IHSG Hari Ini Berpotensi Konsolidasi di Tengah 'Perang' Lawan 'Saham Gorengan'
Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
07:26
4 Februari 2026

IHSG Hari Ini Berpotensi Konsolidasi di Tengah 'Perang' Lawan 'Saham Gorengan'

Baca 10 detik
  • IHSG menguat signifikan 2,52% namun dibayangi aksi jual bersih investor asing senilai Rp760 miliar.
  • Pada Rabu (4/2/2026), IHSG diprediksi bergerak mendatar dengan level support 7.900 dan resistance 8.300.
  • Bursa Asia menguat, namun bursa Amerika Serikat melemah didorong rotasi aset dari sektor teknologi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sebelumnya dengan penguatan signifikan sebesar 2,52%.

Meski demikian, kenaikan ini dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai angka Rp760 miliar.

Sejumlah saham perbankan dan big caps menjadi target utama pelepasan aset oleh pemodal luar negeri, di antaranya BMRI, BBCA, ANTM, BBRI, dan TLKM.

Untuk perdagangan hari ini, Rabu (4/2/2026), pasar diperkirakan akan memasuki fase jenuh atau bergerak mendatar.

Meski demikian, sentimen pergerakan BEI dan kepolisian yang mulai tegas terhadap saham gorengan dan 'bandar' diperkirakan akan sedikit berdampak pada IHSG.

Untuk diketahui, pada Selasa (3/2/2026) kemarin, Bareskrim memeriksa Shinhan Sekuritas berkaitan dengan IPO saham PIPA yang diduga melanggar regulasi.

Saat ini tiga tersangka sudah ditetapkan, termasuk eks pejabat BEI.

Proyeksi IHSG

Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG memiliki kecenderungan untuk bergerak sideways sepanjang hari ini. Fokus investor diperkirakan akan tertuju pada area pertahanan dan hambatan berikut:

Support IHSG: 7.900 – 8.000

Resistance IHSG: 8.175 – 8.300

Di tengah potensi konsolidasi ini, beberapa saham komoditas dan metal menarik untuk diperhatikan sebagai trading idea, antara lain MBMA, NCKL, CDIA, ARCI, BRMS, dan BUMI.

Sementara itu, Mandiri Sekuritas melalui Head of Technical Analyst Department, Hadiyansyah, memberikan rekomendasi pada saham BBNI, INCO, dan TLKM.

Bursa Asia Kompak Menghijau

Berbeda dengan gejolak pekan lalu, bursa saham di kawasan Asia mencatatkan pemulihan serentak pada perdagangan Selasa (3/2). Pasar mulai menunjukkan stabilitas setelah fluktuasi harga komoditas emas dan perak mereda.

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan fantastis 6,84%, disusul oleh Nikkei 225 Jepang yang melesat 3,92%.

Perbaikan aktivitas manufaktur di Amerika Serikat memberikan sinyal positif bagi prospek laba perusahaan global.

Namun, perhatian khusus tertuju pada Australia, di mana bank sentralnya (RBA) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,85% sebagai langkah meredam inflasi yang masih di atas target.

Dari bursa Amerika Serikat, tekanan justru datang pada sektor teknologi. Para investor mulai melakukan rotasi aset keluar dari saham-saham pertumbuhan tinggi menuju sektor yang lebih sensitif terhadap perbaikan ekonomi riil.

Indeks Nasdaq memimpin penurunan sebesar 1,43%, sementara S&P 500 dan Dow Jones turut melemah.

Fenomena "Magnificent Seven" tampak mulai meredup sementara:

Nvidia turun hampir 3%, memperpanjang fase koreksi di sektor AI.

Microsoft dan Meta terpangkas lebih dari 2%.

Sebaliknya, Walmart melonjak 3% hingga menembus kapitalisasi pasar USD 1 triliun, didorong oleh keberhasilan ekspansi digitalnya.


DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik. Analisis yang disajikan merupakan proyeksi teknikal dan bukan merupakan jaminan keuntungan pasti. Investor diharapkan melakukan kajian mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul dari keputusan transaksi berdasarkan artikel ini.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #ihsg #hari #berpotensi #konsolidasi #tengah #perang #lawan #saham #gorengan

KOMENTAR