IDAI Ingatkan Orangtua Jangan Terjebak Mitos, Ini Daftar Lengkap Imunisasi yang Dibutuhkan Anak
Sebuah video yang diunggah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperlihatkan seorang ibu menangis karena anaknya sakit berat hingga sulit bernapas dan harus dirawat di rumah sakit.
Melalui unggahan tersebut, IDAI menegaskan bahwa penyakit serius seperti batuk rejan bisa dicegah dengan imunisasi lengkap sejak dini.
IDAI juga menyoroti masih kuatnya keraguan sebagian orangtua terhadap imunisasi, meski dampaknya nyata di ruang perawatan. Pesan IDAI jelas: imunisasi adalah perlindungan anak sebelum terlambat.
Baca juga: MUI: Imunisasi Merupakan Ikhtiar untuk Dukung Indonesia Emas 2045
Video itu viral dan ditonton jutaan kali. Namun, alih-alih empati, kolom komentar justru dipenuhi pernyataan yang meremehkan imunisasi.
Sejumlah warganet mengaku anaknya baik-baik saja tanpa vaksin, bahkan menyebut imunisasi tidak diperlukan karena generasi terdahulu tetap panjang umur.
Baca juga: Cegah Penyakit Sejak Dini, IDAI Dorong Imunisasi Lengkap untuk Anak dan Dewasa
Bukan cerita viral, tapi kasus nyata
IDAI menegaskan bahwa kisah anak sakit berat akibat penyakit menular bukan sekadar konten media sosial.
“Sebagai dokter anak, kami sering sekali melihat kisah seperti ini. Bukan di media sosial, tapi di ruang perawatan,” tulis IDAI dalam unggahan Instagram @idai_ig, Selasa (27/1/2026).
Salah satu penyakit yang disorot adalah batuk rejan atau pertusis. Penyakit ini dapat menyebabkan anak batuk hebat hingga kehabisan napas, memerlukan perawatan intensif, dan berisiko mengancam nyawa.
“Banyak orangtua baru menyesal setelah anaknya sakit berat. Padahal, penyakit ini bisa dicegah,” tulis IDAI.
Baca juga: Anak Demam Setelah Imunisasi? Tak Perlu Panik, Ini Tips Dokter
Imunisasi bukan soal anak sehat hari ini
Ilustrasi imunisasi anak. Jangan biarkan anak bertaruh nyawa demi mitos! IDAI ungkap daftar imunisasi wajib 2026 yang jadi benteng perlindungan anak.
IDAI menekankan bahwa imunisasi bukan sekadar tentang kondisi anak saat ini.
“Imunisasi bukan soal anak terlihat sehat hari ini. Imunisasi adalah perlindungan sebelum terlambat,” tegas IDAI.
Organisasi profesi dokter anak itu juga memastikan bahwa imunisasi aman dan bermanfaat. Jika orangtua masih ragu, IDAI menyarankan agar berdiskusi langsung dengan dokter.
“Lebih baik bertanya sekarang, daripada menyesal kemudian,” tulis IDAI.
Baca juga: Imunisasi Lengkap, Investasi Seumur Hidup untuk Kesehatan Anak
Imunisasi yang dibutuhkan anak
Berdasarkan Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun Rekomendasi IDAI 2024, anak perlu mendapatkan imunisasi berikut sesuai usia dan kondisi kesehatannya:
- Hepatitis B
- Polio
- BCG (tuberkulosis)
- DTP (difteri, tetanus, pertusis/batuk rejan)
- Hib
- Pneumokokus (PCV)
- Rotavirus
- Influenza (diulang setiap tahun)
- Campak–Rubella (MR/MMR)
- Japanese Encephalitis (JE) untuk daerah berisiko
- Varisela (cacar air)
- Hepatitis A
- Tifoid
- Dengue
- HPV (usia sekolah dan remaja)
IDAI menegaskan, jadwal imunisasi dirancang untuk melindungi anak dari penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi berat.
Baca juga: Kemenkes Ingatkan Imunisasi Lengkap Adalah Hak Anak
Ragu boleh, tapi jangan berhenti belajar
Dalam unggahannya, IDAI juga mengambil pendekatan yang merangkul orangtua.
“Kami paham. Orangtua yang ragu bukan berarti tidak peduli. Kadang itu lahir dari rasa sayang, takut salah, dan ingin melindungi,” tulis IDAI.
IDAI menegaskan selalu ada ruang untuk belajar bersama, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan cara melindungi anak.
“Kami, dokter anak, ingin berjalan bersama Ayah Bunda untuk melindungi masa depan anak dari penyakit berbahaya,” tulis IDAI.
Baca juga: Pentingnya Pemberian Imunisasi Tepat Waktu untuk Anak
Tag: #idai #ingatkan #orangtua #jangan #terjebak #mitos #daftar #lengkap #imunisasi #yang #dibutuhkan #anak