Ubisoft Lakukan PHK Massal, 6 Proyek Game Besar Dibatalkan
- Ubisoft lakukan PHK massal di berbagai studio global termasuk Swedia dan Paris.
- Enam proyek game besar dibatalkan demi efisiensi dan fokus kualitas produk.
- Pengembangan The Division 3 dipastikan tetap berlanjut di bawah restrukturisasi baru.
Kabar mengejutkan datang dari perusahaan raksasa video game, Ubisoft. Mereka bakal melakukan PHK massal serta membatalkan setidaknya 6 proyek game besar.
Salah satu curahan hati mantan talent atau aktris di Prince of Persia Remake bahkan sempat viral dalam beberapa hari terakhir.
Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di Ubisoft melibatkan beberapa studio.
Sekarang, giliran studio di Swedia, Massive Entertainment dan Ubisoft Stockholm, yang merasakan dampaknya dengan 55 karyawan harus kehilangan pekerjaan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengurangan biaya yang terus berlanjut, bahkan setelah program PHK sukarela yang diumumkan tahun lalu.
Namun, di tengah berita buruk tersebut, ada secercah harapan bagi para penggemar: pengembangan The Division 3 dipastikan terus berjalan.
PerbesarPrince of Persia: Sands of Time (Ubisoft)Seorang produser bahkan berjanji bahwa The Division 3 akan "memiliki dampak sebesar The Division 1", sebuah klaim besar untuk game yang bahkan belum diperlihatkan ke publik.
Langkah ini bukan kejadian yang terisolasi, melainkan bagian dari "perombakan besar" yang sedang dilakukan oleh raksasa game asal Prancis tersebut.
Ubisoft sedang dalam misi untuk merebut kembali kepemimpinan kreatifnya, mendapatkan kembali kelincahan, dan mendorong pemulihan yang tajam.
Konsekuensi perombakan sangat besar: enam game telah dibatalkan, termasuk Prince of Persia: The Sands of Time Remake yang sangat dinanti, dan tujuh judul lainnya ditunda untuk memastikan kualitas.
Mengutip GamingIndustry.biz, PHK ini telah menyebar ke berbagai studio, mulai dari Ubisoft Halifax di Kanada hingga RedLynx di Eropa, yang memengaruhi ribuan karyawan secara global.
Bahkan kantor pusat di Paris menawarkan kesepakatan pengunduran diri sukarela kepada sekitar 200 karyawannya.
Untuk menavigasi masa sulit ini, Ubisoft merestrukturisasi tim pengembangannya menjadi lima "Rumah Kreatif" (Creative Houses) yang berbeda.
Masing-masing unit akan fokus pada portofolio spesifik. Mulai dari merek raksasa seperti Assassin's Creed dan Far Cry di unit pertama, hingga game tembak-menembak seperti The Division di unit kedua, dan game kasual di unit kelima.
Strategi ini dirancang untuk merampingkan proses pengembangan dan memotong biaya secara signifikan.
"Meskipun keputusan ini sulit, keputusan diperlukan agar kami dapat membangun organisasi yang lebih fokus, efisien, dan berkelanjutan dalam jangka panjang," kata CEO Yves Guillemot.
Ubisoft kini berada di persimpangan jalan, mempertaruhkan masa depannya pada restrukturisasi radikal dengan harapan dapat kembali ke puncak kejayaan. Seorang sumber industri anonim bahkan menyebar rumor bila angka PHK di Ubisoft dapat menyentuh 1.000 karyawan.
Tag: #ubisoft #lakukan #massal #proyek #game #besar #dibatalkan