IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
12:37
28 Januari 2026

IHSG Ambruk Hampir 8 Persen

Baca 10 detik
  • IHSG mencatatkan salah satu penurunan harian terdalamnya tahun ini, merosot tajam hingga 7,63% ke level 8.295,37.
  • IHSG terpantau kehilangan 684,86 poin.
  • Sentimen negatif utama yang menjadi motor penggerak aksi jual masif ini adalah pengumuman mendadak dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

Pasar modal Indonesia diguncang hebat pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan salah satu penurunan harian terdalamnya tahun ini, merosot tajam hingga 7,63% ke level 8.295,37. Kejatuhan ini terjadi hanya dalam kurun waktu beberapa jam setelah pembukaan perdagangan, memicu kekhawatiran masif di kalangan investor domestik maupun ritel.

Berdasarkan data perdagangan pada pukul 11.14 WIB, IHSG terpantau kehilangan 684,86 poin. Padahal, pada penutupan sebelumnya, indeks masih bertengger nyaman di level 8.980,23. Tekanan jual yang sangat agresif mulai terasa sejak bel pembukaan, di mana indeks sempat menyentuh titik terendahnya di 8.286,88.

Pemicu Utama: "Shockwave" dari MSCI

Sentimen negatif utama yang menjadi motor penggerak aksi jual masif ini adalah pengumuman mendadak dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga penyedia indeks global tersebut memutuskan untuk melakukan pembekuan sementara (freeze) terhadap penilaian free float bagi saham-saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Keputusan MSCI ini bukan tanpa alasan. Mereka menyoroti dua isu krusial yang selama ini menjadi perhatian investor institusi dunia:

  • Transparansi Kepemilikan Saham: Adanya keraguan mengenai siapa pengendali sebenarnya di balik sejumlah saham dengan kapitalisasi besar.
  • Likuiditas Pasar: Kekhawatiran bahwa jumlah saham yang benar-benar beredar di publik (free float) tidak mencerminkan kondisi riil, sehingga menyulitkan investor besar untuk masuk atau keluar dari posisi mereka tanpa menggerakkan harga secara ekstrem.

Jika menilik data teknikal hari ini, volatilitas pasar sangat tinggi. IHSG dibuka pada level 8.393,51 dan sempat mencoba menguat ke posisi 8.596,17 sebelum akhirnya terhempas oleh tekanan jual asing. Penurunan sebesar 7,63% dalam satu hari perdagangan adalah angka yang sangat signifikan dan jarang terjadi di luar masa krisis ekonomi global.

Sebagai perbandingan, dalam rentang 52 minggu terakhir, IHSG sempat mencapai puncaknya di level 9.174,47. Namun, koreksi hari ini membawa indeks mendekati zona bahaya, meski masih berada di atas level terendah satu tahunnya di 5.882,60.

Keputusan MSCI ini memicu ketakutan bahwa Indonesia akan kehilangan daya saingnya dibandingkan pasar negara berkembang (emerging markets) lainnya seperti India atau Vietnam. Jika bobot Indonesia dipangkas, maka dana kelolaan asing yang mengacu pada indeks MSCI secara otomatis akan mengalir keluar dari pasar saham tanah air (capital outflow).

Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas bursa dan regulator terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah-langkah stabilisasi yang akan diambil. Para pelaku pasar kini menanti kejelasan transparansi yang diminta oleh pihak global agar kepercayaan investor dapat segera pulih.

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #ihsg #ambruk #hampir #persen

KOMENTAR