Emas Tak Produktif? Ini Alasan Warren Buffett Pilih Perak
Warren Buffett. Warren Buffett dikenal kaya raya, tapi gaya hidupnya jauh dari kemewahan. Berikut lima hal mengejutkan yang tidak pernah dia borong meski sudah jadi miliarder.(THE GIVING PLEDGE)
08:48
4 Februari 2026

Emas Tak Produktif? Ini Alasan Warren Buffett Pilih Perak

- Nama Warren Buffett identik dengan pendekatan investasi berbasis nilai (value investing) yang menekankan fundamental, produktivitas aset, dan arus kas jangka panjang.

Dalam berbagai kesempatan, pendiri dan mantan CEO Berkshire Hathaway itu secara terbuka menyampaikan pandangannya terhadap emas.

Pasa saat yang sama, sejarah menunjukkan bahwa ia pernah mengambil posisi besar di perak.

Baca juga: Preferensi Investasi Logam Mulia Warren Buffett: Perak, Bukan Emas

Warren Buffett memperingatkan risiko perkembangan AI yang tak pasti arahnya dan membandingkannya dengan bahaya senjata nuklir yang sudah lama mengancam dunia. Warren Buffett memperingatkan risiko perkembangan AI yang tak pasti arahnya dan membandingkannya dengan bahaya senjata nuklir yang sudah lama mengancam dunia.

Buffett mengkritik emas sebagai aset yang tidak produktif, namun pada akhir 1990-an sempat membeli ratusan juta ounce perak ketika menilai fundamental pasarnya menarik.

Kritik Warren Buffett terhadap emas: “tidak menghasilkan apa-apa”

Pandangan Buffett tentang emas terdokumentasi jelas dalam surat tahunannya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway.

Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2011, ia mengelompokkan emas dalam kategori aset yang tidak produktif.

“Aset utama dalam kategori ini adalah emas, yang saat ini menjadi favorit para investor yang takut akan hampir semua aset lainnya. Jika Anda memiliki satu ons emas untuk selamanya, Anda akan tetap memiliki satu ons emas pada akhirnya," tulisnya.

Baca juga: 4 Prinsip Investasi Warren Buffett yang Wajib Diketahui Investor Muda

Pernyataan tersebut dimuat dalam surat resmi yang dipublikasikan melalui situs Berkshire Hathaway.

Dalam bagian yang sama, Buffett menjelaskan bahwa emas bukan banyak guna dan tidak dapat berkembang biak (procreative), berbeda dengan lahan pertanian atau bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan dan nilai tambah dari waktu ke waktu.

Dalam wawancara dengan CNBC pada 2011, Buffett juga mengatakan, “Emas adalah cara untuk membeli saham saat rasa takut melanda.”

Ilustrasi emas. Apa prediksi harga emas untuk tahun 2030?DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Apa prediksi harga emas untuk tahun 2030?

Pernyataan itu merujuk pada karakter emas yang sering dibeli saat ketidakpastian ekonomi meningkat, bukan karena ia menghasilkan arus kas atau nilai intrinsik yang berkembang.

Baca juga: Warren Buffett dan Seni Menunggu dalam Investasi Saham

Pembelian besar perak oleh Berkshire Hathaway

Meski kritis terhadap emas, sejarah menunjukkan bahwa Buffett pernah mengambil langkah signifikan di pasar perak.

Pada periode 1997–1998, Berkshire Hathaway mengungkapkan telah membeli sekitar 129,7 juta ounce perak. Informasi ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal dalam arsip pemberitaannya pada akhir 1990-an.

Laporan tersebut menyebutkan, pembelian dilakukan antara Juli 1997 hingga awal 1998.

Langkah ini mengejutkan pasar karena skala pembeliannya yang besar, menjadikan Berkshire Hathaway salah satu pemegang perak terbesar saat itu.

Baca juga: 5 Hal yang Tidak Pernah Dibeli Warren Buffett Meski Jadi Orang Terkaya

Keputusan tersebut terjadi ketika harga perak relatif rendah dan cadangan bullion global disebut mengalami penurunan.

Beberapa analis pada masa itu menilai aksi Berkshire Hathaway sebagai taruhan terhadap ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.

Investasi tersebut kemudian memberikan keuntungan ketika harga perak naik pada tahun-tahun berikutnya, meskipun Berkshire akhirnya melepas kepemilikannya dalam periode selanjutnya.

Faktor fundamental: utilitas industri perak

Berbeda dengan emas yang sebagian besar berfungsi sebagai penyimpan nilai dan perhiasan, perak memiliki penggunaan industri yang luas.

Baca juga: Nasihat Warren Buffett tentang Uang, Utang, dan Kesuksesan

Perak digunakan dalam komponen elektronik dan konduktor listrik, panel surya (fotovoltaik), otomotif, peralatan medis, dan berbagai aplikasi teknologi presisi.

Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak dunia anjlok tajam pada perdagangan Jumat (30/1/2026), setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).PIXABAY/PAUL (PWLPL) Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak dunia anjlok tajam pada perdagangan Jumat (30/1/2026), setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).

Karakter ini membuat permintaan perak tidak hanya bergantung pada sentimen investor, tetapi juga pada pertumbuhan industri global.

Investopedia mencatat bahwa perak memiliki permintaan industrial yang substansial, menjadikannya berbeda dari emas dalam struktur permintaan.

Data dari Silver Institute melalui laporan World Silver Survey 2025 menunjukkan produksi tambang global pada 2024 mencapai 819,7 juta ounce, naik sekitar 0,9 persen secara tahunan.

Baca juga: Warren Buffett Bandingkan Risiko AI dengan Senjata Nuklir

Laporan yang sama menyebut permintaan industri perak mencetak rekor, didorong oleh sektor energi surya dan elektronik.

Dalam beberapa tahun terakhir, laporan industri juga menyoroti adanya defisit pasar perak ketika permintaan industri melampaui pasokan tambang dan daur ulang.

Perbedaan karakter permintaan: safe haven vs industri

Pergerakan harga emas cenderung dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, inflasi dan suku bunga, dan permintaan bank sentral.

Sementara itu, perak memiliki kombinasi karakter aset lindung nilai (precious metal) dan logam industri (industrial metal).

Baca juga: Gaji CEO Baru Berkshire Hathaway Naik 19 Persen, Jauh di Atas Warren Buffett

Dengan demikian, pergerakan harga perak kerap mencerminkan kondisi ekonomi riil selain sentimen investor.

Dalam sejumlah analisis pasar, struktur permintaan ganda ini disebut sebagai salah satu faktor yang membuat perak memiliki dinamika berbeda dibanding emas.

Filosofi investasi Warren Buffett: aset produktif

Pendekatan Buffett terhadap emas dan perak tidak dapat dilepaskan dari filosofi investasinya.

Dalam surat tahunannya, ia membandingkan pembelian emas dengan investasi pada lahan pertanian atau perusahaan produktif.

Warren Buffett. Krista Kennell/Shutterstock.com Warren Buffett.

Baca juga: Warren Buffett Ungkap Alasan Investasi Saham Lebih Menarik daripada Properti

Ia menulis bahwa aset produktif akan menghasilkan arus kas dan nilai tambah sepanjang waktu, sementara emas tidak akan menghasilkan apa-apa.

Preferensi Buffett terhadap perak pada akhir 1990-an sejalan dengan logika fundamental. Saat harga rendah dan fundamental pasokan-permintaan mendukung, perak dipandang memiliki basis nilai yang lebih terkait aktivitas ekonomi riil.

Meski demikian, Buffett tidak pernah secara eksplisit menyatakan bahwa perak lebih unggul secara permanen dibanding emas.

Pernyataannya yang terdokumentasi lebih banyak menyoroti kritik terhadap emas daripada promosi terhadap perak.

Tag:  #emas #produktif #alasan #warren #buffett #pilih #perak

KOMENTAR