IHSG Langsung Jatuh di Pembukaan Senin Setelah Dihantam Kabar Pejabat OJK Mundur
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
09:16
2 Februari 2026

IHSG Langsung Jatuh di Pembukaan Senin Setelah Dihantam Kabar Pejabat OJK Mundur

Baca 10 detik
  • Pada Senin (2/2/2026) pagi, IHSG dibuka merosot ke level 8.306 dan terperosok 2,28 persen hingga pukul 09.05 WIB.
  • Pada waktu tersebut, 405 saham mengalami penurunan harga signifikan, berbanding hanya 189 saham yang bergerak naik.
  • BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG menguat terbatas, sambil menantikan sentimen OJK, BEI, dan data inflasi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), merosot pada awal perdagangan, Senin (2/2/2026). IHSG dibuka meloyo ke level 8.306.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus terperosok 2,28 persen ke level 8.139.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,72 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,72 triliun, serta frekuensi sebanyak 305.000 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 189 saham bergerak naik, sedangkan 405 saham mengalami penurunan, dan 364 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto] PerbesarPengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ASPI, NZIA, ESTI, TIRA, TIFA, ERTX, SWID, FIRE, IKPM, RUNS, ZATA.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, FILM, NSSS, BIPI, PBSA, INDO, MORA, ESTA, HUMI, IMPC, BUVA, RMKE.

Proyeksi IHSG

BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya, memproyeksikan IHSG bergerak menguat terbatas pada perdagangan awal pekan ini. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati di tengah tekanan eksternal dan menantikan sejumlah sentimen domestik penting.

Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup menguat 1,18 persen ke level 8.329. Meski demikian, penguatan tersebut masih dibayangi aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp 1,87 triliun.

Tekanan jual asing mulai mereda, namun dampak pengumuman dari MSCI masih mendorong capital outflow, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan secara terbatas dengan target pengujian resistance di area 8.400. Adapun level support psikologis berada di kisaran 8.000.

Namun demikian, ruang penguatan dinilai tidak akan terlalu lebar mengingat pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see.

Pasar saat ini menantikan respons terhadap penunjukan pejabat baru di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, rilis data neraca perdagangan dan inflasi juga akan menjadi perhatian utama investor. Risiko lanjutan tekanan jual asing masih perlu diwaspadai dalam jangka pendek.

Dalam laporan riset tersebut, sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain COIN, AKRA, dan ZATA.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ihsg #langsung #jatuh #pembukaan #senin #setelah #dihantam #kabar #pejabat #mundur

KOMENTAR