Pemerintah Targetkan Pembahasan Tarif Trump Rampung Februari 2026
- Pemerintah menargetkan kesepakatan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) rampung pada Februari 2026.
Target itu mengalami penyesuaian dari yang sebelumnya rampung pada akhir Januari 2026.
"Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi. Mungkin di minggu kedua bulan Februari," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Respons Ancaman Tarif Trump 100 Persen, Kanada Minta Warganya Beli Produk Lokal
Menurut Prasetyo, penyesuaian itu terjadi karena kedua negara masih mencari titik temu.
Indonesia, kata dia, masih terus bernegosiasi dengan pihak AS.
"Ya tentunya kan masih ada beberapa yang kita cari titik temunya. Terutama untuk sebagaimana yang sudah pernah juga kami sampaikan, kita terus berusaha untuk bernegosiasi," ucapnya.
Baca juga: Turunkan Tarif Trump Jadi 19 Persen, Prabowo:Kita Berunding, Kita Tak Emosional
Ia pun memastikan tidak ada masalah lain yang menjadi persoalan.
"Insha allah enggak. Secara substansi Inshaallah enggak ada masalah dan mohon doanya supaya banyak membawa kepentingan bangsa dan negara kita," tandas Prasetyo.
Soal Tarif Trump
“Tarif Trump” atau tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump membuat sulit komoditas dari luar AS untuk masuk AS.
Indonesia kena tarif impor ke AS sebesar 19 persen, sebagaimana diumumkan Trump pada 15 Juli 2025 silam.
Persentase sebesar itu disebut pemerintah RI sebagai hasil negosiasi ke pihak AS.
Sebagai imbalan, menurut Presiden Trump, produk-produk asal AS bebas bea masuk ke Indonesia.
"Mereka (Indonesia) akan membayar 19 persen dan kami (AS) tidak akan membayar apa pun," ujar Trump dilansir Reuters, Rabu (16/7/2025).
"Kami akan memiliki akses penuh ke Indonesia, dan kami memiliki beberapa kesepakatan yang akan diumumkan," lanjutnya.
Tag: #pemerintah #targetkan #pembahasan #tarif #trump #rampung #februari #2026