IHSG Ambruk 8 Persen dan Kena Trading Halt, Pengamat Soroti Gejolak Global
- Bursa saham Indonesia mengalami tekanan tajam pada Rabu (28/1/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini sempat terkoreksi dalam sesi perdagangan pagi hingga siang. IHSG merosot 718,44 poin atau 8,00 persen ke level 8.261,78.
Kondisi ini memicu penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah IHSG anjlok sekitar 8 persen pada hari yang sama.
Pengamat ekonomi Bright Institute Yanuar Rizky mengungkapkan, tekanan pasar terjadi di tengah meningkatnya gejolak global yang dimanfaatkan pelaku investasi atau hedge fund.
Baca juga: IHSG Anjlok Terseret Isu MSCI, Bos BEI Beberkan Strategi Redam Pasar
Menurutnya, kondisi pasar saat ini memang sudah memasuki fase yang rawan gejolak.
“Ini memang sudah fase hedge fund akan memainkan banyak isu besar, yang memicu naiknya volatilitas, jadi risiko terprediksi lah,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (28/1/2026).
Menurut Yanuar, anjloknya IHSG tak hanya sekadar turunnya harga saham, melainkan kemampuan fiskal negara yang bertumpu pada APBN.
Ia menilai, di tengah tekanan global, kemampuan negara membayar utang menjadi semakin berisiko, terutama jika penerimaan negara melemah
"Problemnya, dari sisi daya tahan fiskal yang underlying-nya APBN, dan suka enggak suka dengan banyak sinyal geo ekonomi ke arah 1980 dan geo politik ke arah 1934, risk profile kemampuan bayar utang yang naik saat penerimaan negara turun Indonesia mirip Meksiko 1978," ujarnya
Yanuar mengingatkan agar isu pasar dikelola dengan bijak dan tidak dilebih-lebihkan, mengingat para pelaku investasi biasanya sudah mengantisipasi skenario terburuk.
Ia juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada sistem devisa bebas yang membuat ekonomi nasional rawan goyah. Ia berharap Indonesia bisa bertahan dari tekanan global dan terhindar dari krisis utang negara seperti yang pernah dialami Meksiko di masa lalu.
Yanuar menambahkan, isu Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga turut mendorong aksi jual di pasar saham. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar tidak panik dan menilai pelemahan ini bersifat sementara.
“Tidak usah takut, akan rebound karena fondasi ekonomi kita betulin betul-betul secara serius,” ujarnya di Kompleks Istana Negara.
Purbaya juga membantah jika pelemahan IHSG dipicu faktor lain di luar sentimen global, termasuk MSCI. “Tidak ada,” tegasnya.
Tag: #ihsg #ambruk #persen #kena #trading #halt #pengamat #soroti #gejolak #global