MSCI Bikin IHSG Anjlok, Rosan: Harus Segera Ditindaklanjuti, Ini Masalah Transparansi dan Akuntabilitas
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, ketika ditemui di Menara IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
05:08
29 Januari 2026

MSCI Bikin IHSG Anjlok, Rosan: Harus Segera Ditindaklanjuti, Ini Masalah Transparansi dan Akuntabilitas

  Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, yang juga CEO Danantara, menilai laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap saham-saham Indonesia harus segera ditindaklanjuti oleh otoritas terkait. Pasalnya, penilaian MSCI menjadi salah satu acuan utama investor global dalam mengambil keputusan investasi.

Sejumlah analis menilai laporan MSCI tersebut menjadi pemicu anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG ditutup anjlok 659,67 poin atau 7,35 persen ke posisi 8.320,55.

“(IHSG turun) karena trigger-nya dari MSCI yang mengeluarkan report ya. Memang, bursa kita diharapkan lebih transparan lagi. Ini sebetulnya sudah ada, kita harus segera tindak lanjuti ini, karena ini sudah beberapa bulan ya kalau saya lihat. Jadi, ini kita tindak lanjuti segera, karena ini masalah transparansi dan akuntabilitas,” kata Rosan seperti dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: IHSG Anjlok Terseret Isu MSCI, Bos BEI Beberkan Strategi Redam Pasar

Meski demikian, Rosan menilai fundamental perusahaan-perusahaan di Indonesia masih relatif kuat di tengah tekanan pasar saham.

“Fundamental-fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik. Tetapi, kita ketahui MSCI adalah acuan dari para investor dunia pada saat dia berinvestasi di negara-negara. Nah, itu tentunya kita harus segera tindak lanjuti mengenai masukan dari MSCI,” ujar Rosan.

Tekanan di pasar saham sempat memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan atau trading halt pada Rabu pukul 13.43 WIB setelah IHSG anjlok 8 persen.

Pada sesi II perdagangan pukul 13.43 WIB, IHSG tercatat melemah 718,44 poin atau 8,00 persen ke posisi 8.261,78. Sementara itu, indeks LQ45 turun 67,70 poin atau 7,73 persen ke level 808,41.

Setelah dihentikan selama sekitar 30 menit, BEI kembali membuka perdagangan pada pukul 14.13 WIB tanpa perubahan jadwal perdagangan.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan bahwa masukan dari MSCI merupakan bagian penting dalam memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.

“Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor,” kata Kautsar dalam siaran resmi BEI, Rabu.

Oleh karena itu, BEI berkomitmen meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI melalui penguatan transparansi data pasar, penyediaan informasi yang akurat dan andal sesuai praktik terbaik pasar modal global, serta memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan internasional.

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 7,35 Persen ke Level 8.320,56

Tag:  #msci #bikin #ihsg #anjlok #rosan #harus #segera #ditindaklanjuti #masalah #transparansi #akuntabilitas

KOMENTAR