tertekan #saham #teknologi #nasdaq #terdampar #zona #merah

KOMENTAR